
Hari ini merupakan hari pertama Dina masuk kerja. Pagi-pagi sekali Dina sudah bersiap dan memakai pakaian yang rapi. Seperti biasa saat pertama masuk kerja Dina memakai pakaian hitam putih.
"Ini nak makan dulu," tawar Sofia yang sengaja membuatkan nasi goreng untuk anaknya.
Sofia sangat menyayangi Dina karena ia merupakan anak satu-satunya yang ia miliki. Sejak suaminya meninggal Sofia lah yang mengurus Dina seorang diri.
"Ya terima kasih bu," ujar Dina sambil menyendokan nasi ke dalam mulutnya. Hanya beberapa suap saja Dina merasa sudah kenyang.
"Ini sudah bu, aku sudah kenyang. Kalau begitu aku pergi dulu bu," pamit Dina.
"Iya nak hati-hati di jalan," ujar Sofia.
Setelah berpamitan kepada ibunya, Dina segera bergegas pergi. Dina pergi menggunakan ojeg online yang sebelumnya ia pesan agar lebih cepat sampai. Satu jam kemudian akhirnya Dina tiba di pabrik itu.
__ADS_1
Dina segera masuk menuju gerbang. Dina melihat ke arah sakitar. Begitu banyak wajah-wajah asing yang tidak ia kenal. Setelah sekian lama tidak bekerja, baru kali ini Dina mulai kembali bekerja.
Merasa bingung dengan apa yang harus di lakukannya Amira segera menghampiri pos satpam. Dia menanyakan kepada seorang satpam yang sedang berjaga di sana. Tak berapa lama satpam itu pun mengarahkan Amira menuju ruang HRD lagi.
Di dalam ruangan itu Dina diberikan penjelasan tentang apa yang dia kerjakan. Sementara dari kejauhan, Nisa seperti melihat orang yang dia kenal.
"Itu seperti Dina ya? apa aku tidak salah melihat? tapi sedang apa dia di sini?" gumam batin Nisa.
Merasa sangat penasaran akhirnya Nisa mencoba mendekati orang itu dengan seksama. Nisa memperhatikan orang itu lebih dekat dan benar saja bahwa Dina tidak pernah salah liat.
Nisa fikir jika Dina adalah orang malas sebab dia selalu meminta uang kepada Adit. Tapi ternyata kenyataannya Dina mau bekerja keras. Mengingat hubungannya yang kurang baik, Nisa memutuskan untuk tidak menemui Dina.
Tak terasa karena hampir seharian bekerja akhirnya waktu pulang pun tiba. Nisa segera bergegas pulang. Sedangkan Dina baru beberapa jam berada di tempat itu tapi tugasnya ia kerjakan kepada temannya.
__ADS_1
"Aku pulang," ucap Nisa saat baru saja masuk ke dalam rumahnya.
"Mamah!" teriak Aurel yang merasa sangat senang karena kedatanga ipbu sambungnya.
"Hai sayang, coba tebak mamah bawa apa?" ujar Nisa yang membawakan Aurel sebuah jinjingan berisi makanan.
"Wah banyak sekali," ujar Aurel yang antusias setelah melihat isi jinjingan itu.
"Mamah tahu aja makanan kesukaanku apa," tambah Aurel lagi yang segera melihat makanan di dalam keranjang itu.
"Iya donk mamah tahu, ya sudah kalau begitu mamah mau mandi dulu yah, gerah nih," ujar Nisa yang segera bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
"Oke mah!" jawab Aurel yang langsung melahap makanan yang Nisa bawa. Nisa memang selalu bisa membuat Aurel merasa senang. Meski Nisa tahu jika Aurel tidak akan menganggapnya sebagai ibu kandungnya tapi setidaknya Nisa sudah bisa mengerti akan posisinya saat ini.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian akhirnya Nisa keluar dari kamar dan segera menghampiri Aurel lagi.