
Sebenarnya Kaivan sudah menyadari hal ini dari beberapa tahun lalu, di mana saat itu pernikahannya dengan Elsa memasuki 4 bulan, namun mendapat kabar dari dokter kandungan, jika istrinya mengandung sudah memasuki 5 bulan...
Mengingat kejadian itu Kaivan tersenyum menyeringai. "Kau pikir aku tak tahu, Elsa?...."
Mengenai Shena, walaupun dia bukan darah daging Kaivan sendiri. Gadis kecil itu sudah dianggapnya sebagai anak..
Elsa menelantarkan Shena, jarang mengurusnya karena sibuk dengan kesenangan sendiri.. Tentunya Kaivan tidak tega, melihat dirinya yang kehilangan kasih sayang seorang ibu, memang rasanya sangat menyakitkan..
Hingga sampai kini Shena berumur 4 tahun lebih, dan Elsa belum juga mengucapkan kebenarannya kepada Kaivan.. Entah bermimpi apa, Kaivan sendiri tidak habis pikir pernah memiliki istri seperti Elsa.
Setelah Rei menghubungi beberapa bawahannya, ia kembali duduk di kursi kebesaran. Pikiran lelaki tampan itu menerawang kemana-mana. "Bukankah Kaivan sudah mengetahuinya? kenapa berlagak seperti itu?..."
Rei menggelengkan kepalanya berkali-kali. "Apa yang dia rencanakan? entahlah, aku hanya menerima perintah..."
Karena tak mau ambil pusing, Reiki memilih melanjutkan pekerjaan..
Siang tergantikan dengan malam......
Arabella memarkirkan mobilnya di halaman mansion Kaivan, sebelum turun ia menghela nafas panjang akan lelah..
"Sudah sampai non?.." Tanya bodyguard mengetuk kaca mobil.
Arabella langsung keluar. "Ah iya pak..."
"Biar saya yang masukkan ke garasi, non istirahat saja.."
"Iya terima kasih pak..."
"Sudah jadi tugas saya.."
Arabella membawa tasnya, ia pun memasuki mansion Kaivan.. Setelah sampai di dalam, Bella menatap sekeliling yang rasanya tentu berbeda. Ini hari pertama Bella tinggal bersama suaminya Kaivan..
__ADS_1
Wanita itu menaiki anak tangga menuju kamarnya, melepas pakaian lalu membersihkan diri, Arabella memakai piyama...
Ia keluar kamar menuruni anak tangga, sebelumnya wanita itu melirik kamar Kaivan yang tampak sepi.
Arabella terus menuruni anak tangga, tujuannya ke dapur untuk menyiapkan makan malam...
"Sudah pulang??..."
"Akhh!!..." Pekik Bella yang sedikit terkejut dengan keberadaan Kaivan, dimana suaminya sedang berdiri bersandar di meja makan. "Mengagetkanku saja..."
"Di mana Shena? makan malam sudah siap, tapi dia tak kelihatan?.." Tanya Bella celingak-celinguk, ia berjalan menuju meja makan.
"Elsa kini sering membawanya untuk menghabiskan waktu..."
"Oh..." Jawab singkat Bella, ia tidak tahu harus berkata apa lagi, membalas tatapan mata Kaivan saja sudah tak sanggup.
"Mau sampai kapan? hmm?..." Tanya Kaivan sengaja, ia mendekati istrinya itu.
"Sampai kapan apa?.."
"Enggak!..."
"Yasudah kalo memang berani coba tatap!..."
"Yang benar saja!.." Batin Bella dibuat kalut sendiri.
"Ayo kita makan malam, kenapa malah.....
"Tuh kan kau memang tak berani, karena takut jatuh cinta bukan!..." Potong Kaivan.
Arabella menggigit bibir bawahnya, kenapa malam ini Kaivan mode jahil sekali. "Berani! siapa takut...."
__ADS_1
"Oke!...."
Arabella memutar badan, keduanya kini saling tatap dengan posisi tubuh yang hampir tak berjarak..
Cukup lama sekali.....
Kaivan tersenyum menyeringai...
Karena Bella tak tahan lagi, ia mengalihkan pandangan dan mendorong dada bidang Kaivan sekilas.. "C-cukup! ayo kita makan...."
Tidak ada jawaban dari Kaivan, ia sangat senang sekali menggoda istrinya.. "Oke..."
"Jantungnya tadi berdebar, kapan dia mau mengakui?..." Batin Kaivan yang merasa bahagia.
Keduanya kini melakukan aktivitas makan malam, setelah selesai mereka kembali menaiki anak tangga hingga tepat di depan kamar masing-masing..
"Eeee itu...." Ujar Bella menghentikan langkah Kaivan.
"Kenapa? mau tidur bersama?.."
"Sebenarnya dia ini kenapa? kok berubah drastis!..." Batin Bella tertekan.
"Bukan, maksudku apa kau tahu aku akan bertugas ke LA??.." Tanya Bella.
"Hmmm, dan aku akan ikut serta!!..."
"H-hah!!..." Bella tak menyangka.
Kaivan mendekati istrinya, hingga tubuh Bella mentok di dinding. "Kenapa? aku suamimu, berhak menjamin keselamatan istrinya di mana pun itu..."
Pipi Bella merah merona akan perhatian Kaivan. "Padahal tak usah aku dan mbak.....
__ADS_1
CUPP!!
"Hmmm??.."