
Tak terasa beberapa bulan berlalu. Pernikahan Dina dan Isan pun begitu bahagia. Bahkan kini Dina tengah mengandung dan usianya kini sudah menginjak 3 bulan.
Di usia yang masih 3 bulan, Dina masih merasakan pusing dan mual yang luar biasa. Setelah menikah Dina memang tidak bekerja dan lebih sering berada dirumah. Isan sengaja tidak membiarkan Dina bekerja lagi agar ia cepat diberikan momongan.
Benar saja hal itu benar-benar terjadi. Dina tidak pernah menyangka jika ia akan mengandung secepat ini. Setelah menikah pun ada berbeda pada Dina, dia seakan berubah.
Dina kini menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Jika dulu ia selalu ingin menghancurkan rumah tangga mantan suaminya. Tapi tidak dengan sekarang. Mungkin karena Dina memiliki kehidupan yang baru sehingga ia lebih fokus pada keluarganya saja.
Dina pun berniat untuk menemui Adit dan juga Nisa. Dia ingin meminta maaf kepada mereka berdua. Setelah berbicara dan mendapatkan izin Dina segera bergegas menemui mereka berdua.
Keesokan harinya Dina sudah berada di rumah Nisa dan Adit.
"Assalamualaikum," ujar Dina yang sebelumnya mengetuk pintu.
"Waalaikumsalam, Dina?" tanya Nisa yang tidak percaya dengan kedatangan Dina yang tiba-tiba.
"Iya ini aku, apa kabar Nisa?" jawab Dina yang segera memeluk Nisa.
__ADS_1
"Kabar baik Din, ayo masuk dulu," tawar Nisa yang merasa terkejut dengan sikap Dina.
Setelah cukup lama tidak bertemu, kini Nisa merasa ada yang berbeda pada diri Dina. Nisa merasa jika Dina sudah berubah, sebab dulu Dina selalu bersikap sinis jika bertemu dengan Nisa.
Dina pun segera bergegas masuk ke dalam rumah, sementara Nisa membuat minuman terlebih dahulu. Beberapa saat kemudian Nisa datang dengan membawa teh manis dan juga kue.
"Silahkan diminum dulu Din," tawar Nisa.
"Tidak perlu repot-repot begini Nisa," ujar Dina yang merasa tidak enak.
Dina pun segera memberitahukan maksud kedatangannya kepada Nisa. Setelah berbincang kesana kemari, ternyata perkiraan Nisa ada benarnya juga. Kedatangan Dina ternyata begitu mulia hingga ia rela jauh-jauh datang hanya untuk meminta maaf.
Nisa yang mendengar hal itu merasa terharu dan salut pada keberanian Dina.
"Apa kamu mau memaafkan aku Nis?" tanya Dina lirih yang benar-benar merasa menyesal karena pernah berbuat tidak baik pada Nisa.
"Tentu Din, sudahlah yang lalu biarlah berlalu. Yang terpenting saat ini kamu sudah mau berubah," tukas Nisa.
__ADS_1
"Tolong sampaikan maafku juga pada Adit ya," ujar Dina.
"Pasti Din, akan aku sampaikan."
"Kalau begitu aku pamit pulang Nisa," pamit Dina yang segera bergegas pulang kembali.
Dina tidak dapat menemui anaknya karena ia masih sekolah. Dina juga tidak bisa bertemu dengan Adit karena ia sedang bekerja. Namun setidaknya dia merasa lega karena sudah mengatakan segalanya kepada Nisa.
Setelah cukup lama berbincang, Dina segera pamit untuk pulang. Begitulah kehidupan,Dina tiba-tiba berubah setelah ia menikah. Menikah dengan Isan membuat Dina menjadi berubah menjadi orang yang lebih baik lagi.
Begitupun dengan kehidupan Adit dan Nisa yang semakin hari semakin harmonis. Kini tidak ada lagi pertengkaran diantara mereka, karena kini mereka sudah hidup dengan keluarga mereka masing-masing.
-Tamat-
Hai semuanya😊
Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah mau mengikuti cerita saya sampai sini. Jangan lupa mampir juga di karya saya yang lain ya.. 😁
__ADS_1