Bukan Niatku

Bukan Niatku
25. Bukan Niatku (BN)


__ADS_3

Sudah beberapa hari Dina bekerja di pabrik itu. Dia merasa lelah karena tidak biasa bekerja. Namun dia juga tidak bisa jika tidak bekerja. Dina harus memutar otak agar ia mendapatkan penghasilan.


Saat Dina sedang bekerja, dia seperti melihat Nisa dari kejauhan.


"Apa itu Nisa?" gumam batin Dina.


"Tapi sedang apa dia disini?" tanyanya lagi dalam hati.


Dari kejauhan Dina terus memperhatikan Nisa yang sedang berbincang dengan Arya. Nisa terlihat begitu akrab saat berbicara dengan Arya.


"Bukannya laki-laki itu pemilik pabrik ini? kok dia bisa seakrab itu?" gumam batin Dina dalam hati.


Tanpa menyia-nyiakan kesempatan Dina segera mengambil beberapa gambar mereka berdua. Dina berfikir mungkin suatu saat gambar itu akan berguna.


"Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini," gumam batin Dina.


Setelah puas mengambil beberapa gambar mereka berdua. Dina kembali pada pekerjaannya. Dia merasa senang karena dia memiliki gambar Nisa bersama laki-laki lain.


Entah mengapa hari ini Dina sangat ini menemui Aurel anaknya. Beberapa minggu tidak bertemu membuat Dina sangat merindukan anaknya. Setelah pulang bekerja Dina segera bergegas menuju rumah Adit.


Satu jam kemudian akhirnya Dina tiba di rumah Aurel.


"Aurel, Aurel!" pekik Dina sambil membuka gagang pintu.

__ADS_1


"Mamah?" tanya Aurel yang menautkan kedua halisnya.


"Apa kabar Aurel? Mamah sangat merindukan kamu nak," ujar Dina sambil memeluk anaknya.


"Aku juga mah. Oiya mamah mau minum apa?" tanya Aurel yang menyuguhi mamahnya minuman.


"Mamah mau minum jus saja," jawab Dina.


Tak berapa lama Nisa datang dan merasa heran jika Dina berada di rumahnya.


"Hai Nis, kamu baru pulang kerja juga?" tanya Dina basa-basi.


"Iya aku baru pulang, apa kamu juga bekerja sekarang?" tanya Nisa yang pura-pura tidak tahu jika mereka ternyata satu tempat kerja.


"Eh mamah Nisa juga sudah pulang," timpal Aurel yang baru saja datang membawakan minuman segar.


"Ini mah minum dulu," tawar Aurel yang memberikan segelas minuman untuk Dina dan segelas minuman untuk Nisa.


"Terima kasih Aurel," ujar Dina.


"Makasih sayang," ucap Nisa.


Merasa haus Nisa pun segera meminum minumannya.

__ADS_1


"Oiya Nisa tadi aku seperti melihatmu sedang berbicara dengan seorang pria," celetuk Dina saat Nisa sedang meminum minumannya.


uhuk.. uhuk..


Nisa yang merasa terkejut tiba-tiba tersedak. Apa dia sudah melihat Nisa saat berbicara dengan Arya. Apa dia sudah tahu jika sebenarnya mereka bekerja di tempat yang sama.


"Kenapa Nisa? apa kamu baik-baik saja?" tanya Dina pura -pura perhatian.


"Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Nisa.


"Sepertinya Dina memang sudah melihatku," gumam batin Nisa.


"Ya sudah kalau begitu mamah pulang ya Aurel, mamah ke sini hanya untuk menemui kamu saja," ujar Dina yang segera bergegas pergi.


"Iya mah, hati-hati di jalan ya," tukas Aurel.


Setelah puas berbicara dengan Aurel kini Dina segera bergegas untuk pulang karena hari mulai senja. Dina tidak mau jika sampai kemalaman tiba di rumahnya. Tak berapa lama akhirnya Adit datang dan melihat kepergian Dina.


"Kamu mau kemana Dina?" tanya Adit yang baru saja turun dari mobilnya.


"Aku mau pulang," jawab Dina.


"Ya sudah biar aku yang akan mengantarmu pulang," ucap Adit yang langsung masuk lagi ke dalam mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2