
Arabella terdiam saat Kaivan mengecup bibir ranumnya sekilas. "K-kau!...."
Tanpa berucap lagi, Kaivan memasuki kamarnya membiarkan Bella mematung sendiri di sana.
"Haish..." Bella menyentuh bibirnya, pipinya tampak merona namun tidak lama, Bella memilih masuk ke dalam kamar, menyiapkan kebutuhan untuk bertugas di LA besok..
Pagi pun datang....
Dyandra Group...
Di ruang khusus, terlihat mbak Yeni, pak Dito dan juga Nathan sudah berkumpul.. Reiki juga sudah ada di sana, dengan langkah yang sedikit buru-buru, Bella sampai di sana.
"Maaf, aku terjebak macet di jalan.." Ujar Bella.
"Tak masalah..." Jawab Reiki. "Apa semuanya sudah tiba?.."
"Sudah tuan.." Jawab Dito.
"Baik para asisten sudah menunggu di lantai utama, mereka akan mengantar kalian untuk melakukan penerbangan..." Jelas Rei..
"Baik..." Jawab mereka serentak...
"Oke, selamat bertugas dan pulang kembali dengan selamat!..." Tukas Rei memberi semangat.
"Iya tuan!..."
Mereka melangkah menuju lantai utama, Nathan yang dari tadi memperhatikan Bella langsung merebut koper mantan kekasihnya itu. "Biar aku yang bawakan Bel!.."
"Tak usah...." Potong Bella..
"Tak apa, kau keberatan!..."
"Aku masih kuat Nath!.." Bella kembali merebut. "Kamu juga bawa koper, jangan terbebani..."
Reiki memantau aksi rebutan itu. "Biar saya yang bawa!.." Ujarnya membawa koper Bella.
__ADS_1
Bella dan Nathan terdiam.
"Pasti suruhan Kaivan! cih!.." Batin Nathan kesal. Tanpa bicara ia masuk mobil dengan dua kopernya.
Nathan disatu mobil kan dengan Dito, sementara Arabella dengan mbak Yeni.. Sebelum pergi Reiki memberi kode kepada mbak Yeni, agar di setiap perjalanan memberitahukan kabar Arabella kepadanya...
Walaupun terasa ada yang janggal bagi mbak Yeni, namun ia tetap patuh saja..
Mobil pun melaju untuk melakukan penerbangan....
"Ya begitulah ulah adikmu..." Ucap Rei setelah tiba kembali di ruang CEO utama.
Kaivan menutup layar cctv. "Nathan sepertinya sangat terobsesi kepada istriku!..."
"Cepat kasih tahu hubungan kalian yang sebenarnya! mungkin dia akan mundur, jengah sekali aku dengan tingkahnya!.." Gatal Rei.
"Dia sudah tahu pernikahan kita dari papa...."
Rei terdiam....
Kaivan tersenyum menyeringai. "Gajimu akan ku tambah dua kali lipat!..."
"Dengan senang hati, bila perlu buat keponakan untukku di LA..." Sengaja Rei.
Kaivan berdiri dari kursi kebesaran. "Kau tak perlu menyuruhnya, aku sudah tahu harus apa di sana..."
Rei terkekeh sekilas.
Kaivan memakai jas, setelahnya ia melangkah menuju lantai atas dengan diantar Rei...
.......
.......
Los Angeles (LA)
__ADS_1
Talent pool dari Dyandra Group sampai di LA sekitar jam 7 malam, mereka langsung melakukan pertemuan dengan klien perusahaan di sana..
Sekitar 2 jam lebih, mereka menyelesaikan pekerjaan yang akan dilanjutkan besok, di lokasi berbeda tentunya.
Setelah saling bersalaman dengan klien luar negeri, mereka berempat siap pulang ke penginapan, yang telah disiapkan Kaivan juga perusahaan.
Sangat melelahkan memang..
Sesampainya di hotel...
Arabella langsung memasuki kamar mandi, melepas semua pakaiannya, merendam tubuh menghilangkan lelah...
Karena cuaca dingin, ia menyelesaikan aktivitas mandinya itu dan kembali ke kamar...
Tidak langsung berpakaian, Arabella menikmati pemandangan malam kota LA.. "Sangat indah dilihat, jika malam hari..."
"Benarkah?...."
Deg!!....
Arabella terhenyak saat sebuah tangan kekar melingkar pada perutnya, dari arah belakang.
"Jangan terkejut, ini aku... Kau sudah mengetahuinya bukan, jika aku akan ke sini?..." Lirih Kaivan.
"Kaivan...."
"Tubuhmu wangi sekali, apa kau baru saja membersihkan diri?.." Tanya Kaivan yang mengendus aroma tubuh istrinya.
"Ya, aku tak tahan karena gerah... Sejak kapan kau sampai di sini?.." Tanya Bella sambil memutar badan menghadap suaminya.
"Tadi...."
Arabella terdiam, saat melihat tubuh kekar Kaivan tanpa penutup sehelai benang pun.. Terlihat sehabis mandi juga saat melihat rambutnya yang basah.
Pipi Bella merona akan tatapan dalam Kaivan, ia mengalihkan pandangan. "Ini dingin, kenapa kau tidak mengenakan baju?.."
__ADS_1
Tangan Kaivan yang satu, menarik tali piyama yang digunakan Bella.. "Suasananya sebentar lagi akan berubah, sebentar lagi....." Bisik Kaivan lembut, membuat darah Arabella berdesir akan ulahnya.