Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Episode 65


__ADS_3

2 Bulan berlalu.....


Arabella dan Kaivan sudah mulai terbiasa menjalani kehidupan sehari-hari tanpa kehadiran Shena, Shena kini tinggal bersama dengan Elsa dan Roy...


Walaupun Shena bukan cucunya, papa Dyandra terlanjur menyayangi gadis itu. Bahkan kadang mereka sering bertemu. Tidak jarang juga Dyandra menagih cucu dari mantunya sendiri, Arabella. Kapan akan memberikannya cucu yang resmi dari putranya sendiri?..


Di perusahaan Arabella tidak lagi menjadi busines manager, setelah Kaivan mengumumkan statusnya dulu, Arabella mengambil pekerjaan menjadi asisten pribadi suaminya.


Bekerja sekaligus melayani suami merupakan kewajiban bagi sang istri.


Melihat Kaivan yang sibuk dengan pekerjaannya, Arabella meletakkan kopi di atas meja. "Ini...."


"Terimakasih sayang..." Kaivan meminumnya.


"Boleh aku bertanya?.." Sengaja Bella, entah kenapa ia ingin melakukan ini.


"Hmmm?.." Balas Kaivan tanpa menoleh.


"Bagaimana jika aku selingkuh?..."


Jari Kaivan yang sedang mengotak-ngatik komputer terhenti seketika, tatapan matanya tertuju pada Arabella. "Tidak salah dengar?.."


"Tidak..." Sengaja Arabella, entah kenapa melihat raut wajah suaminya membuat dia puas.


"Apa kau sedang bosan sayang bicara seperti itu? memang lelaki mana yang bisa menandingi diriku!..." Timpal Kaivan seraya berdiri dari duduknya, ada rasa cemburu dari hatinya walaupun itu sekedar candaan.


"Sama seperti itulah reaksiku jika kamu berpikir untuk selingkuh..." Balas Bella..


Kaivan mengerti maksud istrinya. "Tidak mungkin aku menyakiti seorang wanita dengan menghancurkan perasaannya, sama saja jika seperti itu aku menyakiti hatimu dan almarhum mama sayang. Jika anak kita perempuan, takut dia akan menerima karmanya...."


Arabella tersenyum hatinya merasa lega. "Aku hanya ingin bilang ini kepadamu, pertama terimakasih..."


Kaivan memeluk tubuh istrinya, membuat ucapan Bella tak selesai. "Ada apa? apa ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan?."

__ADS_1


Bella membalas pelukan hangat sang suami. "Di luar sana banyak kasus perselingkuhan, orang ketiga dalam rumah tangga bahkan kekerasan sekalipun. Aku hanya ingin bilang dari sekarang, jika kau mau melakukannya bilang saja jangan setelah kita memiliki buah hati baru ketahuan dan anak jadi korban...."


"Itu bukan tujuanku, aku lebih suka blak-blakan dan melepas semuanya tanpa keributan..." Lanjut Bella.


Mendengar ucapan istrinya Kaivan terkejut, ia menatap lekat wajah cantik itu. "Aku tahu maksudmu, tapi tidak mungkin aku melakukannya dan ya itu tidak akan pernah!!..."


"Hanya lelaki kehilangan akal lah yang melakukan seperti itu! aku akan terus bersamamu sampai kapanpun, begitupun kamu tetaplah bersamaku selamanya Khanza..."


"Lupakan berita perselingkuhan yang membuat perasaanmu tak tenang, sebagai gantinya lihat kesungguhan cintaku kepadamu okey!??..." Kaivan memeluk Arabella sambil menciumnya, ia berharap istrinya yakin dengan kesungguhan cintanya, walaupun memang Bella pernah trauma.


"Oke, dan aku akan membunuhmu jika tak menepatinya!.." Ancam Bella dengan kekehan.


"Of course...."


.......


.......


"Hmmm, gue juga peka sama gerak-geriknya, ya namanya berwajah dua bisa dimaklumi Ri..." Timpal Bella ia acuh dan tak peduli.


"Haha... Yaudah Bel gue cabut ya, lain kali main ke rumah lo..." Pamit Riri sebelum masuk mobil.


"Bawa pasangan Ri gue tunggu..." Sengaja Bella.


"Gak, gue belum kepikiran Bel..."


"Awas nanti di jalan ketemu!.."


"Gak!.." Bantah Riri yang masuk ke dalam mobil.


Bella terkekeh sambil melihat mobil sahabatnya berlalu dari parkiran perusahaan.


Karena lapar, sebelum pulang Riri sengaja mampir ke Cafe yang kebetulan sejalur dengan rumahnya. Cafe itu katanya sudah buka 1 minggu yang lalu, namun Riri baru pertama ke sana sekarang.

__ADS_1


Wanita cantik itu duduk di meja dekat jendela, ternyata sangat banyak sekali pengunjung. "Tempatnya nyaman juga...."


Seorang pelayan datang, Riri memesan. Saat pelayan itu hendak pergi.... "Tunggu mbak, ada toilet di sini?..."


"Ada, silahkan kak mari ikut saya..." Ramahnya.


"Oke..."


Riri ke toilet di antar pelayan Cafe, setelah selesai ia keluar. "Terimakasih mbak..."


"Sama-sama..."


Rianty kembali melanjutkan langkah menuju mejanya.


BRUKHH!!....


"Awhh! hey jalan pake mata donk!!.." Kesal Riri saat tubuhnya ditabrak hingga jatuh ke lantai.


Para pelayan yang ada di sana terkejut, langsung menghampiri..


Riri berdiri sendiri, ia beralih menatap siapa yang menabraknya. Penabrak itu hanya berdiri tidak pergi maupun membantu.


Deg!


Manik keduanya bertemu, mereka sama-sama terkejut.


"Nathan!???..." Ujar Riri. Mantan dari sahabatnya itu terlihat berbeda setelah beberapa bulan menghilang, ia berpenampilan rapih dengan setelan jas.


"Lo nabrak gue duluan gak mau nolongin dikit gitu?.." Riri masih kesal.


Nathan tersenyum menyeringai. "Duduk kembali jika mau ditolong..."


"What!???.."

__ADS_1


__ADS_2