Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Chapter 47


__ADS_3

Rianty berjalan cepat menuju ruangan sahabatnya, saat mendengar sesuatu dari Mbak Yeni. Pintu diketuk, terdengar dari dalam Arabella yang menyuruhnya masuk.


"Bel lo ke LA berarti bareng sama Nathan ya?." Tanya Rianty to the point.


"Ah, yang bertugas mewakili perusahaan itu bukan?.."


"Iya Bel..."


"Iya Ri gue sama Nathan 1 project mau gimana lagi.." Timpal Bella yang pasrah, membantah juga tidak bisa karena ini bagian pekerjaan Nathan.


"Berapa hari di sana?.."


"Sekitar satu mingguan..."


"Gue tahu lo bisa jaga diri, ada mbak Yeni Bel... Selamat bertugas.." Timpal Rianty, ia langsung merangkul sahabatnya.


Arabella tersenyum seraya membalas pelukan. "Jangan khawatir Ri..."


Setelah puas, pelukan itu terlepas...


"Yaudah kalau begitu gue balik lagi masih ada pekerjaan.." Ucap Riri.


"Oke Ri, gue juga..."


"Ingat! nanti kalau si Nathan berbuat sesuatu di LA kasih tahu gue, biar gue bejek-bejek di sini Bel..."

__ADS_1


"Haha ada-ada saja lo Ri..." Kekeh Bella.


"Gue serius Bell!..."


"Oke-oke..."


"Iya awas aja lo ya!..." Tukas Riri setelah berucap, ia berlalu dari ruangan itu.


"Hmmm..." Gumam Bella, ia menggelengkan kepalanya dengan sikap sang sahabat.. "Riri Riri....."


Nathan yang sedang mengotak-ngatik laptop tersenyum menyeringai. "Bertugas dengan Arabella?..."


Walaupun sudah tidak ada kemungkinan untuk memiliki Bella seutuhnya, namun Nathan tetap merasa senang memiliki waktu bersama, selama 1 minggu di LA bertugas dengan Arabella yang sekarang kakak iparnya.


"Jauh dari perusahaan dan pantauan Kaivan, bukankah hal yang sangat menyenangkan?..." Gumamnya dengan senyum yang tak bisa diartikan. "Kesempatan ini tak akan ku sia-siakan, tak peduli jika dia sudah menikah dengan Kaivan, karena yang ku inginkan bukan lelakinya, melainkan wanitanya!..."


~


Karena persiapan untuk kelulusan wisuda nanti, Arabella pulang duluan dari perusahaan, Kaivan juga tahu itu dan membiarkan istrinya pulang, untuk mengunjungi kampus.


"Kau mungkin tahu Rei, Arabella wisuda berapa hari lagi?.." Tanya Kaivan..


"Universitas C ya?..." Tanya ulang Rei.. "Sepertinya dua minggu lagi..."


"Oke..."

__ADS_1


Rei menatap lekat sahabatnya. "Aku ingin membicarakan ini sejak lama, tapi takut kau tersinggung atau apalah...."


"Katakan saja!..."


"Selama memantau kegiatan Shena di luar rumah, putrimu akhir-akhir ini memang sering bersama Elsa, dan bisa dikatakan saat menghabiskan waktu, Shena terlihat sangat dekat dengan selingkuhannya Roy..." Jelas Rei.


Kaivan yang sedang mengotak-ngatik laptop terdiam. "Mana mungkin dekat Rei, Shena sangat membenci lelaki itu..."


"Itu benar, namun yang aku lihat Roy selalu mendekati Shena dengan gerak-gerik yang aneh, maksudku dia terus mengalihkan perhatiannya.."


"Wajar, mungkin dia sedang menarik perhatian Sena karena ingin menjadi ayah tirinya mungkin.."


Reiki terdiam. "Tapi sepertinya bukan begitu, ini lebih... Dan jika di pikir-pikir kau dan Shena tidak mirip, maaf jika aku.... Ah lupakan maaf lancang!..." Ujar Rei tak melanjutkan ucapannya. "Silahkan lanjutkan, aku akan kembali ke ruang kerja..."


Kaivan mengerutkan kening, tentu perkataan sahabatnya membuat pikiran menerawang kemana-mana.


"Rei!!..."


Reiki menghentikan langkah, ia menoleh..


"Terus kau pantau, bila perlu setiap percakapan Roy dan Shena juga Elsa jangan dilewatkan!..."


"Baik..." Setelah mendapatkan perintah, Reiki berlalu dari ruangan itu.


Tatapan Kaivan kosong, ia teringat ucapan Shena yang "Papa bagaimana jika aku bukan putrimu?."

__ADS_1


Kaivan menggelengkan kepalanya berkali-kali. "Itu tidak mungkin! tapi tidak ada salahnya jika ku telusuri lebih...."


__ADS_2