Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Chapter 44


__ADS_3

Ting tong ting tong!!!...


Ting tong ting tong...


Mata Arabella terbuka saat mendengar bel apartemen-nya bunyi, sedangkan situasinya sekarang sangat tak baik, tanpa pikir panjang Bella mendorong tubuh kekar Kaivan lumayan keras.


Sehingga adegan panas itu berhenti, Arabella seketika menutupi bagian dada dan area sensitifnya. "Ada tamu, lihatlah!..."


"Kau menyuruhku melihat siapa yang datang? di saat kita sedang menikmati waktu bersama?..." Tanya balik Kaivan dengan nada sedikit kecewa.


"Apa aku saja? tidak mungkin kan, sekujur tubuhku basah gara-gara dirimu...." Tukas Bella, ia mengalihkan pandangan. "Jangan terus menatapku, atau pukulan mentah mendarat di hidungmu itu!..."


Kaivan tersenyum menyeringai, rasanya senang sekali membuat istri bar-barnya ini tersipu malu..


Kaivan mau tak mau keluar dari kamar mandi, ganti baju dengan yang kering lalu berjalan untuk melihat siapa yang datang...


Sementara Bella melanjutkan aktivitas mandinya, ia merutuki diri sendiri dengan apa yang terjadi barusan dengan Kaivan... "Ahhh dia benar-benar membuatku tersiksa, harusnya lo berontak Bel, padahal bisa kan gigit saja bibirnya sampai copot... Ya tapi kan gak mungkin..... Ck sudahlah, mungkin benar aku jatuh dalam pesona lelaki itu!..."


Pipi Bella kembali merona saat mengingat Kaivan, yang sengaja menggesekkan miliknya pada milik Arabella. "Lupakan!! dan lanjut mandi...." Ia kesal dengan dirinya sendiri. "Ayolah Bel...."


Ting tong ting tong.....


Setelah mengganti baju dengan yang kering, Kaivan berjalan menuju pintu, tanpa pikir panjang ia langsung membukanya.. Cklek...


Elsa mengembangkan senyum manisnya, menyambut Kaivan. "Hai...."


Kaivan tak langsung menjawab, rasanya menyebalkan ia harus mengorbankan moment di kamar mandi dengan melihat kedatangan Elsa. "Darimana kau tahu aku di sini?..."

__ADS_1


"Jangan dingin begitu Kaivan, aku datang dengan baik-baik. Bagaimana kabar wanita simpananmu itu?..." Tanya Elsa sengaja, ia celingak-celinguk melihat isi apartemen. "Dimana dia??..."


Kaivan menatap tajam Elsa. "Ada apa kau kemari Elsa!.."


Elsa membelai wajah tampan yang akhir-akhir ini mengisi kepalanya. "Jangan tegang begitu, dia hanya wanita pemuas bukan istrimu..."


Kaivan menepis tangan Elsa. "Katakan!..."


"Oke-oke baiklah, dimana wanita yang bernama Arabella? aku ingin bertemu dan bicara, setelah itu pergi..." Tukas Elsa.


"Apa yang mau kau bicarakan!..."


"Mengenai Shena..." Jawab Elsa bohong.


Kaivan tak langsung menjawab, ia diam sejenak.


Elsa dari luar pintu apartemen, melihat Arabella di ruang tamu dengan baju santainya. "Itu dia!..." Elsa mendorong Kaivan dan berhasil masuk ke dalam.


Arabella yang duduk santai di kursi ruang tamu, sedikit terkejut dengan kedatangan mantan istri suaminya. "Mbak Elsa?


"Elsa!..." Ujar Kaivan dengan nada tinggi.


"Kaivan biarkan kami berdua saja..." Pinta Elsa.


Kaivan melirik Bella, tidak lama Arabella mengangguk memberi kode. "Ck!..." Kaivan berlalu dari sana meninggalkan keduanya.


"Kau memanggilku dengan sebutan mbak? sejak kapan kita dekat wanita simpanan?..." Tanya Elsa.

__ADS_1


Bella memutar mata malas. "Aku menghargaimu karena kau ibu dari Shena, tidak lebih..."


"Pfffff! oh iya kau awet sekali ya berhubungan dengan Kaivan, biasanya dia selalu membuang wanita mainannya setelah satu kali pakai, tapi kau tidak...." Timpal Elsa sengaja, dengan tatapan mengejek.


"Bisa dikatakan aku spesial mbak Elsa.... Katakan apa maksud kedatanganmu kemari? jika untuk membuang waktuku, silahkan pulang!..." Balas Bella yang malas meladeni.


Elsa menggertakan rahangnya, tangannya mengepal kuat... Wanita yang dibencinya sekarang ada tepat di hadapan. "Arabella....."


Arabella yang hendak pergi menoleh. PLAKKK!!!!...


Arabella terdiam saat tubuhnya mundur beberapa langkah, diakibatkan tamparan keras yang dilakukan Elsa. Bella menyentuh pipinya yang panas.


"Akh! bahkan tanganku sakit saat menamparmu, tapi tak apa aku puas...." Ujar Elsa terkekeh pelan dengan senyum liciknya.


Wajah cantik Bella terlihat bekas lima jari Elsa, saking kerasnya akan tamparan, soal rasa jangan ditanyakan lagi sakitnya bagaimana...


"Oke, kalau begitu aku pulang, jaga Kaivan siapa tahu dia akan kembali ke pelukanku!..." Lirih Elsa dengan angkuh, ia balik badan hendak pergi.


GREP! tangan Bella menahannya.


"Apa lag......


BUUGGGGHHH!!!!!...


"AAAAARRGGH!...." Jerit Elsa.


BRAKK!!!....

__ADS_1


Tubuhnya terlempar hingga sampai ke meja ruang tamu, akan ulah tendangan keras Bella.. Elsa terkulai perutnya sakit bukan main.


"Aku menendangmu lumayan keras, tapi kakiku tak sakit sama sekali.. Oke lain kali akan ku tendang sampai kakiku ikut sakit, bagaimana rasanya mbak Elsa, mau menamparku lagi??? hmm!..." Datar Bella penuh penekanan.


__ADS_2