Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Chapter 46


__ADS_3

Pipi Bella seketika merona. "Ah i-ini dingin..."


"Seharusnya tadi aku langsung usir saja Elsa, kenapa kau malah membiarkannya Khanza? benar firasat ku wanita itu pasti cari ribut..." Timpal Kaivan..


"Aku menghargainya karena dia ibu putrimu..."


"Ck!..." Kaivan berdecak sekilas, dengan penuh perhatian ia terus mengompres pipi Bella.


"Darimana Elsa tahu keberadaanmu?.." Gumam Kaivan.


Tidak ada jawaban dari Arabella.


"Tempat ini yang tahu hanya Reiki dan Shena, apa mungkin Shena?..."


"Bisa jadi, tapi sudahlah jangan dipikirkan, mungkin Elsa membujuk Shena dengan rayuan dan lain sebagainya.." Timpal Bella.


"Kalau begitu mulai sekarang kau tinggal di mansion ku!..."


"H-hah!???..." Arabella sedikit menjauh, sehingga Kaivan berhenti mengompresnya.


"Why??.." Tanya Kaivan dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"Kenapa harus pindah? bukankah kau sepakat?.."


"Elsa sudah tahu kau tinggal di sini, bagaimana jika dia datang lagi, kita tidak tahu nanti dia akan melakukan apa..." Potong Kaivan.


"Kau tahu kemampuanku bukan? jangan khawatir ak....


GREPPH!...


Kaivan menarik tubuh Bella ke dalam dekapan. "Walaupun kau sendiri bisa mengatasinya, namun tetap saja kau istriku mana mungkin aku tak khawatir. Tidak ada bantahan kita pindah ke mansion sekarang! gak mungkin juga jika sampai kakek nenek kita berdua tinggal terpisah..."


Arabella terdiam mematung, Kaivan sangat memperhatikan keselamatannya walaupun ia sendiri ahli dalam hal itu..


"Tinggal satu atap ya?..." Batin Bella.

__ADS_1


Ting tong ting tong!..


Kaivan melepas dekapan, ia dan Bella menoleh ke arah pintu. "Tunggu di sini biar ku buka.." Ujar Kaivan, seraya berdiri melangkah menuju pintu.


Pintu pun dibuka..


"Papa!...." Ujar Shena dengan wajah ceria, gadis kecil itu langsung memeluk kaki Kaivan.


"Shena..." Kaivan menggendong putrinya. "Bi masuk ke dalam!..." Suruh Kaivan kepada si bibi.


"Baik tuan...."


Mereka bertiga duduk di kursi ruang tengah, Arabella tersenyum saat Shena datang ke sana.


"Hai kak Bella..."


"Hai cute girl.."


Keduanya saling berpelukan..


Arabella dan Kaivan saling tatap, namun akhirnya Arabella peka.. Mungkin Elsa merayu Shena agar memberitahukan keberadaannya dengan alasan, ada yang diobrolkan antara dirinya dan Elsa.


Tatapan gadis kecil itu tertuju pada pipi Arabella. "Pah pipi kak Bella kenapa? kenapa sampai ada lima jari di sana?..."


"Bukan apa-apa, tadi kakak tak sengaja tertampar tangan makhluk, entah makhluk apa namanya..." Jawab Bella sengaja.


Shena langsung mengelusnya. "Pasti sakit...."


...*...


Dengan dibantu si bibi membawa beberapa koper, Arabella akhirnya mau tak mau pindah ke mansion Kaivan..


Kaivan memberi kebebasan pada istrinya itu, mereka tidak satu kamar, Arabella menempati kamar di sebelah suaminya...


Bagi Arabella ini sedikit canggung ia belum terbiasa, namun mau bagaimana lagi.

__ADS_1


Si bibi selesai membuat sarapan, satu keluarga itu sarapan bersama, Shena berangkat ke sekolah, sementara Kaivan dan Arabella ke perusahaan...


Sepanjang perjalanan, tak ada yang bersuara. Jujur Arabella sendiri masih canggung, dengan kejadian panas yang telah mereka lakukan saat di apartemen. Sebisa mungkin ia mencoba melupakan kejadian itu.


Sesampainya di perusahaan...


Kaivan langsung menuju ruangannya, begitu pun dengan Arabella..


Reiki ternyata sudah menunggu di ruang CEO utama. "Tumben datangnya siang?.."


"Masalah keluarga..." Jawab singkat Kaivan, lelaki itu menghempaskan tubuhnya di kursi kebesaran.


"Apa kalian melakukannya?..."


"Apa pikiranmu terus mengarah ke hal seperti itu?.." Tanya balik Kaivan..


Reiki terkekeh sekilas. " Tidak juga..."


"Oke lanjut, apa yang mau kau sampaikan Rei?. " Tanya Kaivan sambil mengotak-atik layar komputer.


"Sebagai business manajer, dua hari lagi Arabella akan bertugas ke LA mewakili perusahaan, dia tidak sendiri ada rekannya yang lain, supervisor diwakili mbak Yeni, office manager Dito dan section manager Nathan adikmu..."


Kaivan yang sedang mengutak-atik laptop berhenti. "Nathan ikut?.."


"Ya..."


"Kau tidak bisa merubahnya dengan karyawan lain?..."


"Tidak, karena ini bagian dari pekerjaannya, tidak ada sangkut paut dengan pegawai lain..." Jawab Rei.


"Oke, aku akan ikut serta..."


"Lah? lantas perusahaan?..."


"Kau ada Rei, tidak ada bantahan!..."

__ADS_1


__ADS_2