Bukan Pelampiasan

Bukan Pelampiasan
Vidio Viral


__ADS_3

...''Sabar?'' Mengapa Aku sangat membenci kata sabar. Apa kalian tahu, kata sabar diucapkan saat kita sedang mengeluh atau bercerita kepada seseorang. Terkadang kita sudah bercerita panjang lebar dengan berharap bisa berbagi keluh kesah atau mencari sebuah jawaban dari hiruk pikuknya pikiran yang rumit. Namun setelah selesai, kita hanya mendapatkan kalimat kata ''sabar'' Bukankah manusia memiliki porsi kesabarannya masing-masing? Kita juga tahu bahwa kita harus bersabar dalam menghadapi cobaan yang sedang menimpa kita. Namun, bisakah kalimat support atau dukungan selain kata sabar yang diberikan. Ayolah! bisakah kalian mengganti kalimat sabar dengan kalimat ''Tenang saja, aku di sini ada untukmu. Jangan merasa sendiri ya,''...


...••••••••••••.......♡.........•••••••••••...


Tok....tok...tok...


''Masuk,'' jawab Raka dari arah dalam.


''Raka, sebentar lagi kamu tolong segera ke ruang operasi ya. Karena semua sudah siap. Tinggal menunggu kamu saja,''


''Baik dok,'' ucap Raka saat salah satu seniornya memanggilnya untuk segera melakukan operasi.


Raka segera menandaskan makannya. Karena Ia baru juga mendapatkan jatah untuk beristirahat. Sejak pagi ia sudah melakukan dua operasi, sampai-sampai ia belum sempat untuk mengisi perutnya. Terlihat Raka terburu-buru sampai ia hampir tersedak saat minum.


''Pelan-pelan Raka. Kenapa kamu buru-buru sekali,'' ucap Jenny yang tiba-tiba masuk dan menepuk pelan pundak Raka.


Raka segera menepisnya dan menghindar.


''Raka, bisakah kamu juga menjaga kesehatanmu. Kita memang seorang dokter, dan tugas kita menolong banyak orang. Tapi tidak bisa kah kamu juga memikirkan kesehatanmu? Lihatlah dirimu, kamu sudah lelah seharian. Bahkan semalam kamu juga lembur kan? Kenapa kamu tidak meminta waktu untuk beristirahat?''


''Pasien adalah nomor satu,'' jawab Raka yang tidak memperdulikan ucapan Jenny.


''Aku tahu pasien memang nomor satu dihatimu. Tapi kesehatanmu juga nomor satu. Jika kesehatanmu terganggu, bagaimana kamu bisa merawat pasien?''


''Itu benar Raka. Setidaknya dengarkan ucapan Jenny. Jangan terlalu memaksakan. Dokter bedah kan bukan cuma kamu saja. Masih banyak dokter lainnya. Ada dokter Niko dan juga kami. Kami juga bisa menggantikanmu,'' ucap Rose yang juga datang bersamaan dengan Jenny dan Cindy.


''Hei, kamu mau menggantikan apa? Melihat darah saja masih ketakutan. Lagi pula kamu itu kan dokter gigi. Dokter gigi anak lagi. Bagaimana bisa kamu menggantikan pekerjaan Raka?'' Ucap Cindy yang menyala ucapan Rose.


''Kau ini Cindy. Tidak bisa apa sebentar saja mendukungku. Kenapa setiap kali kamu selalu berselisih paham denganku?''


''Sudah sudah! Kalian ini cerewet sekali,'' Raka kemudian pergi meninggalkan ketiga gadis itu dan meletakkan makanannya di meja ruangannya. Kemudian ia pun bergegas menuju ruang operasi.


Semuanya sudah siap. Mereka mulai menjalankan tugasnya. Namun belum lama Raka berdiri, tiba-tiba badannya sempoyongan dan hampir saja ia salah memegang peralatan operasi.


''Raka, ada apa denganmu?''

__ADS_1


''Maafkan saya dokter. Sepertinya saya tidak bisa melakukan operasi ini.''


Dokter Bayu melihat wajah Raka yang pucat. Tidak bagus juga jika Raka memaksakannya. Nanti yang ada malah terjadi malpraktek dan membahayakan nyawa pasien. Untung saja operasi hari ini bukan operasi besar.


''Baiklah kalau begitu. Kamu beristirahat saja. Suster, tolong cepat panggilkan dokter Niko ke sini,'' ucap Dokter Bayu senior Raka. Selain itu ia juga menyuruh Raka untuk beristirahat.


