Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Chapter 58


__ADS_3

Arabella menoleh ke arah Nathan, matanya bahkan sudah berat, gelora dalam diri Bella semakin membara. "Tidak usah! dimana mbak Yeni? tolong panggilkan dia.." Lirih Bella berusaha agar kesadarannya tetap terjaga.


"Mbak Yeni sedang bersenang-senang, tadi ia pindah entah kemana.. Apa kau baik-baik saja Bell? katakan jika membutuhkan sesuatu..." Balas Nathan, menyingkapkan rambut yang menutupi wajah cantik Bella.


Karena ingin jaga jarak dengan Nathan, Bella berdiri dari duduknya namun tubuhnya tiba-tiba oleng...


"Bell!..." Nathan terkejut saat Bella terhuyung, ia langsung menarik tubuh ramping itu.


BRUKH!...


Nathan terjatuh tepat di atas tubuh Bella, nafas Bella semakin tak beraturan efek dari wine yang diminumnya, ia bahkan sudah susah membuka mata. "Panggilkan Kaivan, aku membutuhkan air tubuhku panas sekali!.."


Nathan terdiam melihat wajah cantik wanita yang dicintainya, ia menelan saliva bahkan bibir keduanya sangat dekat.


"Aku akan membawamu, ikut aku!..." Lirih Nathan ia merubah posisi, mengangkat tubuh Bella yang terhuyung.


GREPH!...


Deg!


Mata Nathan tak berkedip saat sebuah tangan menahan pundaknya dari belakang.

__ADS_1


"Mau kemana!!???..."


"Dia ada di sini!!.." Batin Nathan terkejut, saat mendengar suara yang begitu familiar. Dengan perlahan Nathan menoleh ke arah belakang.


Terlihat lelaki tinggi bertopi hitam di sana, Kaivan berdiri dengan tatapan tajam ke arah Nathan. Kaivan menggertakan rahangnya, saat melihat Arabella dalam gendongan adik tirinya itu.


Dengan satu tarikan Kaivan merebut Arabella dari gendongan Nathan, menidurkan istrinya pada kursi tempat party di sana.


BUGH!!!!....


"Akhh!..." Nathan terjatuh ke lantai akan pukulan keras Kaivan, semua orang yang sedang party berteriak terkejut.


Nathan mengelus bibirnya yang berdarah karena pukulan, ia berdiri membalas tatapan penuh amarah kakak tirinya. "Kenapa? aku bahkan mau membantunya, apa karena aku adik ipar sekaligus mantan kekasihnya hmm?.."


"Kau pikir aku tak tahu? penderitaan macam apa yang kau inginkan Nathan, ingat ini baik-baik! aku mudah menghancurkan masa depanmu, tak peduli jika ibumu istri ayahku!!...." Bisik Kaivan tanpa ekspresi.


Nathan menelan saliva, sebenarnya ada rasa takut dari lubuk hati lelaki itu. "Namun papa tidak akan membiarkannya! masalah Arabella kau tidak bisa menahan perasaanku Kaivan...."


Kaivan tersenyum sinis. "Aku bahkan bisa bertindak tanpa persetujuan papa, jika kau ingin aman ubah pandangan hidup sebelum ku ubah hidupmu lebih mengenaskan!..."


"Aku mencintainya!...." Potong Nathan dengan suara gemetar.

__ADS_1


Kaivan mengepal tangan kuat, jika ini bukan kerumunan mungkin Kaivan tak memberi ampun. "Aku suami dan lelaki yang dicintainya!..."


Nathan terdiam mulutnya kelu tak bisa membantah saat Kaivan berbisik hal itu, semua orang yang ada di sana menyaksikan...


Kaivan menggendong tubuh Bella, membawanya pergi dari sana.


"I-tu tuan Kaivan!? tunggu Bella kenapa? kenapa ia dibawa atasan kita? apa yang sebenarnya terjadi di antara kamu dan kakakmu Nathan?..." Tanya pak Dito.


Mbak Yeni menahan tangan Dito memberi kode. "Shut! biarkan mereka menyelesaikan masalahnya masing-masing..."


Dito terdiam, tanpa pikir panjang Nathan meninggalkan tempat party itu dengan amarah yang memuncak juga tak terima.


~


"Panasss,,, ini panass sekali ahhhh!...." Lirih Bella menggeliat tak beraturan, ia tak tahan.


Sesampainya di hotel, Kaivan langsung membawa istrinya ke kamar mandi meletakkannya ke dalam bathtub.


Barulah Bella dapat membuka matanya, ia tidak sepenuhnya mabuk hanya karena pengaruh wine, kepala dan tubuhnya terasa berat. "K-Kaivan...."


Kaivan mengelus wajah cantik itu, ia mengangkat tubuh istrinya membawa Bella ke bawah guyuran shower.

__ADS_1


Arabella melepas seluruh pakaian di hadapan Kaivan. "Bantu aku menyelesaikannya, ini benar-benar menyiksa..."


Kaivan menyunggingkan senyum tipis. "Of course karena ulahmu juga, dia sudah berdiri tegak honey..."


__ADS_2