
...~...
D*sahan lembut bersautan keluar dari bibir Bella juga Kaivan, penyatuan panas itu terulang kembali di Villa...
Suasana yang tadinya dingin karena hujan, sekarang berubah menjadi panas, peluh-peluh sudah membasahi tubuh polos sepasang suami istri yang sedang memadu kasih.
Kaivan benar-benar membuat Arabella terbang melayang dengan aksinya, tubuh keduanya kembali menegang saat mencapai puncak, entah ke berapa kali...
Kaivan menjatuhkan tubuhnya di atas Bella, nafas keduanya terengah-engah... Ia dapat merasakan jika milik istrinya berdenyut juga hangat. "I love you....."
Arabella tersenyum sekilas...
Karena tak tahan, Kaivan kembali mencumbu bibir sexy itu m*ngulumnya dengan agresif... Tubuh indah Arabella benar-benar membuatnya menggila, dua gundukan kencang diremasnya dengan lembut...
Pipi Bella merona, Kaivan belum mencabut miliknya di bawah sana.. "Kau masih menginginkannya?..." Tanya Bella melepas ciuman.
Kaivan tak langsung menjawab, ia terpana dengan kecantikan istrinya apalagi dengan posisi extrim saat ini. "Hmmm, tubuhmu sangat candu sayang...."
Cup!....
Arabella mengecup leher Kaivan, sesuatu yang membara semakin menggila pada diri Kaivan.. Ia kembali meraup rakus bibir Bella, tangan kekarnya perlahan mengelus lembut perut rata itu, semakin turun ke bawah hingga bermain manja di area sensitif.
Arabella meremas tangan kekar Kaivan, ia menengadah dengan ulah suaminya di bawah sana... "K-Kaivannn aahhhhhhh!......"
Saat tubuh Bella menegang, Kaivan tersenyum ia menengadah melihat wajah cantik yang terengah-engah..
Dengan perlahan Kaivan kembali memaju mundurkan miliknya...
__ADS_1
Dua gundukan kencang yang ikut naik turun tak lepas dari cumbuan...
"Mmmmh... K-Khanza aahh!...." Erang Kaivan.
Untuk kesekian kalinya tubuh Bella kembali terguncang akan penyatuan.
Seisi kamar itu menjadi saksi, akan penyatuan panas sepasang suami istri yang sedang dimabuk asmara....
...*...
...*...
Indonesia
Shena akhirnya terlelap tidur di kamar yang disediakan Elsa. Melihat putrinya yang sudah terlelap, Elsa keluar kamar meninggalkannya...
Terlihat Roy menunggu di ruang tengah. "Kita perlu bicara Elsa...."
"Tentang apa?..."
"Aku dan putrimu..."
Elsa terdiam, ia sangat enggan jika Roy membahas hal ini.
"Mau sampai kapan kau menutupi jika aku ayah kandung dari Shena? hubungan kita sudah terjalin sangat lama, jika menikah pun itu sudah waktunya, apa alasanmu sehingga menutupi kebenaran ini, hingga bertahun-tahun Elsa?..." Ujar Roy.
"Roy aku mengantuk kita bicarakan lain kali..." Potong wanita itu hendak melangkah pergi meninggalkan sang kekasih menuju kamar.
__ADS_1
"Apa karena kau masih menginginkan Kaivan!...."
Langkah Elsa terhenti seketika.
"Jika iya oke fine! aku akan mundur dan pergi dari hidupmu, tolong jangan menggantung hubungan, kau bertindak seolah tak mau melepasku maupun Kaivan sendiri!..."
Ucapan Roy begitu menampar bagi Elsa. "Roy....."
"Katakan!..." Tegas Roy to the point, ia sangat menginginkan hubungan yang jelas. "Jika kau masih menginginkan Kaivan, pergilah... Namun Shena akan ku bawa karena dia putriku!..."
"Ucapanmu sangat menyakitkan! tentu saja aku mencintaimu...." Elsa memeluk erat Roy.
"Jika kau benar-benar mencintaiku berhenti mengejar Kaivan, dan katakan kebenaran ini padanya maupun keluarganya jika Shena adalah putriku...."
"A-aku takut, bagaimana reaksi Kaivan dan papa Dyandra? lelaki tua itu juga sangat menyayangi Shena sebagai cucu, bagaimana reaksinya jika tahu hal ini? tolong mengerti, membayangkan saja aku tak bisa..." Tukas Elsa...
"Itu resiko dari pilihan yang kau ambil, kau tidak bisa lari Elsa... Aku akan bicara dengan tuan Dyandra...."
Tangan Elsa menahan Roy yang ingin berlalu menuju kamar. "Tapi Roy aku belum siap....."
"Maka aku yang akan pergi..."
"Jangan! aku akan ikut denganmu dan mengakuinya..." Timpal Elsa, jujur setelah kehilangan Kaivan, Elsa tidak mau jika harus kehilangan Roy juga.
"Oke kita ke rumah tuan Dyandra besok...
Dengan pasrah Elsa mengangguk, mau tak mau harus mau, sepasang kekasih itu masuk kamar bersama untuk istirahat...
__ADS_1
Shena yang mengintip dari celah pintu kembali menutupnya, gadis kecil itu terisak tak menyangka. "Hiks hiks hiks hiks, ternyata papa Kaivan bukan papa Shena.. Kenapa mama melakukan ini? hiks hiks hiks, ya Tuhan hati Shena sakit sekali....."
Gadis kecil itu semakin terisak dengan posisi memeluk lutut. "Hisk hiks, bibi Shena mau pulang....."