
2 bulan kemudian.....
Pukul 23:00 malam
Kaivan yang sedang meeting dengan klien seketika lari koncar-kancir tak karuan menuju parkiran, ia mendapat kabar Arabella dilarikan ke rumah sakit dan kemungkinan akan melahirkan.
"Aku datang Khanza....." Ucap Kaivan seraya menancap gas dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
Perasaannya tak menentu jantungnya berdebar kencang, di luar sana juga hujan sangat lebat. Kaivan tak peduli pikirannya hanya Arabella dan Arabella.
Di rumah sakit....
Mama Bella dan Rianty menggenggam erat tangan Bella, sementara yang lain menunggu di luar.
Tubuh Bella sudah keringetan, saat ini kesadarannya hampir hilang.
"Sepertinya harus operasi saja nyonya, tidak baik memaksakan kelahiran normal dengan tubuh pasien yang sudah seperti ini..." Saran dokter wanita yang khawatir.
Mama Bella dan Rianty saling tatap dengan wajah kalut, mereka memandang wajah Bella. "Baiklah lakukan saja yang terbaik Dok..."
"Baik... Semuanya bersiaplah!.." Ucap dokter itu kepada para suster.
Mama Bella mengecup kening putrinya penuh kasih sayang. "Ini akan baik-baik saja, Kaivan sebentar lagi sampai sayang..."
Tidak ada jawaban dari Bella ia sudah lemas, para suster siap-siap membawanya ke ruang operasi.
Rianty menggigit bibir bawah, mata wanita itu berkaca-kaca. "Tan, Kaivan masih dimana? ya ampun Bell...." Riri panik juga khawatir.
"Entahlah...."
__ADS_1
Kini Arabella sudah diruang operasi, dokter dan suster sudah siap akan tugasnya.
Papa Dyandra dan istrinya, ayah dan ibu Arabella juga Rianty mondar-mandir di luar ruang operasi dengan perasaan tak karuan.
Mereka semua menunggu kedatangan Kaivan yang entah kapan, sementara Arabella berjuang antara hidup dan mati demi sang buah hati...
Setelah sampai di pelataran rumah sakit, Kaivan lari pontang-panting menuju tempat dimana istrinya berada, banyak orang-orang sekitar yang tertabrak..
Seorang suster keluar dari ruang operasi. "Siapa yang mau menemani nona Bella di dalam? satu orang saja dia membutuhkan support sistem..."
"Saya ibunya sus!.." Timpal mama Bella.
"Baik, mari... Sebelum operasinya dimulai.."
"Iya...."
Samar-samar mereka yang ada di sana mendengar langkah kaki yang semakin mendekat, benar saja Kaivan tiba di sana dengan nafas ngos-ngosan. "Mana istriku!???..."
"Lebih baik kamu yang menemani Bella, mama juga yang lain di sini, sekarang masuklah temani istrimu..." Timpal Dyandra.
Tanpa pikir panjang, Kaivan langsung masuk ke dalam diikuti suster...
Kaivan meraih tangan Bella mengecup keningnya berkali-kali. "Aku di sini Khanza, kamu pasti bisa demi buah hati kita sayang...."
Bella perlahan mengangguk. "K-Kaivann ini sakitt..." Nafas wanita itu terengah-engah.
Cup!
"Tidak akan lama lagi bertahanlah...."
__ADS_1
Dokter dan suster sudah siap melakukan operasi, namun saat hendak bertindak dokter wanita itu mengerutkan kening. "Tunggu, sepertinya nona Bella akan melahirkan normal!..."
Para suster melihat bukaan yang maju dengan lancar. "Oke baik..."
"Non Bella tarik nafas...... buang perlahan.... tarik........ buang...... tariiiiikkk..... buaaaaanggg....." Arahan dokter.
Bella mengikutinya, Kaivan memegang erat tangan sang istri, jantungnya berdebar kencang ikut merasakan sakit yang dialami.
Arabella mengejan sekuat tenaga, keringat membasahi tubuhnya, tidak lama ia terkulai lemas bersamaan dengan tangisan suara bayi mengisi seluruh ruangan itu.
Air bening membasahi pipi Kaivan ia tak henti mencium istrinya. "Dia sudah lahir sayang...."
Arabella ditangani lebih lanjut karena kondisinya kian melemah, sementara sang buah hati sudah dibersihkan dan diserahkan kepada Kaivan. "Ini buah hati anda tuan berjenis kelamin laki-laki tampan tanpa kekurangan sedikitpun..."
Dengan tangan yang sedikit gemetar, Kaivan menggendong sang buah hati, hatinya sangat terharu.
Orang tua Bella menangis, apalagi Rianty, Dyandra dan istrinya sangat merasa bahagia dengan kehadiran cucu pertama mereka.
Beberapa jam kemudian...
Arabella sudah boleh dijenguk dan siuman, mereka semua memasuki ruang rawat Bella.. Kaivan tersenyum sambil menggendong sang buah hati. "Sayang, ini buah hati kita..."
"Tampan ya..." Lirih Bella dengan suara yang masih lemas .
"Apa kau sudah memberinya nama?." Tanya papa Dyandra.
Kaivan menoleh pada sang istri. "Aku serahkan kepadamu mas..." Timpal Arabella dengan senyumnya.
Tatapan Kaivan beralih menatap sang putra. "Oke baiklah, sesuai dengan apa yang sudah ku persiapkan... Nama putra pertama kita yaitu Calvin Mahavir Dyndra, ya Calvin!..."
__ADS_1
Semua yang ada di ruangan itu tersenyum, menyambut bahagia atas hadirnya baby Calvin.