Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Chapter 51


__ADS_3

...~...


Kaivan mengerjapkan mata, saat sinar matahari menyeruak masuk lewat celah jendela. Pemandangan bangun pagi yang biasanya hanya bantal kosong, kini terdapat wajah cantik nan ayu yang masih terlelap..


Lelaki itu mengembangkan senyum tipis, bukannya malah bangun malah menikmati kecantikan Arabella.. Kejadian panas yang dilalui mereka semalam, semakin membuat Kaivan mengembangkan senyumnya.


"Dia kelelahan karena ulahku..." Gumam Kaivan, ia mencium pipi Bella sekilas.


Terlihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 07:32 dini hari, Kaivan bangun dari tidurnya, ia mengambil handuk sepaha untuk menutupi tubuh polosnya itu.


Kaivan mengotak-ngatik handphone, memesan makanan untuk sarapan nanti. Ia tak berniat membangunkan sang istri, biarkan saja dia bangun dengan sendirinya karena tak mau mengganggu..


Sementara di tempat lain.


Mbak Yeni, Dito dan Nathan, tampak menunggu kemunculan seseorang..


"Ini sudah mau jam 8 pagi, kenapa Bella belum datang juga ya? padahal pertemuan sebentar lagi dimulai.." Tanya pak Dito.


Mbak Yeni dan Nathan terdiam..


"Aku sudah menghubunginya lebih dari 5 kali, tapi handphone Bella tak aktif.." Timpal mbak Yeni.


"Apa ada sesuatu? tumben Bella telat, dia orangnya sangat disiplin.." Potong Dito.


"Aku akan ke hotel Bella untuk memastikannya!!.." Timpal Nathan to the point.


"Baiklah kabari kami jika ada sesuatu.."


"Iya mbak.." Timpal Nathan.


Nathan melangkah meninggalkan ruang tunggu menuju lift, hotel tempat Bella menginap ada di lantai 45, sedangkan ia dan yang lain di lantai 40. Entah kenapa berbeda, Nathan sendiri tak mempermasalahkan itu.


Lift sampai di lantai 45, dengan berlari kecil Nathan berjalan menuju kamar hotel Bella.


Tok tok tok tok!


Tok tok tok tok!!

__ADS_1


"Bell???...." Panggil Nathan.


Dari dalam tidak ada sautan. "Bell???..."


"Kemana dia? apa masih tidur?.." Tanya Nathan yang keheranan.


Tok tok tok!


Tidak lama pintu kamar terbuka perlahan..


"Ah syukurlah, kenapa lama sekali aku sud......


Nathan tak melanjutkan ucapan, ia terdiam mematung juga terkejut saat melihat orang yang membukakan pintu dari dalam. "K-Kaivan!...."


Bibir Nathan terasa kelu, jantungnya seakan berhenti sejenak. Kaivan hanya mengenakan handuk sepaha, tubuhnya kekarnya tampak polos tanpa penutup.


"Kau menjemput Bella? dia baru mandi, sebentar lagi ia turun ke ruang tunggu, jadi kembalilah..." Ucap Kaivan.


"Kau di sini!??..." Tanya Nathan dengan raut wajah yang seakan tak percaya.


"Hmmm, menemani istriku yang sedang bertugas.."


"Oke!.."


Hanya itu yang dikatakan Nathan, setelahnya ia balik badan dan berlalu dari sana dengan perasaan sesak juga sakit hati yang sangat amat sakit.


Sementara Kaivan kembali masuk ke dalam...


Terlihat Arabella yang buru-buru berpakaian, kesana-kemari di depan Kaivan. "Kenapa kau tidak membangunkan aku? ini telat!..."


"Aku bisa mengatur jadwal dengan mudah Khanza, jangan tergesa-gesa..."


"Jangan diubah! mereka sudah lama menunggu, akan aneh jika diundur.." Potong Bella, yang sudah siap.


Kaivan hanya diam saja.


"Aku pergi..." Ujar Bella main nyelonong.

__ADS_1


"Hey hey!..." Tangan kekar Kaivan menahan tubuh istrinya.


"Apa?.."


"Tidak mencium suami dulu sebelum pergi? hmm!.."


"A-aku itu..." Bella dibuat kikuk sendiri. "Buru-buru, ya buru-buru! bisakah kau melepas tangan?.."


Kaivan menatap tajam istrinya, dirasa akan lama jika tak patuh. Bella mendekatkan wajah hendak mencium pipi sang suami, saat hendak menyatu, Kaivan sengaja menoleh sehingga bibir bertemu bibir..


CUPP!...


Bella terkejut membulatkan mata, Kaivan menekan tengkuknya untuk memperdalam ciuman.


"Mmmh!...." Arabella kelabakan dengan ulah suaminya yang tiba-tiba mencumbunya dengan brutal.


Kaivan sengaja ******* dan menyesapnya dengan dalam, dengan sedikit berontak Bella mendorong dada kekar Kaivan sehingga ciuman pun terlepas.


Nafas Bella terengah-engah, bibirnya basah. "Haish, a-aku pergi!..."


Tidak ada jawaban dari Kaivan, ia hanya menatap lekat kepergian sang istri. "Hmmm....."


Dengan berlari kecil, Bella keluar dari dalam lift menuju ruang tunggu. Di sana terlihat mbak Yeni, Dito dan Nathan menunggu.


"Semuanya maaf...." Ujar Bella dengan nafas ngos-ngosan.


"Masih ada waktu..." Jawab mbak Yeni.


"Oke..."


Nathan hanya diam menatap nanar mantan kekasih, yang sekarang menjadi kakak iparnya itu.


"Apa ada sesuatu? kenapa cara jalanmu begitu Bel?..." Tanya mbak Yeni merasa aneh dengan Bella.


Deg!....


"Bukan apa-apa mbak, mungkin efek kelelahan... Ya kelelahan!..." Sengaja Arabella dengan wajah yang perlahan merona.

__ADS_1


"Ah begitu ya, oke sekarang mari kita ke tempat pertemuan..."


"Baik..."


__ADS_2