
Kaivan tersenyum sinis melihat tayangan cctv itu..
Sementara Reiki disela senyumannya, hanya menatap lekat rajut wajah sang sahabat. "Adikmu sangat bekerja keras, apa kau tidak takut??.."
"Takut??.." Tanya balik Kaivan.
"Hmmm..."
"Hubunganku dan Arabella memang belum begitu dekat, tapi wanita itu sangat tahu batasan juga tugasnya sebagai seorang istri yang baik..." Balas Kaivan yang sudah tahu lebih dalam sikap istrinya.
Rei tersenyum menyeringai. "Aku rasa dia kadang kesal saat di depan umum, dimana raut wajahmu hanya datar tanpa ekspresi..."
"I don't care, memang ini kesepakatannya..."
"Hmmm..." Reiki hanya manggut-manggut saja. "Jadwal pertemuanmu dengan klien dari LA, nanti malam jam 7.."
"Siapkan!..."
"Oke..."
...~...
Di sebuah hotel..
Suara lenguhan kenikmatan mengisi ruangan itu, dua sejoli yang menghabiskan waktu dengan penyatuan, membuat tubuh keduanya dipenuhi peluh akan puncak.
Erangan Elsa tak karuan, membuat gairah Roy yang berada di atasnya semakin menjadi.. "Aaahhh s-sayang...."
"Lebih cepat Royyyhhh..." Lenguh Elsa diambang kenikmatan.
Tidak lama tubuh keduanya menegang, nafas mereka memburu saat mencapai kl*maks.
Roy mencabut miliknya, ia tidur di samping sang kekasih yang terengah-engah. "Kapan Shena kau bawa kemari lagi?.."
"Entah, akhir-akhir ini setiap aku mendatangi rumah itu Shena tidak ada..."
__ADS_1
Roy menatap lekat wajah Elsa. "Aku tak sekaya mantan suamimu, namun aku bisa menjamin kepuasan..."
Elsa terdiam, ia selingkuh dengan Roy sejak 4 tahun yang lalu, Kaivan jarang bersamanya karena saat-saat itu waktunya banyak di kantor, apalagi memberi kepuasan sangat jarang sekali..
Kaivan juga mengidap penyakit, hal itu membuat Elsa berpaling darinya hingga berlari ke pangkuan Roy..
Saat mengetahui jika Kaivan sudah sembuh dari penyakitnya, Elsa sangat menyesal apalagi karena diceraikan ketahuan selingkuh, hidupnya tak se-glamour dulu, saat ini juga untuk mendapat restu keluarga Roy, benar-benar susah..
Namun keduanya tetap menjalin hubungan terlarang itu, walaupun kadang sering cekcok..
"Aku merindukan putriku, kapan kita bisa jujur??.." Lirih Roy.
"Diamlah!..." Potong Elsa, ucapan yang dilontarkan Roy membuat perasaan Elsa merasa bersalah, terhadap Kaivan juga Roy sendiri..
.......
.......
Pukul 19:40 malam...
"Duluan Ri, gue dijemput bokap..." Balas Bella sengaja.
"Udah mau seminggu loh, lo gak bawa mobil sendiri Bel.."
"Haha.." Bella terkekeh sekilas.
"Yaudah gue duluan ya, see you tomorrow..."
"Oke see you Ri..."
Rianty berlalu pergi meninggalkan ruang kerja Arabella, walaupun ia merasa ada yang aneh, tapi Rianty tak mempermasalahkan hal itu.
Seperginya Riri, Arabella menatap layar handphone. "Apa meeting-nya masih lama??..."
"Aaaahh..." Bella membuang nafas panjang. Ia harus menunggu Kaivan untuk pulang bersama.. "Ya! pesan taksi saja, dia masih lama, lagian kita tak serumah..."
__ADS_1
Arabella berdiri meraih barang-barangnya, saat ia hendak keluar Reiki dan 1 asisten perusahaan datang.
"Ya ampun mengagetkanku saja..." Terkejut Bella.
"Bel ikutlah, kau bisa menunggu Kaivan di kamar pribadinya.." Ujar Rei..
"Gak usah, aku mau pulang sekarang saja sepertinya Kaivan juga masih lama.." Balas Bella.
"Tidak ada bantahan..." Tolak Rei dengan ramah.
"Hah!???..."
"Mari ikutlah!..."
"T-tapi..." Terbata Arabella, akhirnya mau tak mau ia pergi menuju ruang CEO utama, di antar salah satu asisten perempuan.
Sesampainya di kamar pribadi Kaivan, Arabella yang seorang diri hanya diam melihat sekeliling. Setelah menikah sikap Kaivan tak seperti yang sudah-sudah, ia sengaja sedikit menghindari Arabella memberinya ruang.
"Sikapnya akhir-akhir ini dingin, tapi foto pernikahan itu? aku tak menyangka jika dia akan memasangnya.." Gumam Bella.
Melihat kasur mewah yang tampak empuk, Arabella melemparkan tubuhnya sembarang, rasanya nyaman sekali seolah rasa lelahnya hilang..
Tak lama Arabella kembali bangun melihat lemari pakaian Kaivan, ia mengambil 1 kemeja putih dan membawanya ke kamar mandi.
Wanita itu melepas pakaian mengguyur tubuhnya dengan shower.. "Segar sekali...." Lirihnya
Setelah selesai, Arabella mengenakan kemeja Kaivan sebagai ganti, ia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kemeja putih itu, paha jenjangnya yang putih mulus terekspos..
Arabella menjatuhkan tubuhnya kembali di atas kasur, pikirannya cukup satu hanya ingin rebahan, hingga tak terasa matanya terpejam.
Kaivan memasuki ruang CEO utama, ia melepas jasnya sementara Rei menutup pertemuan dengan klien dari LA..
Langkah lelaki itu menuju kamar pribadi, pintu dibuka masuklah Kaivan ke dalam. Kaivan terdiam mematung melihat Arabella yang sudah tertidur lelap dengan pakaiannya yang terkesan sexy, walaupun hanya kemeja putih saja, namun kaki jenjangnya terekspos hingga pangkal ************.
"Apa dia lupa jika sedang berada di kamarku?..." Gumam Kaivan, mendekati Bella...
__ADS_1