
...~...
Shena sudah bangun dan cuci muka, gadis kecil itu sedang menginap di hotel mamanya, Elsa...
"Aku tidak izin dulu sama papa, apa dia akan marah?.." Tanya Shena pada diri sendiri, ia langsung pergi tanpa memberitahu Kaivan.
Cklek...
Pintu kamar dibuka, masuklah Elsa dan seorang lelaki yang tidak asing bagi Shena, karena ia sering bertemu dengan lelaki itu di hotel mamanya. "Shena sudah bangun?.." Tanya Roy..
Shena cemberut. "Sudah berapa kali, Shena tidak mau ketemu sama om! om ini ngeyel sekali!..."
Roy tersenyum ia jongkok di depan Shena. "Jangan terus membenci om Shena, om akan menjadi papamu seutuhnya dan kau tidak bisa membantah!..."
Elsa menyentuh sekilas punggung Roy, wanita itu memberi kode, sehingga Roy terdiam tak melanjutkan ucapan.
"Papa Shena namanya Kaivan, bukan Roy!..."
Roy terdiam, namun ia memeluk tubuh gadis kecil itu. "Kau menyakiti hatiku...."
Shena mendorong dada Roy. "Tidak, kau yang menyakiti hati Shena, bisa dikatakan papa dan mama cerai gara-gara orang seperti kau!..."
"Shena...."
"Roy!...." Potong Elsa..
Roy berdiri ia menatap Elsa dan Shena bergantian, tidak lama, tanpa bicara lagi ia berlalu dari sana, seolah mengerti bahasa isyarat Elsa.
"Shena ayo makan, om tadi sudah pergi dari sini..."
"Apa mama tidak bohong??.." Tanya polos Shena.
"Tidak.." Elsa membantu Shena turun dari atas kasur. "Kamu jangan terlalu membencinya ya..."
__ADS_1
"Kenapa ma? aku tak suka!!..."
Elsa terdiam, ibu dan anak itu sampai di dapur dan mulai sarapan, setelahnya Elsa menikmati waktu dengan Shena, setelah memandikan Shena ia mengepang rambut panjang putrinya.
"Shena, bukankah kamu sering bersama dengan simpanan murahan papa?..."
"Mama Bella?.." Tanya polos Shena.
"Ck! aku mamamu bukan dia! kenapa akhir-akhir ini kau menyebutnya mama Shen???.." Kesal Elsa.
Shena tak menjawab, ia ingat ucapan Kaivan yang menyuruhnya untuk diam tentang hubungan dia dan Arabella.
"Shena suka saja, apalagi kakak Bella banyak waktu dan sayang sama Shena.."
Elsa memutar mata malas. "Bawa mama ke tempatnya!..."
"Mau apa?.."
"Benarkah???.." Shena merasa bahagia, rasanya menyenangkan jika punya mama dua dan menyayanginya sekaligus. Itu pikiran Shena si gadis kecil..
"Iya, jadi bagaimana??.."
Shena mengangguk. "Ayo kita temui tempat kakak Bella..."
Tanpa sepengetahuan Shena, Elsa tersenyum sinis "Aku harus membuat posisimu sama denganku Bella, kali ini aku benar-benar tak akan melepasmu!!..." Batinnya.
"Ayo berangkat..."
"Iya ma..." Jawab Shena..
.......
.......
__ADS_1
.......
"K-Kaivannnhh!!...." Lirih Bella saat suaminya itu turun mencium leher jenjangnya nan putih mulus.
Wajah cantik Arabella sudah memerah menahan malu, ia berontak namun kekuatan Kaivan lebih besar...
Kaivan melepas ciuman, manik keduanya saling tatap seolah mengisyaratkan perasaan masing-masing.. Bella dapat melihat jika tatapan Kaivan sudah dikuasai oleh hasrat.
"Kita harus ke.......
Kaivan memotong ucapan Bella, ia kembali meraup bibir sexy itu penuh agresif, tangan kekar Kaivan membuka pintu kamar mandi, tanpa melepas ciuman, ia menggiring tubuh Bella memasuki tempat itu.
"Apa dia akan meminta haknya sekarang? tidak!!..." Batin Bella, perasaannya tak menentu akan sensasi yang sedang menguasai diri. Tubuhnya menginginkan, namun hatinya merasa takut.
Tubuh keduanya mentok di bawah shower, Kaivan melepas ciuman, terlihat bibir sexy Bella sedikit membengkak akan ulahnya.
Dengan nafas yang sedikit terengah-engah. "Lepaskan aku, bukankah kau tahu aku tak menyukaimu?.." Sengaja Bella.
Kaivan tersenyum menyeringai. "I don't care honey, namun bahasa tubuhmu bicara kepadaku..." Potong Kaivan, ia menyentuh perut rata Bella, semakin naik ke atas hingga menyentuh dua gundukan berharga itu dengan lembut.
"Aaahhh!..." Tanpa sadar Bella mengeluarkan suara laknat, akibat ulah tangan suaminya. Wajah cantik wanita itu semakin merah.. "K-Kaivan...."
Semua keindahan tubuh yang dimiliki Bella sudah dilihat oleh Kaivan, ingin berontak pun Bella tak berdaya...
Bella menggigit bibir bawahnya agar suara laknat itu tak kembali lolos..
Kaivan menyunggingkan senyum tipis, ia menyalakan shower, sehingga air itu mengguyur tubuh keduanya. Karena hasrat yang sudah menguasai diri, Kaivan kembali mencium bibir sexy Bella, tangannya tak diam menyentuh sesuatu yang membuat Bella menegang...
Dalam waktu bersamaan..
Ting tong ting tong!!
Ting tong ting tong!!....
__ADS_1