Bukan Niatku

Bukan Niatku
34. Bukan Niatku (BN)


__ADS_3

Hari ini Nisa bangun lebih awal tapi dia tidak bersiap dan masih memakai pakaian daster. Tidak seperti biasanya, yang jelas Nisa hari ini terlihat lebih santai. Adit yang sejak tadi memperhatikan Nisa pun merasa ada yang aneh.


"Kenapa kamu belum siap-siap? Apa hari ini tidak bekerja?" tanya Adit sambil menautkan kedua halisnya.


"Bukannya mas sendiri yang bilang kalau aku harus tetap dirumah," jawab Nisa.


"Oiya aku lupa. Jadi kamu benar-benar keluar dari tempat kerjamu?" tanya Adit sekali lagi.


"Iya mas, seperti yang mas mau. Mulai hari ini aku akan berada di rumah setiap hari," tukas Nisa.


"Baguslah," timpal Adit.


Setelah mengetahui istrinya tidak bekerja lagi membuat Adit merasa senang. Padahal belum lama Nisa bekerja di tempat itu, tapi kini Nisa harus diam di rumah seperti biasanya.


"Kalau begitu mas pergi dulu," pamit Adit yang segera bergegas menuju kantornya.

__ADS_1


Sementara Aurel sudah beberapa hari ini dia pergi ke sekolah menggunakan jasa antar jemput. Jadi Adit tidak perlu repot-repot mengantar Aurel terlebih dulu sebelum ia berangkat ke kantor.


Selama bekerja, Nisa melupakan kegiatannya membuat cerita. Mungkin karena terlalu sibuk bekerja dan merasa lelah saat tiba di rumah, akhirnya Nisa menunda kegiatannya terlebih dahulu.


Sekarang karena pekerjaan rumahnya telah selesai, Nisa pun kembali membuka aplikasi biru yang selama ini tertunda. Mungkin mulai saat ini Nisa akan kembali fokus untuk membuat sebuah cerita novel.


"Rasanya sudah lama sekali aku tidak membuka aplikasi ini, ternyata ada beberapa notif yang masuk," ujar Nisa yang mulai serius saat membuka aplikasi itu.


Saat membuka notif itu ada pemberitahuan dari pembaca yang menyukai cerita kita. Ada juga yang mengomentari tentang cerita kita. Selain itu, ada juga pemberitahuan sistem yang memberitahukan tentang kemajuan cerita kita.


Sementara itu di tempat lain Arya mencari keberadaan Nisa. Sudah beberapa hari saat Arya berada di pabrik, dia tidak melihat keberadaan Nisa. Rasanya seperti ada yang kurang saat Arya tidak melihat Nisa.


Di saat yang bersamaan Sinta justru sedang berjalan melewati ruangan Arya.


"Sinta!" panggil Arya yang kebetulan melihat Sinta bersama teman-temannya saat akan menuju kantin.

__ADS_1


"Iya pak, ada yang bisa saya bantu?"


"Kamu teman dekatnya Nisa kan? Kenapa sudah beberapa hari tidak masuk kerja? apa dia sedang sakit?" tanya Arya yang sangat penasaran dengan keberadaan Nisa.


"Iya pak, tapi sudah beberapa hari ini Nisa keluar dari sini karena suaminya sudah tidak mengizinkan Nisa untuk bekerja lagi," jelas Sinta.


"Apa? Jadi Nisa sudah keluar?" tanya Arya yang tidak percaya.


"Iya pak, apa bapak tidak tahu?" ujar Sinta.


Mendengar kabar dari Sinta membuat Arya merasa sedih. Padahal Arya merasa sangat senang saat bisa melihat Nisa dan bisa berbicara lagi dengan Nisa. Bahkan setelah bertahun-tahun tidak bertemu.


Arya pikir mereka akan kembali dekat seperti waktu. Tapi rasanya seperti mimpi karena mereka hanya dipertemukan sebentar saja. kini Arya benar-benar merasa kesepian.


Untuk memastikan perkataan Sinta, Arya segera pergi menuju ruang HRD.

__ADS_1


__ADS_2