Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Chapter 41


__ADS_3

Dyandra yang sedang menikmati angin malam di atas balkon, terkejut dengan kedatangan Nathan dengan raut wajah yang tak bisa diartikan. "Ada apa?..."


"Papa selama ini menyembunyikan apa dariku!???..." Mulai Nathan to the point.


Dyandra terdiam, lelaki paruh baya itu membaca raut wajah anak tirinya. "Apa maksudmu, Nathan?..."


"Hubungan Kaivan dan Arabella pasti papa sudah tahu, mungkin papa juga di sini menyembunyikan hal itu dariku, benar kan pah!..."


"Nathan....." Lirih Dyandra disela menghela nafas panjangnya.


"Hubungan apa yang mereka miliki? kenapa selama 2 minggu ini Bella selalu pulang bersama dengan Kaivan!..." Tanya Nathan.


Dyandra menatap lekat Nathan. "Lambat laun kamu juga pasti tahu ini, kakakmu dan Arabella sudah menikah sejak lama..."


Deg!!


Mata Nathan melotot, tubuhnya terasa lemas dan gemetar.


"Papa tahu kamu tidak bisa menerima, namun satu hal yang harus kamu ingat, pernikahan itu tak akan berlangsung jika Arabella sendiri tak menyetujuinya.. Berhenti mengejar Arabella, kau memiliki Sely Nath. Papa harap kamu mengerti..." Ujar Dyandra.


"M-menikah???..." Lirih Nathan terbata dengan suara gemetar, tubuhnya jatuh ke lantai.


Melihat itu Dyandra langsung membantunya untuk berdiri kembali.


"Papa tega!...."

__ADS_1


"Tidak, kau yang menyiksa diri tak mau menerima kenyataan, jika Arabella sudah tak mencintaimu lagi.." Potong Dyandra. "Semua anak-anak papa, papa menginginkan kebahagiaan bagi kalian. Jadi, keluarlah dari zona itu Nathan, cari kebahagiaan lain termasuk dirimu..."


Nathan menggertakan rahangnya, ia menepis tangan ayah tirinya itu, lalu memilih pergi tanpa berucap sepatah kata pun.


Dyandra menghela nafas berat. "Kuharap sikap keras kepalanya itu hilang..."


Sesampainya di kamar, Nathan membanting pintu dengan keras. Ia terjatuh di lantai menangis sesegukan, dadanya terasa sesak juga hatinya yang sangat sakit, rasa menyesal itu menghantuinya, jika saja ia tahan sedikit saja untuk tak selingkuh, mungkin Bella sudah jadi miliknya. "Aaaarrgh! hiks hiks, A-Arabella...."


...*...


...*...


Apartemen....


"Wanita ini memang benar-benar merepotkan perasaan orang!..." Lirih Kaivan, mengatur nafas.


Kaivan naik ke atas ranjang, ia menindih tubuh polos Bella, tatapan matanya menatap lekat wajah cantik yang sedang tertidur pulas.. "Arabella...."


Tangan kekar Kaivan menyentuh perut ramping istrinya, Kaivan mencium sekilas bibir dan pipi Bella. Tangan kekarnya semakin naik ke atas, hingga menyentuh salah satu gundukan kencang milik wanita cantik itu.


Sentuhannya kini berubah menjadi remasan lembut, Kaivan benar-benar dibuat menggila oleh Arabella, ia menciumi sekitar area sensitif, meninggalkan bekas kepemilikan di sana.


"Emmmhh!..." Lirih Arabella dengan mata yang masih terpejam, ia dapat merasakan tubuhnya terasa berat, sesuatu menggelikan bersamaan dengan rasa nikmat juga, menggerayangi area dada Bella.


"Kau tertidur??.." Bisik Kaivan sambil mencium telinga Bella.

__ADS_1


Remang-remang mendengar suara, Arabella membuka mata indahnya perlahan.. "Suara ini???..."


Wajah tampan dengan sorot mata yang sudah dikuasai nafsu, tatapan Bella dan Kaivan bertemu, saling tatap cukup lama.


"Ini? i-ini!!!!!..." Batin Bella syok, ia tidak mabuk sepenuhnya hanya setengah sadar.


Kaivan tersenyum menyeringai, saat Arabella akan berucap ia malah mengulum bibirnya penuh agresif..


"K- Kaiv... Mmmh!..."


"Tidak, bukankah aku tak berpakaian sama sekali??.." Batin Bella, tubuhnya seketika panas akan sensasi yang diberikan Kaivan.


"Aaahhh!..." Lenguhan lembut berhasil lolos dari bibir Arabella, dimana Kaivan menggerayangi dua benda berharga itu layaknya bayi kehausan.


Suara kecapan bibir terdengar menggema di seluruh ruangan, bibir Arabella sedikit bengkak akan ulah suaminya, disela cumbuan panas itu tangan kekar Kaivan turun menyusuri perut....


Mengelus lembut di sana, semakin turun ke bawah...


Arabella sedikit berontak disela tubuhnya yang mulai memanas, ia kembali mencium dan ******* bibir sexy itu dengan rakus..


Tidak lama Arabella terkulai tak sadarkan diri, Kaivan berhenti dari aksinya, rupanya istrinya itu kini benar-benar terpengaruhi alkohol.


Kaivan tersenyum menyeringai, namun terbesit rasa kecewa. "Ya benar, kau memang merepotkan Khanza!...."


Dimana Kaivan sudah tak tahan, namun Arabella malah tepar.. "Ingatlah kejadian malam ini, walaupun kau mabuk!..." Bisik Kaivan.

__ADS_1


Lelaki itu merubah posisi, ia langsung menutupi tubuh indah Bella dengan selimut.. "Haisshh!!! jika sudah waktunya tak ada ampun bagimu Khanza..."


Sebenarnya bisa saja Kaivan melakukannya sekarang, namun ya itu, dia hanya mencumbu dan menggerayangi tidak lebih, untuk melakukannya akan ia lakukan dalam keadaan sadar...


__ADS_2