Bukan Niatku

Bukan Niatku
14. Bukan Niatku (BN)


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Nisa sudah berada di pabrik. Nisa masih bersemangat karena baru beberapa hari bekerja. Meski merasa cukup lelah tapi Nisa merasa begitu senang karena kini dia tidak terlalu jenuh.


Bekerja membuat Nisa lebih bersemangat. Kali ini Nisa sudah lebih mahir dalam bekerja. Saat istirahat tiba Nisa berpapasan dengan seorang laki-laki yang dia lihat kemarin.


"Nisa? Kamu Nisa kan?" tanya laki-laki itu yang sejak tadi memperhatikan Nisa.


"Iya.. Kamu? Arya? Lagi apa disini?" tanya Nisa balik.


"Aku pemilik pabrik ini, apa kamu bekerja disini?" tanya Arya yang memperhatikan Nisa dari atas ke bawah. Arya memperhatikan Nisa yang memakai pakaian seragam yang sama dengan karyawannya.


"Iya ya, aku baru seminggu kerja di sini. Eh pak," jawab Nisa yang tidak menyangka jika laki-laki yang ada di hadapannya kini adalah bosnya sendiri.


"Ga usah pake pak kali, Arya aja," timpal Arya sambil terkekeh.


"Tapi kan aku ga enak sama karyawan di sini, " ujar Nisa.


Setelah bertahun-tahun tidak bertemu, Nisa tidak pernah menyangka jika ia akan di pertemukan kembali dengan Arya. Arya yang dulu pernah menjadi seseorang yang pernah di cintainya.


Begitupun dengan Arya, dia juga tidak mengira jika Nisa sekarang bekerja di pabriknya. Arya yang dulu pernah sangat mencintai Nisa. Bahkan Arya begitu menginginkan Nisa saat itu.


"Kamu masih tetap cantik seperti dulu Nisa," gumam batin Arya.


"Ya sudah kalau begitu aku permisi dulu," pamit Nisa yang merasa tidak enak dengan karyawan yang lain saat ia sedang berbicara dengan Arya.


Beberapa orang yang melihat Nisa dan Arya berbicara tampak sinis dan tidak suka saat melihat mereka berdua.


"Tunggu Nisa, kamu mau kemana?" tanya Arya.


"Aku mau ke kantin," jawab Nisa saat akan melangkahkan kakinya.


"Kalau kita makan siang bareng gimana?" ajak Arya.


"Tapi, aku tidak enak dengan karyawan di sini. Masa aku makan siang dengan bos ku sendiri," ucap Nisa yang merasa tidak enak.


"Tidak apa Nisa, please.." ucap Arya memohon.

__ADS_1


Akhirnya karena merasa tidak enak dengan Arya, Nisa pun mau tidak mau harus ke kantin bersama Arya. Sepanjang perjalanan setiap orang memandangi mereka berdua.


"Kok bisa ya karyawan baru itu ngobrol bareng bos yang dingin itu. Padahal kan dia anti banget ngobrol bareng bawahannya," bisik salah seorang karyawan kepada karyawan lainnya.


"Iya ya kok bisa-bisanya dia berbicara dengan bos sombong itu," timpal karyawan yang lain.


Sejak dulu Arya di kenal sebagai bos yang yang angkuh dan juga sombong. Selain itu Arya juga tidak pernah menginjakkan kakinya ke kantin karena ia tidak terlalu suka melihat kerumunan orang yang begitu banyak saat sedang istirahat.


Meskipun sebenarnya Arya sangat tampan, berbadan tinggi dan berhidung mancung, tapi kebanyakan wanita di pabriknya tidak menyukai Arya karena kesombongannya.


Bahkan tidak ada yang berani menyapa Arya saat ada karyawan wanita yang berpapasan dengannya. Hal itu di karenakan Arya tidak pernah membalas senyuman atau sapaan dari siapapun juga.


Maka dari itu Arya di kenal sebagai bos yang angkuh serta dingin. Tapi hari ini semua orang di buat terkejut saat Nisa bisa berbicara dan begitu ramah pada Nisa. Padahal mereka baru saja bertemu.


