Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Chapter 57


__ADS_3

"Walaupun Nathan pernah menjadi bagian dari masa laluku, aku dan dirinya masih berteman baik persis seperti yang kalian lihat saat ini.. Jadi jangan berpikir kemana-mana, ya walaupun aku sendiri tidak jujur akan hal ini lebih dulu...." Timpal Arabella sengaja, ia tak mau mbak Yeni yang tahu hubungannya dengan Kaivan, berpikir aneh-aneh.


Yeni dan pak Dito menghela nafas lega. "Syukurlah, namun aku masih tak menyangka jika kalian pernah menjalin hubungan..."


Nathan hanya diam tak suka dengan jawaban Arabella, sementara Arabella tampak acuh tak acuh.


Karena jam kerja sudah mulai, mereka berkumpul untuk melakukan tugas masing-masing di berbagai tempat..


Saat makan siang....


Melihat pak Dito dan mbak Yeni fokus diskusi di tempat duduk, Arabella menarik tangan Nathan ke tempat yang jauh dari kerumunan orang.


"Apa maksudmu Nathan!??.." To the point Bella.


Nathan mengangkat alisnya. "Tentang apa kakak ipar? hah, lucu sekali menyebut orang spesial dengan sebutan itu..."


"Ck!..." Arabella berdecak jengah. "Langsung saja, kenapa kau malah mengakui hubungan kita yang sudah berlalu itu! tidak ada gunanya kau sekarang adik iparku..."


"Bella...... Aku juga bebas untuk berkata apa saja, setidaknya mereka tahu aku juga beruntung pernah memilikimu.. " Lirih Nathan, ia mengelus wajah cantik itu.


Namun seketika Bella menghindar. "Jika Kaivan mengumumkan pernikahan kami, bagaimana tanggapan orang-orang perusahaan!?. Sementara kau sendiri adiknya! pak Dito orangnya ringan mulut Nathan!!..."


"Itu urusanmu dengannya, aku hanya berkata jujur Bella...."


Arabella memijit pusing kening. "Aku sekarang kakak iparmu, tidak ada rasa kasihan sedikit saja kah!??.."

__ADS_1


Nathan meremas ujung baju kuat. "Kau tetaplah wanita yang ku cintai, tak peduli dengan status kakak ipar! ingat itu...."


Arabella terdiam, sejak hubungan mereka berakhir. Nathan sering menunjukkan sikap dirinya yang egois..


"Sadarlah, and I hate you!...." Hanya itu kata-kata yang diucapkan Bella, setelahnya ia berlalu pergi meninggalkan Nathan sendirian di sana.


"Aku memang gila, setidaknya kita bicara bersama Arabella..." Lirih Nathan dengan tatapan kosong.


Mbak Yeni merasa ada yang aneh saat Bella datang, dengan raut wajah tampak ditekuk. "Are you okey?..."


"I'am okey..."


"Dimana Nathan?..." Tanya Dito celingak-celinguk.


"Aku di sini..." Nathan tiba-tiba muncul dan duduk kembali bersama mereka berempat.


"Jika undangan langsung dari tuan Bram, aku sudah pasti tak bisa menolak.." Balas mbak Yeni.


"Akan ku usahakan..." Jawab Bella singkat, moodnya benar-benar berubah karena perdebatan tadi dengan Nathan..


"Oke, semuanya fiks!...."


~


Sore hari

__ADS_1


Arabella membuka pintu dan masuk ke dalam hotel, ia baru pulang...


Wanita itu menatap sekeliling ruangan yang sunyi, beberapa pesan yang dikirim kepada Kaivan belum dibalasnya. Entah apa yang dilakukan suaminya saat ini.


Bella menghela nafas panjang, sebelum handphonenya tak aktif Kaivan sempat mengirim pesan, agar tak perlu mencarinya kemana, karena memang ada urusan di luar sana.


Namun Kaivan sendiri tak lepas memantau kegiatan istrinya dari kejauhan..


"Biasanya lo juga sering sendiri Bel, kenapa setelah pengungkapan perasaan itu berjauhan sebentar saja rasanya setahun.. Aaaarrghh!...." Arabella melemparkan tubuhnya di atas kasur, bayangan Kaivan semakin melekat dalam hati maupun pikirannya.


Sore tergantikan dengan malam...


Sebelum pergi ke tempat party, Arabella meminta izin kepada Kaivan... Kaivan yang dari seberang sana membaca pesan istrinya hanya terdiam, namun ia mengizinkannya. "Sepertinya aku harus cepat pulang!...."


Tempat party....


Arabella menghampiri para rekan kerja yang sudah duduk dan tiba di sana lebih dulu, banyak sekali orang-orang di sana melepas beban dunia dengan bersenang-senang.


Suara dentuman musik sangat menggema, mbak Yeni dan pak Dito ikut joget, Nathan? entah kemana lelaki itu katanya pergi ke luar dulu...


Arabella meneguk wine, rasanya hari ini benar-benar melelahkan entah fisik maupun batin..


Tak terasa Bella sudah minum wine hampir 5 botol, ia merem melek tubuhnya sudah hilang keseimbangan.


Nathan duduk kembali di sana, lelaki itu terdiam dengan kondisi Bella.. "Bell???..."

__ADS_1


"T-tubuhku kenapa terasa panas? wine ini berbeda..." Terbata Bella setengah sadar, entah kenapa hasrat bercintanya tiba-tiba membara, Bella kesulitan dalam hal ini....


"Apa butuh bantuan? aku akan membantumu..." Lirih Nathan seraya meraih pinggang wanita cantik itu.


__ADS_2