
Hari ini Nisa sudah bangun lebih awal. Ketika Nisa bangun ternyata suaminya sudah berada disampingnya.
"Jam berapa kamu pulang mas? Sejak semalam aku mengkhawatirkanmu?" tanya Nisa dalam hatinya.
Nisa sebenarnya merasa kesal sekaligus khawatir pada suaminya sebab hampir semalaman tidak ada kabar. Akan tetapi Nisa mencoba melupakan segalanya. Sebelum berangkat bekerja seperti biasa Nisa menyiapkan sarapan untuk Aurel juga Adit.
Sejak pagi-pagi sekali Nisa sudah berkutat di dapur menyiapkan segalanya. Selesai menyiapkan sarapan Nisa merasa penasaran karena suaminya tidak kunjung datang ke dapur untuk sarapan.
Merasa khawatir Nisa segera bergegas menuju kamarnya. Benar saja saat Nisa masuk ke dalam kamar ternyata Adit masih tertidur pulas.
"Mas, mas sudah siang. Apa kamu tidak bekerja hari ini?" tanya Nisa sambil sedikit mengguncangkan tubuh suaminya.
"Astaga ini jam berapa? Tapi kepalaku begitu pusing," jawab Adit sambil memegangi kepala nya.
Nisa spontan memegang dahi suaminya dan ternyata suhu tubuhnya begitu panas. Merasa panik Nisa segera mengompres kening suaminya dengan lap basah.
"Apa kita pergi ke dokter mas?" ajak Nisa.
"Tidak Nisa, aku akan istirahat saja di rumah," lirih Adit sambil memegangi kepalanya.
__ADS_1
Melihat suaminya yang sedang sakit akhirnya Nisa meminta izin untuk tidak masuk bekerja. Nisa segera menghubungi petugas HRD untuk meminta izin.
Dengan cekatan Nisa segera membuatkan bubur untuk suaminya. Setelah matang Nisa segera menyuapi suaminya dan memberikannya obat. Sementara Adit tertidur setelah meminum obat.
Hampir seharian Nisa mengerjakan pekerjaan rumah. Bekerja seharian di rumah membuat Nisa merasa begitu kelelahan. Setelah pekerjaannya selesai Nisa merebahkan tubuhnya dan tak terasa Nisa pun tertidur di atas sofa.
Beberapa jam kemudian Nisa terbangun.
"Astaga aku ketiduran, ini sudah jam berapa?" ujar Nisa yang terperanjat dari tidurnya.
Nisa segera bergegas menuju kamar untuk melihat keadaan suaminya.
"Ya Nisa aku sudah lebih baik, terima kasih Nisa karena kamu sudah merawatku seharian," jawab Adit.
"Sama-sama mas."
"Maaf karena aku kamu jadi tidak bisa bekerja," ucap Adit lagi.
"Tidak apa-apa mas, ini sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang istri," jawab Nisa.
__ADS_1
Sebenarnya Nisa ingin menanyakan sesuatu pada suaminya. Namun rasanya begitu berat . Padahal Nisa hanya ingin tahu saja suaminya pulang jam berapa saat malam tadi.
Namun Nisa hanya diam saja. Di tengah lamunannya tiba-tiba Adit mengejutkan Nisa.
"Nisa! Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Adit yang melihat Nisa tiba-tiba terdiam.
"Ah tidak mas, aku tidak apa-apa," jawab Nisa yang tampak bingung.
"Tapi sepertinya ada yang sedang menganggu pikiranmu," timpal Adit lagi.
"Sebenarnya aku hanya ingin menanyakan mas jam berapa pulang tadi malam?" tanya Nisa gugup.
"Oh sebelum tengah malam mas sudah dirumah. Maaf karena mas tidak mengabarimu Nisa. Ponsel mas kehabisan baterai," jawab Adit.
"Oiya mas ya sudah tidak apa-apa," ujar Nisa yang merasa lega.
Meski dalam hatinya selalu merasa khawatir. Nisa merasa takut jika suaminya akan berbuat macam-macam dengan Dina.
"Oiya satu lagi, mas juga langsung pulang setelah memastikan Dina tiba dirumahnya. Bahkan saat ibunya meminta mas untuk istirahat dulu, mas memilih untuk cepat pulang," tambah Adit yang mencoba menjelaskan semuanya.
__ADS_1