
Pagi itu.....
Erangan kenikmatan mengisi seluruh ruangan, tubuh keduanya terguncang akan gelora masing-masing.. Kaivan semakin menggila, ditengah penyatuan panas itu tangan dan bibirnya bermain di antara dua gundukan kencang yang ikut naik turun.
"Ahhhhh, K-Kaivannn!...." Arabella meremas rambut sang suami.
"Ya honey???..." Balas lembut Kaivan seraya meraup bibir ranum itu penuh agresif.
Keringat mulai membasahi tubuh polos mereka, Arabella menyeimbangi gerakan liar Kaivan, Kaivan semakin mempercepat ritmenya memeluk erat tubuh indah Bella.
Tubuh keduanya menegang hingga akhirnya mencapai puncak, Arabella merasakan miliknya berdenyut disela-sela nafas mereka yang ngos-ngosan.
Kaivan tersenyum, ia mencium kening, pipi, bibir Bella... "I love you more sweetie...." Setelahnya Kaivan mencabut miliknya, berbaring di samping sang istri.
"Padahal aku sudah mandi, bisa-bisanya kamu membuatku harus mandi lagi?...." Lirih Bella sengaja.
"Sudah ku bilang tubuhmu candu Khanza, aku tidak bisa menahannya...." Balas Kaivan sambil mengecup lengan atas Bella.
Arabella hanya tersenyum juga tersipu.
Saat wanita cantik itu akan bangun, tangan Kaivan menahannya membuat Bella berbaring kembali melingkarkan tangannya pada perut rata sang istri. "Mau kemana? ini hari libur....."
"Mandi lalu buat sarapan....." Bella membalas tatapan lekat suaminya.
__ADS_1
"Ada si bibi, temani aku di sini untuk waktu yang lama..." Pinta Kaivan, perlahan tangan kekarnya naik ke atas bermain di area favorit yang menggoda itu.
"Aaahh!...." Bella menahan agar d*sahannya tidak lolos dengan menggigit bibir bawah.
Kaivan tersenyum. "Jangan ditahan Khanza...." Kaivan bangun malah menindih kembali tubuh istrinya, memeluknya dengan erat menciuminya bertubi-tubi bahkan menggelitik.
Gelak tawa keluar dari bibir keduanya dengan lepas, setelah melakukan adegan panas mereka kini layaknya anak kecil yang saling menggelitik.
Kini hubungan Elsa dan Roy juga sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang sah, tentunya tanpa restu dari keluarga Roy, mereka hanya menerima Elsa karena cucunya Shena, mungkin seiring berjalannya waktu akan berubah.
Setelah selesai sarapan, Kaivan menikmati waktu liburnya di atas balkon sambil melihat beberapa email masuk pada laptop.
Arabella menatapnya dari dalam kamar, cukup lama. "Apa ku bilang sekarang saja?..." Pikirnya melihat kotak kecil yang dipegang.
"Apa ada hal lain yang kau inginkan dariku? setelah pernikahan kita yang memasuki 5 bulan?..." Tanya Bella.
Kaivan mengerutkan kening. "Tentunya aku menginginkan ketulusan cinta dan kita selalu bersama sampai kapanpun...."
"Ada lagi?..."
"Mungkin sangat banyak, tapi kenapa kamu bertanya seperti ini sayang?..." Tanya Kaivan, ia menarik tangan istrinya.
Arabella tak langsung menjawab, ia duduk di kursi berhadapan dengan sang suami.
__ADS_1
"Apa ada sesuatu?..." Kaivan merasa ada yang aneh.
Bella mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu menyodorkannya pada Kaivan. "Coba lihat ini, dan bagaimana pendapatmu?.."
Kaivan menerima kotak itu, sebelum dibuka ia menatap istrinya sesekali. Dengan perlahan Kaivan membukanya, lelaki tampan itu mematung matanya tak berkedip saat melihat isi kotak.
"Bagaimana?.." Tanya Bella dengan senyum yang merekah.
Dengan perlahan Kaivan mengambil isi kotak, ternyata itu tespack dengan dua garis merah yang terpampang. "I-ini benar Khanza!???..."
Bella tersenyum. "Ya, sebenarnya itu sudah lama seminggu yang lalu, namun kau selalu sibuk jadi aku tidak mau mengganggu....."
Kaivan meletakkan tespack, matanya berkaca-kaca juga jantungnya ikut berdebar, ia berdiri memeluk erat tubuh Bella, menciumnya berkali-kali.
Arabella sedikit terkekeh. "Kau bahagia aku mengandung?..."
Cup cup cup cup cup cup cup!!
"Mmmhh!..." Berontak Bella saat Kaivan semakin menggila menciumnya di sana-sini.
"Jangan ditanyakan lagi tentu aku sangat bahagia, terimakasih honey..." Kaivan mengeratkan pelukannya tak henti mengecup, tangan kekar lelaki itu mengelus lembut perut rata Bella. "Maafkan papa sayang tadi pagi begitu liar....."
Bella terkekeh, mengingatnya juga membuat pipi merona.
__ADS_1