
"Apa dia lupa jika sedang berada di kamarku?..." Gumam Kaivan, mendekati Bella...
Sambil membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan, tatapan Kaivan tertuju pada Arabella, dimana tertidur pulas dengan posisinya yang seperti itu..
Kaivan membuang nafas kasar, siapa yang tak tergoda, jika melihat pemandangan itu, apalagi Kaivan sudah sejak lama mendambakan Arabella.
"Kenapa wanita ini terus merepotkan hasratku??.." Gumam Kaivan, ia tidak mungkin mengambil kesempatan walaupun Bella sendiri sudah jadi istrinya.
Seketika Kaivan menutupi paha jenjang itu dengan selimut, membiarkannya terlihat, takut ia tak bisa mengontrol diri, sementara sesuatu dibawah sana sudah bereaksi...
"Aaahh!..." Frustasinya, Kaivan segera memasuki kamar mandi, ia menghilangkan gerah sekaligus menenangkan hasrat yang membara, pikiran lelaki itu dipenuhi oleh Arabella..
Samar-samar mendengar gemircik air, perlahan Arabella membuka mata, diam sesat hingga ia bangun dari tidurnya.
Bella melirik kamar mandi juga selimut yang menutupi tubuhnya. "K-Kaivan!???..." Entah kapan, namun kantuk Arabella seketika hilang..
Teringat jika hanya mengenakan kemeja saja, Arabella celingak-celinguk mencari baju bekas yang dipakai saat bekerja. "Dimana??..."
Cklek!....
Pintu kamar mandi terbuka, Arabella melirik ke arah sumber suara, terlihat Kaivan hanya mengenakan handuk sepaha, memperlihatkan bentuk tubuh kekarnya yang atletis, pada tubuhnya masih ada butiran air yang melekat, semakin menambah ketampanan juga pesonanya yang terkesan sexy..
__ADS_1
Kaivan yang sedang mengacak-acak rambut basahnya, berhenti, saat menyadari jika Arabella bangun.
"A-ah itu a-aku...." Ucap Bella terbata.
"Hmmm??..." Tanya Kaivan.
Arabella turun dari atas ranjang. "Maaf karena tidak bawa baju ganti, jadi pinjam kemeja mu dulu..."
Tatapan Kaivan tertuju pada paha jenjang Bella. "Sudah berapa kali ku bilang, ubah cara bicaramu jadi informal, aku suamimu bukan atasanmu lagi..."
"Oke..." Jawab singkat Bella. "Aku harus ke kamar mandi mengganti pakaian lagi, silahkan kenakan bajumu..."
Tidak ada jawaban dari Kaivan, ia melemparkan handuk bekas mengacak-acak rambutnya, tangan kekar lelaki itu menahan tangan Bella yang hendak memasuki kamar mandi...
"Jangan diganti, ini juga sudah malam kau tak perlu memakai pakaian kantor lagi..."
Arabella terdiam, entah kenapa mungkin ini pertama kalinya satu kamar dengan Kaivan, jadi perasaan wanita itu tak menentu, antara canggung dan jaga image..
Karena gagal fokus dengan tubuh kekar Kaivan, Arabella melepas genggaman suaminya. "Kita mau pulang, tidak mungkin kan aku hanya mengenakan kemeja saja?, kau pakailah dulu baju, aku di kamar mandi..."
Tanpa menunggu Kaivan berucap, Arabella seketika memasuki kamar mandi...
__ADS_1
Melihat itu Kaivan hanya tersenyum menyeringai, ia menggigit bibir bawahnya.. "Pipinya merona..."
Dengan sedikit merutuki diri, Arabella memakai celana panjangnya. "Bel kok lo bisa lupa sih? mau ditaroh dimana muka ini!...."
Sebelum keluar dari kamar mandi Bella membuang nafas panjang, ia tahu kini tubuh dan dirinya milik Kaivan, tapi karena tak terbiasa, ya keduanya malah terlihat sebagai teman, bukan suami istri.
Tidak lama, Arabella keluar dari kamar mandi. Terlihat Kaivan sudah berpakaian dan menunggunya untuk pulang. "Ayo ini sudah malam!..."
"Iya..."
Keduanya keluar dari kamar pribadi, melangkah untuk menuju parkiran meninggalkan ruang CEO utama.
Sepasang mata mengintai keduanya, dengan tatapan yang sangat tak bisa diartikan.. "Jadi kalian!!????..." Pekik Nathan menghentikan langkah Kaivan dan Arabella.
"Nathan???..." Bella terkejut tentunya, namun tidak dengan Kaivan, ia sangat menanti moment ini, dimana Nathan menyaksikan hubungan yang sebenarnya dengan Arabella.
Kaivan tersenyum sinis.
Nathan mengepalkan tangannya kuat, ia mendekati kakak tiri dan mantan kekasihnya, menatap keduanya penuh emosi... "Keluar bersama dari ruang CEO utama, apa maksudnya Arabella!?? jadi selama satu minggu ini kau pulang bersamanya!..."
Arabella menatap tajam Nathan, mungkin ini saatnya dia membalas rasa sakit itu. "Kau marah? jangan terkejut Nathan, aku dan tuan Kaivan memang memiliki hubungan yang tak banyak orang ketahui..."
__ADS_1
"Bohong!! aku tak percaya Arabella...." Potong Nathan. "Kau tidak mungkin melupakanku secepat itu..."
"Jangan berlebihan Nathan! baiklah akan ku buktikan!..." Timpal Arabella, ia menarik wajah tampan Kaivan agar menatapnya. "Buka sedikit bibirmu, dan tuntunlah aku..."