
"Jangan berlebihan Nathan! baiklah akan ku buktikan!..." Timpal Arabella, ia menarik wajah tampan Kaivan agar menatapnya. "Buka sedikit bibirmu, dan tuntunlah aku..."
Mata Nathan melotot, jantungnya berdebar kencang akan panik, hal apa yang Bella pinta dari kakak tirinya itu?!!.
Kaivan menatap lekat wajah cantik yang sedang meminta bantuan kepadanya. "Kau yakin???..." Bisik Kaivan.
"Hmmm..."
Kaivan melirik sinis Nathan sekilas, ia meraih bibir ranum Arabella, memasukkan jarinya menyentuh lidah, membuka sedikit celah di sana...
Tanpa pikir panjang, Kaivan mencium bibir wanita yang sudah menjadi istrinya itu, menyesapnya dengan dalam.. Jujur Arabella sedikit terkejut dengan ulah Kaivan, ia meremas ujung bajunya kuat.
Mata Nathan melotot menyaksikan hal yang tak pernah ia duga, bibir sexy yang belum disentuhnya selama pacaran, dicium dengan leluasa oleh kakak tirinya sendiri.
Amarah dan rasa tak terima bercampur aduk dalam benak Nathan, sakit sekali saat menyaksikan adegan panas orang yang dicintainya dengan orang lain..
Kaivan mengambil kesempatan dalam hal ini, ia menyesap setiap inci bibir wanita yang dicintainya, mempertemukan indra perasa, m*lumatnya penuh agresif.
Tubuh Arabella mulai memanas, jantungnya sudah berdebar kencang.. Saat tahu ini hanya pembuktian, Arabella melepas ciuman panas yang sedang berlangsung itu. "Aku sudah membuktikan bahwa aku dan Kaivan memiliki hubungan spesial, Nathan!..." Dingin Bella penuh penekanan.
__ADS_1
Nafas Nathan memburu, tangannya mengepal kuat, kali ini emosinya benar-benar memuncak. "Kalian berdua tidak lebih dari pemilik hati SAMPAH!!! kau benar-benar tega Arabella, apalagi kau Kaivan!!..." Pekik Nathan, mata lelaki itu tampak berkaca-kaca.
Kaivan hanya menatap tajam Nathan ia tak bicara, memberi ruang Arabella untuk menyelesaikan masalahnya.. "Ternyata memiliki adik tiri seperti b*engsek ini, merupakan kesialan!!.." Batin Kaivan jengah.
Arabella mendekati Nathan... PLAKK!!!!....
Sebuah tamparan keras berhasil mendarat di pipi Nathan.
"Kau si pemilik hati sampah itu! merasa paling tersakiti, tidak sadar dengan ulah sendiri yang juga pernah berkhianat, satu hal yang harus kau tahu Nathan, hubunganku dan Kaivan lebih dari hubungan sepasang kekasih, mungkin papa Dyandra belum memberitahukan hal ini! jadi mulai sekarang, hiduplah di jalan masing-masing, kurasa kau paham!..." Tegas Arabella.
Nathan memegang pipi bekas tamparan Bella, ucapan mantan kekasihnya sangat menampar, terus tentang papa Dyandra, apa ayah tirinya itu juga menyembunyikan sesuatu???...
"Ayo kita pulang!..." Arabella menarik tangan Kaivan berlalu meninggalkan Nathan di sana.
Kaivan dan Arabella sudah masuk mobil, masalah Nathan, Kaivan menyuruh Reiki untuk membereskannya.
Setelah selesai menghubungi Reiki, Kaivan menancap gas mobilnya untuk pulang. Arabella melirik Kaivan. "Tentang yang tadi....."
"Apa?.." Tanya Kaivan menoleh.
__ADS_1
"Padahal kau tak harus seperti itu, saat menciumku!..." Jawab kikuk Bella, pipinya tampak sedikit merona.
"Kau yang memintaku untuk membuka bibir bukan?..." Sengaja Kaivan.
"Ya benar, tapi maksudku bukan itu, padahal tadi cara kau menciumku jangan sampai bibir kita b-basah!..." Timpal Bella terbata.
Kaivan menyunggingkan senyum tipis. "Aku menuntun mu, jadi tidak ada bantahan! jika sebatas kecupan Nathan sulit percaya..."
Arabella terdiam, ia kesal kalah bicara.
Di tengah perjalanan, Kaivan menghentikan mobilnya di tepi jalan. Arabella celingak-celinguk. "Why???..."
Tidak ada jawaban dari Kaivan, ia melepas sabuk mobil tatapan matanya tertuju pada wajah cantik Bella. "Tentang ciuman tadi, aku berhak sebagai suami bukan?..."
Arabella menggigit bibir bawahnya. "Ah itu.... aku paham, dan sekarang lanjutkan perjalanan mari kita pulang!..." Ujar Bella sengaja mengalihkan topik.
"Tadi aku membantumu, sekarang bantulah aku juga...." Lirih Kaivan dengan suara beratnya.
"Tatapan ini....." Batin Bella.
__ADS_1
"Membantu apa?..."
"Pelan-pelan... Kita lanjutkan yang tadi..."