Nisa yang sejak tadi berbincang dengan Arya merasa tidak enak karena dia juga memperhatikan banyak mata yang sedang melihatnya.


"Ya, kamu sadar ga kalau dari tadi banyak orang yang memperhatikan kita," ujar Nisa yang merasa tidak enak.


"Aku tahu mereka hanya tidak suka melihat kita berduaan," tukas Arya.


"Tuh kan, ya sudah kalau begitu aku akan kembali bekerja ya," pamit Nisa.


"Kita bicara lain kali saja," tukas Nisa sambil bergegas meninggalkan Arya yang masih duduk di kantin.


"Ish apaan sih Nisa, aku kan bosnya," gerutu Arya sambil memperhatikan kepergian Nisa yang sudah pergi jauh.


Sementara Arya masih duduk di kantin menikmati secangkir kopi yang sudah dipesannya tadi.


"Ternyata duduk di kantin enak juga," gumam batin Arya.


Arya sendiri tidak pernah datang ke kantin sebelumnya. Arya paling anti jika harus menginjakkan kakinya ke kantin. Namun hari ini semua orang dibuat terkejut olehnya.


"Aku tahu karyawan disini pasti menatapku heran saat aku berada di sini," gumam batin Arya.


Setelah menghabiskan minumannya Arya segera bergegas pergi menuju ruangannya dengan wajah yang cool. Sementara Nisa segera melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


"Oiya Nis, apa kamu kenal dengan Pak Arya?" tanya Sinta di sela-sela pekerjaannya.


"Mmh, memangnya kenapa Sin?" tanya Nisa lagi yang merasa bingung harus berkata apa.


"Tidak sih, cuma kalian terlihat begitu akrab saja," timpal Sinta.


"Apa iya Sin, tadi Pak Arya hanya bertanya tentang hal biasa saja," tukas Nisa yang tidak menceritakan yang sebenarnya jika dulu mereka berteman.


Nisa tidak mungkin bercerita jika dulu mereka adalah sepasang kekasih kepada Sinta. Tak terasa karena sejak tadi mengobrol kini waktunya untuk pulang. Arya sejak tadi sudah menunggu Nisa di parkiran.


"Nisa!" pekik Arya sambil melambaikan tangan ke arahnya.


"Arya, dia mau apa lagi?" tanya Nisa dalam hati.


"Apa kamu sudah mau pulang? "tanya Arya.


"Iya aku mau pulang," jawab Nisa.


"Biar aku yang akan mengantarmu pulang Nis," tawar Arya.


"Tidak usah ya, aku bisa pulang sendiri," tukas Nisa lagi.


"Ga apa-apa biar aku antar pulang ya," timpal Arya yang tetap dengan pendiriannya. Arya segera membukakan pintu mobil untuk Nisa.


"Tapi ya," timpal Nisa.


"Ayo masuk!" titah Arya.


Akhirnya karena merasa tidak enak karena Arya sudah membukakan pintu mobil, Nisa masuk juga ke dalam mobil Arya. Beberapa orang yang melihat hal itu membuat mereka merasa iri.


"Itu kan karyawan baru itu lagi, kok bisa ya sekarang satu mobil dengan bos kita. Jangan-jangan dia pake kecantikannya buat godain bos kita," ujar salah seorang karyawan yang bernama Mela.


Mela sendiri selalu tidak suka jika melihat orang lain bahagia. Di tambah sejak dulu Mela begitu menyukai Arya meski ia tahu bahwa Arya itu laki-laki yang jutek. Di saat wanita lain tidak menyukai hal itu, Mela justru sangat menyukai laki-laki seperti itu.


Sudah sejak lama Mela sangat mengagumi Arya. Bahkan Mela selalu bermimpi jika suatu saat dia bisa bersama dengan bosnya tersebut. Tapi sampai saat ini Mela masih belum mewujudkan keinginannya.

__ADS_1


Melihat Nisa yang hanya karyawan baru membuat Mela merasa muak dan berniat ingin mencelakainya.


"Awas saja kamu Nisa, aku akan memberikan pelajaran buat kamu," gumam batin Mela yang merasa sangat iri melihat mereka berada dalam satu mobil.


__ADS_2