
Tak terasa waktu berlalu bulan pun berganti....
Usia kandungan Arabella memasuki 7 bulan, di masa itu Kaivan sangat teliti dan sabar penuh kasih sayang menemani sang istri, apalagi di saat usia kandungan 3 bulan, ngidam Arabella bahkan sampai ke Mesir.
Tidak mudah tapi Kaivan selalu memenuhi keinginan istrinya itu.
Seperti hari ini di mansion Kaivan sibuk dengan acara tujuh bulanan, tahap demi tahap sudah selesai dilakukan, Bella dan Kaivan sangat berkharisma juga serasi dengan balutan busana yang elegan.
Sore hari...
Para tamu satu persatu pulang setelah selesainya acara, Kaivan membawa tubuh istrinya ke kamar karena lelah. "Bagaimana? apa sekarang nyaman?..."
"Hmmm..." Bella mengangguk perlahan dengan tubuhnya yang sudah berbaring.
"Aku ke luar dulu kamu di sini sayang..."
"Iya...."
Kaivan keluar dari kamar kembali menghampiri para tamunya.
"Papa dan mama pulang dulu ya.." Ujar kedua orang tua Bella kepada sang mantu, lalu diangguki Kaivan. "Jaga Bella dengan baik ya nak..."
"Sudah pasti pah, ma..."
__ADS_1
Mereka berpelukan setelahnya pergi, di mansion itu kini hanya tinggal Nathan dan Rianty mereka saling pandang dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
Kaivan menatap keduanya. "Kalian kalau mau menginap di sini ada kamar tamu, silahkan!..."
"Tidak! aku akan pulang kok tuan..." Potong Riri.
"Aku juga..." Timpal Nathan..
"Bukankah kau akan menginap di sini!???..." Heran Riri dengan keputusan yang dibuat Nathan sekarang.
"Sejak kapan!??..." Nathan menggenggam tangan Riri. "Yaudah kak anak ini biar gue yang antar, lo istirahat aja good night!..."
Kaivan mematung melihat kepergian adik tirinya membawa Rianty. "Ya ya silahkan....."
"Le-lepas Nath! lo ih ngapain? gimana nanti kalo kakak lo curiga!?." Ujar Riri melepas genggaman saat keduanya sudah di luar mansion.
"Dih!... Yaudah gue pergi..." Riri hendak memasuki mobilnya, namun tangan Nathan menahannya.
"Jawaban lo mana? peka donk gue udah lama nungguin lo!..." Ucap Nathan dengan nada bicara sedikit memohon.
Riri terdiam tidak masuk mobil juga tak menoleh ke belakang.
"Ri??.."
__ADS_1
Tanpa menjawab Rianty masuk ke dalam mobil, mobil itu tidak lama melaju meninggalkan Nathan yang mematung di sana.
Nathan berdecak kesal, sangat susah sekali mendapatkan hati Riri ia sudah lama menyukainya hampir 5 bulan, namun entah apa alasan Riri masih bungkam saat membahas masalah hati.
Sikap Riri yang selalu bikin kesal, entah kenapa malah membuat Nathan makin menyukainya.
Karena wanita yang dicintainya pergi, Nathan menyusul juga untuk pulang dengan perasaan sedikit kesal tentunya.
Dari lantai atas Kaivan dan Arabella saling tatap melihat pemandangan itu. "Dia sering mengeluarkan keluh kesahnya kepadaku..." Ujar Kaivan.
Adik tirinya benar-benar berubah menjadi lebih baik, tidak salah jika hubungan dengan Kaivan juga terjalin sangat baik.
"Apa Riri selama ini tidak mau menerima Nathan karena dia dulu mantan kekasihku?.." Gumam Bella, tangannya tak lepas mengelus lembut perut yang membesar itu.
"Entahlah sayang, ini hanya Riri yang tahu.. Sekarang kita istirahat sudah malam..."
"Mungkin karena masa lalu Nathan yang begitu? itu sudah lama padahal...."
Kaivan memeluk tubuh istrinya dari belakang. "Sudah sudah jangan dipikirkan sayaaang, sekarang kita istirahat atau nanti kau ku makan..."
"Dih malah kau yang ku tendang...." Timpal Bella dengan sedikit kekehan.
"Benarkah?..."
__ADS_1
"Enggak juga, baiklah kalau begitu mari kita istirahat.." Ucap Bella balik badan.
Keduanya berciuman cukup lama, setelahnya naik ke atas kasur untuk menghilangkan lelah...