Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Chapter 52


__ADS_3

Talent pool dari Dyandra Group berangkat menuju lokasi pertemuan, sebagai business manajer Arabella sendiri bertugas membantu perusahaan mencapai gol dan tujuan yang berhubungan dengan penjualan, produktivitas, keuntungan, dan perluasan perusahaan..


Tempat yang dikunjungi kali ini yaitu salah satu penjualan produk kecantikan LA, yang ingin bekerja sama dengan perusahaan besar Kaivan.


Sementara itu semua kegiatan yang mereka lakukan, tidak lepas dari pantauan Kaivan...


Setelah melihat dan mengetahui khasiat juga harga, beberapa produk dari klien, mbak Yeni, Nathan, pak Dito juga Arabella berunding.


"Kami sangat ingin bekerja sama dengan perusahaan Dyandra dalam hal ini, berapa pun saham yang kalian inginkan akan kami berikan, dan jika di luar ekspektasi silahkan tarik kembali..." Ucap bijak salah satu klien..


"Ini sepadan, dan produk yang kalian luncurkan sangat dibutuhkan di negara kita.." Timpal mbak Yeni.


Nathan menekan remot layar proyektor. "Baik Bell silahkan..." Ucapnya menyerahkan kepada Bella.


"Oke..." Arabella berdiri dari duduknya untuk melakukan presentasi. "Penjualan produk ini kami terima penuh, dan ini kalian bisa lihat, persyaratan yang dibuat tuan Kaivan sendiri, silahkan dibicarakan, tuan Rey dari Jakarta juga siap mendengarkan...."


Tak terasa...


Meeting selesai hingga siang hari, dua perusahaan sepakat untuk melakukan kerjasama dalam waktu yang ditentukan..


Mereka berempat memilih merayakan keberhasilan itu di salah satu restoran.


"Padahal kamu masih anak kuliahan Bel, mbak salut kamu memang berbakat dalam hal ini. Beruntung ya orang yang bisa memilikimu nanti..." Ucap mbak Yeni.


Arabella tersenyum kikuk, mendengar itu Nathan meremas ujung baju kuat, selalu dihantui rasa penyesalan dalam diri, yang telah menyia-nyiakan Arabella.


"Ngomong-ngomong mbak Bella sudah memiliki kekasih?.." Tanya pak Dito yang penasaran dengan wanita muda itu.

__ADS_1


Seketika manik Bella dan Nathan repleks bertemu. "Ah i-itu aku belum memikirkannya..."


"Jika dilihat-lihat Nathan dan Bella cocok juga ya, sama-sama muda terlihat serasi..." Lanjut pak Dito dengan sedikit kekehan.


"Iya.." Timpal mbak Yeni.


Nathan hanya tersenyum sekilas, mengasihani diri sendiri..


Bella memilih senyum palsu saja, walaupun pembicaraan mereka sedikit membuat hatinya tak nyaman.


Mereka mengobrol sambil makan-makan, mbak Yeni melihat handphonenya saat ada pesan masuk, ia langsung membaca pesan itu.


"Dua jadwal yang harus kita selesaikan nanti diundur jadi besok, ini tuan Kaivan tidak salah!??..." Ujar mbak Yeni sedikit terkejut, tidak biasanya atasan yang tegas berubah.


Dito, Nathan dan Arabella juga ikut terkejut..


"Ya! katanya untuk satu hari ini kalian have fun saja, untuk menikmati waktu di LA..." Balas mbak Yeni. "Aku sangat senang, tapi terasa aneh... Tidak biasanya tuan Kaivan seperti ini..."


"Kita nikmati saja, sebelum kembali bekerja..." Ucap Dito..


"Oke..."


Arabella terdiam, mungkinkah ini ada sangkut paut dengan hubungan dirinya dan Kaivan yang sudah jelas. Dalam waktu bersamaan, handphone Bella bunyi menandakan ada pesan masuk.


Wanita itu melihat, rupanya dari Kaivan yang menyuruhnya untuk segera pulang..


Arabella membuat alasan lain, ia pun pulang duluan meninggalkan mereka bertiga ke hotel.

__ADS_1


Nathan menatap kepergian mantan kekasih dengan tatapan nanar, karena sudah tak bersemangat, Nathan juga memilih pulang ke penginapan menyusul Bella.


Siang berganti menjadi sore hari...


Bella sampai di hotel, sementara Nathan hanya melihatnya dari kejauhan.. Semua itu tidak lepas dari pantauan Kaivan.


Setelah melihat Bella masuk lift, Nathan memilih pergi ke tempat sepi... Lelaki itu bersandar pada dinding, dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai.


Nathan terisak menangis mengeluarkan beban pada diri. "Bel, rasanya sangat sakit... Aku tahu memaksakan dirimu untuk jatuh cinta kembali sangat egois, tapi aku tidak bisa hidup tanpa dirimu... Andai saja, andai saja aku tak melakukan kesalahan...." Nathan memukul kepalanya berkali-kali.


Kaivan menyaksikan itu hanya terdiam....


Cklek!


Pintu dibuka masuklah Bella ke dalam, tanpa pikir panjang Kaivan menutup laptop dan berdiri dari duduknya. "Sudah pulang?..."


Bella berjalan menghampiri suaminya. "Apa kau sengaja membatalkan pertemuan?.."


"Hmmm?.." Jawab singkat Kaivan, lelaki tampan itu merentangkan kedua tangannya. "Bukankah kita harus menikmati honeymoon yang tertunda ini?.."


Arabella engeh ia menelan salivanya, ia sadar jika ia juga sudah ketahuan jika selama ini sudah mencintai Kaivan.. "Ah honeymoon ya......"


Karena tak tahan, Kaivan langsung memeluk istrinya hingga tidak ada celah diantara mereka. "Lama sekali..."


"Beri sedikit kelonggaran, aku susah bernafas..." Ucap kikuk Bella.


"Apa milikmu sudah mendingan sayang? jika sudah, mari kita lanjutkan yang semalam...." Bisik Kaivan sambil mencium telinga sang istri.

__ADS_1


__ADS_2