Bukan Niatku

Bukan Niatku
27. Bukan Niatku (BN)


__ADS_3

Setelah puas berbicara dengan Aurel kini Dina segera bergegas untuk pulang karena hari mulai senja. Dina tidak mau jika sampai kemalaman tiba di rumahnya. Tak berapa lama akhirnya Adit datang dan melihat kepergian Dina.


"Kamu mau kemana Dina?" tanya Adit yang baru saja turun dari mobilnya.


"Aku mau pulang," jawab Dina.


"Ya sudah biar aku yang akan mengantarmu pulang," ucap Adit yang langsung masuk lagi ke dalam mobilnya.


Tanpa bertanya kepada Nisa terlebih dulu Adit segera mengantar Dina. Sebagai seorang perempuan, wanita mana yang tidak akan merasa cemburu saat melihat suaminya mengantar pulang wanita lain.


"Bener-bener kamu mas. Kamu memang tidak memperdulikan perasaanku," gumam batin Nisa.


Melihat suaminya yang sudah pergi Nisa segera bergegas masuk ke dalam rumah.


"Ayo kita masuk Aurel," ajak Nisa.


"Iya mah, ayo!" jawab Aurel.


"Mamah tidak apa-apa?" tanya Aurel yang memperhatikan Nisa sejak tadi terlihat cemberut.


"Ah tidak, Mamah tidak apa-apa," jawab Nisa yang terpaksa harus berbohong.

__ADS_1


"Ayo kita bersiap tidur Aurel!" ajak Nisa.


"Iya mah," jawab Aurel yang sudah berbaring di atas ranjangnya. Sedangkan Nisa entah mengapa rasanya malam ini ingin tidur di kamar Aurel.


Untuk malam ini Nisa tidak ingin tidur bersama Adit sebab dia begitu kesal saat melihat Adit mengantar Dina pulang tanpa menanyakan persetujuannya terlebih dulu. Rasanya Nisa tidak di hargai.


Sementara dalam perjalanan Adit dan Dina tidak saling bicara. Adit merasa canggung saat berada di dekat Dina. Begitupun dengan Dina yang sebenarnya merasa tidak enak.


"Oiya Adit apa kamu tidak merasa lelah? Baru pulang langsung mengantarku?" tanya Dina membuka pembicaraan.


"Tidak biasa saja," jawab Adit sambil tetap fokus pada perjalanannya.


"Apa kamu tidak takut Nisa marah dit?" tanya Dina lagi.


"Apa kamu yakin?" tanya Dina memastikan.


"Entahlah," ujar Adit.


Ketika dalam perjalanan tiba-tiba terdengar suara petir bergemuruh. Dan hujan lebat pun tak terelakkan. Di tengah guyuran hujan mereka tetap melanjutkan perjalanan mereka.


"Bagaimana ini dit, hujannya begitu deras sekali," ujar Dina yang merasa khawatir.

__ADS_1


"Aku akan mempercepat laju kendaraanku agar kita lebih cepat sampai," timpal Adit.


Satu jam kemudian akhirnya mereka tiba dirumah Dina.


"Akhirnya kamu pulang juga nak,"ujar Sofia setelah melihat anaknya pulang.


"Iya bu semua berkat Adit," timpal Dina.


"Terima kasih banyak nak Adit karena sudah mengantar Dina pulang," ujar Sofia.


"Iya bu sama-sama," jawab Adit.


"Kalau begitu saya permisi bu," pamit Adit yang ingin segera bergegas pulang.


"Apa kamu tidak akan menginap nak? hari sudah malam, lagi pula sepertinya akan turun hujan," tambah Sofia.


Disaat yang bersamaan hujan pun turun dengan begitu derasnya. Awalnya Adit merasa bingung, namun karena bujukan Dina dan juga ibunya akhirnya Adit memutuskan untuk bermalam di sana.


Di rumah Nisa masih belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya teringat lada Adit.


"Kenapa mas Adit belum pulang ya? Diluar juga hujan," gumam batin Nisa yang merasa khawatir sejak tadi.

__ADS_1


Didalam pikirannya Nisa pun mulai memikirkan hal yang tidak-tidak. Apa yang sedang suaminya lakukan bersama wanita lain di luar sana. Adit yang teringat pada Nisa ingin mengabarinya lewat pesan singkat. Akan tetapi ternyata ponselnya kehabisan baterai.


__ADS_2