
.......
.......
Pagi datang...
"A-aaakkh!..." Ringis Bella terbangun, ia memegang kepalanya yang sangat terasa pening.. "Awhh, ya Tuhan..."
Bella tak bergerak mendiamkan rasa pening di kepala, namun tiba-tiba mata indah wanita itu melotot, saat menunduk melihat tubuhnya yang polos. "HAHH!!!...."
Tangan Bella menutupi bagian dadanya yang terekspos, ia melihat sekeliling ruangan itu, pikirannya mencoba mengingat kejadian semalam, sebelum ia tak sadarkan diri. Namun kepalanya malah semakin terasa pening... "Sssshh! ngilu sekali..."
"Terakhir aku berendam di bathtub? dan......
Deg!!..
Bella kembali melihat sekeliling mencari sesuatu. "Gak mungkin kan? yang benar saja, ya! pasti gak mungkin..."
"T-tapi???......" Arabella merubah posisi, ia bangun melangkah ke sana kemari, mencoba merasakan sesuatu pada area s*langk*ngan-nya...
Wanita cantik itu menghela nafas lega. "Tidak sakit ataupun perih, tapi sekarang Kaivan di mana?..."
Saat Bella melewati cermin besar, ia dibuat syok kembali dengan pantulan tubuhnya, di area leher dan dua gundukan kencang itu, terdapat beberapa tanda merah..
"Sebenarnya apa yang terjadi??? Bel!..."
Cklek!....
Mendengar pintu dibuka, Arabella sontak menarik kimono untuk menutupi tubuhnya, namun tak sempat ia pakai, akhirnya digunakan untuk menutup area bawah dan dada saja..
__ADS_1
Masuklah Kaivan ke dalam, lelaki tampan nan kekar itu hanya mengenakan celana pendek dan kaos putih. Tatapan Arabella dan Kaivan bertemu, saling tatap beberapa saat dan......
"Kau bisa mengetuk pintu dulu jika mau masuk..." Ujar Bella yang masih setia menutupi tubuhnya dengan kimono.
"Tak berlaku bagi pasangan suami istri..." Jawab singkat Kaivan..
Bella terdiam. "Jangan maju aku tak berpakaian!..."
Tidak ada jawaban dari Kaivan. "Aku sudah melihat semuanya Khanza..."
Batin Bella rasanya ingin menjerit kencang, wanita cantik itu menggigit bibir bawahnya, pipinya merah menahan malu.. "Ah i-itu.... Mengenai semalam, apa kau yang memindahkan ku?..."
"Jika bukan karena diriku, memangnya kau bisa pindah sendiri?..." Sengaja Kaivan, ia mendekati istrinya.
"Ya enggaklah..."
"Berarti?.." Ulang Kaivan.
"Kaivan...." Lirih Bella, saat tubuh polos belakangnya yang sudah mentok mengenai dinding, Kaivan menyudutkan posisi diantara mereka.
"Apa saat pikiranmu kacau, kau selalu melampiaskannya dengan minum-minum wine??..."
"Gak juga!..." Jawab jujur Bella. "Bisakah kau keluar?, aku mau mandi dan berpakaian, kita harus ke kantor bukan?.."
Kaivan tersenyum menyeringai ia meraih pinggang ramping Arabella, membuat wanita itu sedikit terkejut. "Kau tahu? jika semalam kau menyiksaku sangat keterlaluan..."
Arabella terdiam namun ia peka.. "Ah lupakan saja, aku juga menyesal sudah merepotkanmu.."
"Ck! kau ini sangat tidak peka sekali Khanza..." Batin Kaivan
__ADS_1
"Sampai kapan?..." Tanya lembut Kaivan..
"Apanya??..."
"Kau membalas perasaanku..."
Deg!...
"A-aku harus mandi dan berpakaian, mari kita bicara setelahnya..." Timpal Bella.
Kaivan menatap tajam mata indah itu yang terus mengalihkan pandangan. "Tatap aku..."
"Apa Nathan sangat susah untuk ku geser posisinya?..."
"Tentu tidak! yang benar saja, jangan membahas lelaki berengsek itu! kau tahu dia sudah me....... Mmmhh!??...
Belum selesai Arabella berucap, bibirnya sudah dikulum Kaivan, tentunya ia terkejut saat benda kenyal terasa hangat pada bibirnya.
"Mm, K-Kaivmmmhh..."
Kaivan mengunci pergerakan Bella, ia menekan tengkuk wanita itu, menggigit pelan bibir bawahnya agar terbuka memberi celah...
Suara debaran jantung terdengar, entah siapa mungkin keduanya.
Bibir sexy Bella terbuka, membiarkan Kaivan menyesap dan ******* setiap inci di sana. Nafas lelaki tampan itu memburu, Arabella terdiam mematung tak membalas juga tak menolak, hawa tubuhnya mulai memanas...
Ciuman itu semakin ke sini semakin menjadi, tangan Kaivan menarik kimono yang menutupi tubuh polos bagian depan Bella... Kimono pun terjatuh, telinga Arabella tampak memerah, kini ia kembali telanjang bulat di depan suaminya.
Suara kecapan bibir terdengar di seluruh ruangan..
__ADS_1
"Bel berontak! lo kenapa malah kaku begini???.." Batin Bella resah.