Bukan Niatku

Bukan Niatku
35. Bukan Niatku (BN)


__ADS_3

Arya segera bergegas menuju ruang HRD. Dia segera menanyakan pada petugas HRD untuk memastikan nya. Benar saja, ternyata Nisa sudah keluar dari pabrik itu. Hanya saja Arya melihat ternyata gaji Nisa bulan ini belum dibayarkan.


Sebagai bos yang baik Arya tidak mau jika Nisa tidak menerima honornya. Walau bagaimanapun Nisa harus mendapatkan gajinya bulan ini. Untuk itu Arya mencoba menghubungi Nisa untuk memberikan haknya.


Nisa mencoba mengangkat panggilan dari Arya. Awalnya Nisa merasa ragu karena ia merasa takut untuk menerima panggilan dari Arya. Namun karena merasa penasaran akhirnya Nisa mengangkat panggilan itu.


Nisa segera menanyakan maksud dari Arya, untuk apa dia menghubungi Arya. Arya segera menjelaskan jika ia ingin bertemu untuk memberikan gajinya. Merasa tidak ada yang salah akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu.


Keesokan harinya Nisa dan Arya bertemu di tempat yang sudah mereka rencanakan.


"Maaf menunggu lama," ujar Nisa yang baru saja datang.


"Tidak apa-apa, lagipula aku juga baru datang," tukas Arya yang segera mempersilahkan Nisa untuk segera duduk.

__ADS_1


"Oiya kamu mau minum apa?" tambah Arya.


"Tidak usah ya, lagi pula aku tidak bisa lama-lama. Oiya sebenarnya ada apa ya?" tanya Nisa yang menautkan kedua halisnya.


"Seperti yang aku katakan aku hanya ingin memberikan gaji mu saja Nisa, ini tolong diterima," ujar Arya sambil memberikan amplop coklat berisi uang.


"Tapi kenapa sepertinya banyak sekali ya, ini berlebihan. Aku tidak bisa menerima ini," timpal Nisa yang segera memberikan amplop coklat itu ke hadapan Arya.


"Kenapa Nisa? Ini gaji mu, in hak mu karena sudah bekerja ditempatku selama ini," tambah Arya.


"Tidak Nisa ini merupakan hak mu, jadi aku mohon terimalah uang ini," tukas Arya.


Untuk beberapa saat Nisa terdiam. Sebenarnya Nisa juga membutuhkan uang itu. Tak berapa lama akhirnya Nisa menerima uang itu. Akan tetapi merasa tidak enak Nisa segera pamit untuk pulang.

__ADS_1


" Sebelumnya terima kasih banyak Arya. Maaf sebelumnya aku tidak bisa lama-lama, karena aku harus segera pulang," pamit Nisa.


"Apa kita tidak bisa ngobrol sebentar saja Nisa?" tanya Arya.


"Maaf Ya, tapi sejak tadi kita sudah banyak bicara," timpal Nisa yang merasa sudah tidak enak.


Setelah itu akhirnya mau tidak mau Nisa harus segera pulang karena takut suaminya akan memarahi Nisa jika ia tahu keluar untuk menemui Arya. Nisa tidak mau jika nantinya Adit akan salah paham.


"Tunggu Nisa, aku akan mengantarkanmu pulang," teriak Arya.


"Tidak perlu repot-repot ya, aku bisa pulang sendiri," tukas Nisa yang segera bergegas dari tempat itu.


Sekarang Nisa hanya ingin cepat-cepat pulang. Nisa ingin segera tiba di rumah agar tidak menimbulkan fitnah. Sedangkan Arya merasa kecewa karena ia tidak bisa berbicara lama-lama dengan Nisa.

__ADS_1


Arya mengerti jika Nisa kini sudah menikah dan tidak bisa seperti dulu. Tapi Arya juga berharap jika ia masih bisa tetap berkomunikasi dengan Nisa. Setelah Nisa pulang, Arya masih tetap berada di restoran itu.


Untuk sesaat Arya memainkan ponselnya dan memikirkan perasaannya kepada Nisa. Arya sendiri masih tidak mengerti jika ia masih saja memiliki perasaan itu untuk Nisa. Padahal Arya sudah tidak bertemu Nisa sejak lama tapi perasaan itu masih tetap ada.


__ADS_2