Raka pun kemudian pergi ke ruangannya. Ia memejamkan kedua matanya yang sudah terasa berat. Selain itu ia juga merasa badannya tiba-tiba melemah dan juga kepalanya sedikit pusing. Sampai-santai Ia tertidur dalam hitungan beberapa menit saja.


Tak lama kemudian seorang dokter senior datang untuk melihat keadaan Raka.


''Raka...Raka,'' kamu terlalu memaksakan dirimu,'' monolog dokter itu sambil memberikan selimut kepada Raka.


Tanpa terasa hari mulai gelap. Raka terbangun dari tidurnya.


''Astaga! Sudah malam rupanya,'' ucap Raka saat melihat keadaan sekitar yang ternyata sudah mulai gelap.


Raka kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun saat ia akan pergi keluar, beberapa dokter dan suster sedang membicarakan sesuatu yang terdengar sangat heboh.


''Hei, apa kau melihat ini?''


''Itu kan calon kakak iparnya dokter Raka. Bagaimana bisa dia melakukan hal memalukan seperti itu,'' ucap salah satu suster yang sedang melihat ke arah ponselnya sambil menunjukkannya kepada teman-temannya.


Raka kemudian mengambil ponselnya dan melihat ada notifikasi yang dikirimkan di grup oleh beberapa rekan-rekannya.


Ternyata berita itu tentang Natasha yang kepergok oleh beberapa wartawan. Natasha kepergok sedang keluar dari sebuah kamar hotel bersama dengan dua orang pria. Dan salah satu diantara pria itu, Raka sangat mengenalnya.


''Panji? Ada hubungan apa Panji dengan Natasha? Bukankah mereka sudah lama putus kontak?'' Batin Raka.


Panji adalah salah satu mantan kekasih Natasha. Dulu mereka putus dengan alasan karena orang tua Natasha bangkrut. Tapi entah mengapa akhir-akhir ini beredar video dan juga foto-foto tentang pertemuan dan kedekatan mereka kembali.


''Apakah kakak mengetahuinya?''


Raka kemudian mengambil video tersebut Lalu mengirimkannya kepada mamanya. Setelah itu Ia pun segera mengemasi barang-barangnya dan pulang ke rumahnya.


Di sisi lain, Bu Rossa sedang memasak dengan Rena. Ia memasak berbagai makanan kesukaan Raka. Karena esok harinya mereka akan pergi menyusul Raka.

__ADS_1


Ting..


Sebuah pesan masuk ke ponsel bu Rossa.


''Ren, tolong lanjutkan gorengnya. Saya ada pesan masuk. Jadi mau melihatnya dulu,'' ucap Bu Rossa.


''Baik bu,''


Bu Rossa sangat terkejut saat melihat video yang sudah Raka kirimkan kepadanya.


''Apakah ini benar? Apakah Bryan juga mengetahuinya? Aku sudah menduganya,'' batin bu Rossa.


Karena sebelumnya bu Rossa juga sempat memergoki Natasha sedang bersama pria yang ada di dalam video itu. Mereka sedang bercanda tawa di dalam apartemen Natasha. Namun saat itu Natasha berdalih jika pria itu adalah sepupunya.


Namun di dalam berita yang dikirimkan oleh Raka, jelas disebutkan jika pria itu adalah mantan kekasih Natasha.


''Ada apa Bu? Kenapa ibu melamun?'' Tanya Rena saat melihat majikannya itu bengong sambil menatap ke arah ponselnya.


''Tidak ada apa-apa kok Ren, hanya melihat gosip saja,''


''Ibu ternyata juga suka melihat gosip toh?''


''Iya Ren, ada teman ibu yang mengirimkannya,''


''Benarkah, gosip tentang apa Bu? Apakah artis kawin cerai ya Bu?''


''Kamu ini. Apakah semua artis biasanya memberitakan tentang kawin cerai saja,''


''Iya Bu, artis-artis kan zaman sekarang kalau tidak kawin cerai pasti tentang KDRT,''


''Wah, sepertinya kamu juga suka mengikuti gosip ya Ren?''


''Tidak juga Bu. Saya lebih suka nonton drama China ketimbang nonton gosip,''


''Hahahhaa.... kamu ini Ren.. Ren. Ya sudah, ayo cepat selesaikan masakannya sebelum nanti kemalaman. Setelah itu kita bisa beristirahat lebih awal,''

__ADS_1


''Baik Bu,''


__ADS_2