Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Episode 60


__ADS_3

Dyandra terdiam mendengar anak dan ibu itu, tak lama ia berlalu meninggalkan istri dan juga anak tirinya.


Malam tergantikan dengan pagi...


Di meja makan


Mereka bertiga berkumpul untuk sarapan.


"Bagaimana hubunganmu dengan Sely?." Tanya Dyandra.


Nathan tak langsung menjawab. "Sudah lama kita berpisah pah..."


Dyandra manggut-manggut. "Hubunganmu dengan Kaivan?.."


Lia menoleh ke arah suaminya, Nathan yang sedang sarapan langsung berhenti mendengar nama Kaivan. "Aku tidak mungkin selamanya merugikan orang-orang sekitar, dalam waktu dekat aku akan menemui kak Kaivan juga Arabella untuk minta maaf atas apa yang ku lakukan sebelumnya pah.."


Dyandra tersenyum. "Papa dukung jika tindakanmu benar nak, mulailah jadi diri yang lebih baik.."


Hati Nathan terasa hangat, seburuk itu kah dirinya di masa lalu, ia kembali merasa bersalah.


"Sekarang kita sarapan, setelah itu temui kakakmu dan Arabella saat tiba nanti di Jakarta.." Timpal Lia.


"Iya ma...."


~


Malam hari...


Mansion Kaivan


Sepasang suami istri itu baru sampai dari LA, perjalanan yang cukup melelahkan memang. Koper-koper di bawa para pembantu ke kamar tuannya.

__ADS_1


"Apa Shena sudah tidur?.." Tanya Bella mengeluarkan sebuah kotak. "Shena? Shena!?? mama pulang, lihat mama bawa apa untuk kamu......" Panggil Bella berjalan menuju kamar gadis kecil itu.


Kaivan terdiam, ini pemandangan yang indah dimana Arabella sangat menyayangi Shena layaknya anak kandung sendiri. "Bagaimana reaksinya jika dia tahu bahwa Shena bukan anakku..."


Cklek!...


Pintu kamar Shena dibuka, gadis kecil itu sudah terlelap dalam pelukan si bibi.


Arabella mengendap-endap. "Bi...."


"Eh nona sudah pulang?..." Tanya bibi dengan raut wajah senang.


"Sudah bi, bibi istirahat saja Shena-nya sudah tidur.." Bisik pelan Bella.


"Iya non.." Bibi turun dari atas kasur. "Kalau begitu bibi ke dapur membantu yang lain untuk persiapan makan malam.."


Bella mengangguk, bibi berlalu dari sana.


Bella pun berlalu pergi, dari dua sudut mata Shena keluar butiran air bening membasahi pipi. "Tidur nyenyak juga, kakak Bella...."


Arabella menaiki anak tangga menuju kamarnya, sesampainya di sana ia tak langsung masuk. "Koperku tadi dibawa ke mana ya?.." Pikirnya yang melirik kamar Kaivan juga.


Bella memilih masuk ke dalam, ia terkejut saat kamar yang sebelumnya di tempati kosong tak ada barang-barang miliknya.


Tok tok tok tok!...


Kaivan yang sedang membuka kemeja melirik ke arah pintu, ia berjalan menghampiri lalu membuka.


"Kemana barang-barangku? di kamar kosong..." Tanya Bella.


Lelaki tampan itu bersandar pada dinding, tubuh atasnya yang kekar terekspos tanpa penutup. "Masih mau kamar terpisah, hmmm?..."

__ADS_1


"Kau yang memindahkannya ke sini?.." Tanya Bella.


"Of course...."


"Ahhh begitu...." Kikuk Bella.


Dengan satu tarikan, Kaivan membawa tubuh istrinya masuk ke dalam kamar.


Bella mencoba tenang, walaupun diantara keduanya sudah tidak ada yang ditutupi lagi. "Kita satu kamar mulai dari sekarang, Khanza..."


"H-hmmm oke..."


"Kenapa? kau belum terbiasa? jangan gugup aku dan kamu sudah jadi kita.." Lirih Kaivan.


"Oke oke aku akan mencobanya!..." Timpal Bella seraya menjauh karena tersipu.


"Mari mandi bersama, kau juga pasti gerah...." Kaivan mengikuti langkah istrinya, ia menarik jas hitam yang dikenakan Bella..


Setelah jas terlepas, Kaivan melepas baju dalam Bella.


"H-hey! aku bisa sendiri kenap.......


"Shuuuuutt!....." Jari telunjuk Kaivan menempel pada bibir ranum Bella. "Jika kau benar-benar membalas perasaanku, tolong jangan malu-malu untuk membuktikannya Khanza...."


"Aku hanya belum terbiasa...."


"Dari sekarang aku akan membuatmu terbiasa..."


Tanpa sadar, seluruh pakaian yang dikenakan Bella terlepas semua hanya menyisakan bra dan c*lana dalam saja akan ulah Kaivan.


"Kita mandi bersama, tidak ada bantahan sayang..." Bisik lembut Kaivan, seraya menggendong tubuh indah itu ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Selain membersihkan diri, keduanya kembali melakukan adegan panas. Seberapa kuat pun ditahan, Kaivan tak kuasa jika sudah melihat kemolekan tubuh Arabella tanpa penutup sehelai benang pun.


__ADS_2