
"Apa milikmu sudah mendingan sayang? jika sudah, mari kita lanjutkan yang semalam...." Bisik Kaivan sambil mencium telinga sang istri.
Merinding dan timbul sensasi lain datang bersamaan pada diri Bella, ia mendorong dada kekar Kaivan. "Apa kau menyuruhku agar pulang untuk hal itu?..."
"Jangan berlagak seolah kau tak tahu Khanza..." Balas Kaivan, ia meletakkan wajahnya pada leher jenjang Bella tanpa melepas dekapan. "Aku mendambakan mu dari jauh hari, sudah pasti menginginkan waktu bersama dari dulu juga..."
"Hmmm, aku paham..."
Cup.... Cup cup cup....
Kaivan mengecup lembut leher jenjang Bella, mengutarakan kasih sayang dengan mencumbunya. "Tidak mau menendang ku?.." Sengaja, goda Kaivan.
Arabella menggeliat karena geli, suaminya yang terkenal dingin dan tegas ini, ternyata sangat bucin jika bersama dengan orang yang dicintai.
Disela pelukan itu, tangan Kaivan sengaja memasuki kemeja istrinya. Bella terdiam saat tangan kekar Kaivan perlahan mengelus lembut perut ratanya, semakin naik ke atas.
Jantung Bella mulai berdebar kencang saat tangan suaminya, menyentuh, memberikan r*masam lembut pada area gundukan kencang itu.
"Ahh..." Bella refleks menengadah. "K-Kaivan...."
"Hmmm? why honey?..." Kaivan menarik wajah cantik Bella agar menatapnya. Bella luluh akan tatapan berat itu, mungkin kata orang benar tidak ada yang bisa lepas dari pesona Kaivan, termasuk dirinya.
"Katakan kembali jika kau juga membalas perasaanku, aku tak mau jika kau melayaniku hanya karena kewajiban, namun atas kemauan sendiri..." Lirih lembut Kaivan, tatapan beratnya tak lepas dari bibir sexy Khanza.
"Apa semalam tak cukup?..." Tanya Bella, menyentuh hidung mancung suaminya.
Kaivan tersenyum menyeringai. "Ini bukan Arabella yang kukenal? tapi aku menyukainya..."
Arabella menyunggingkan senyum tipis. "Sebenarnya aku malu, tapi karena kau suamiku, mungkin aku harus terbiasa untuk ke depannya.. Ya, aku mencintaimu Kaivan Mahavir Dyandra..."
Kaivan menggigit bibir bawahnya, hati yang selama ini ia kunci, kembali merasakan kehangatan cinta yang luar biasa dari seorang wanita pilihan... ya Arabella Khanza.
"Aku lebih mencintaimu!! ingat itu sampai kapanpun.."
"Haruskah ku ingat?." Sengaja Bella menggoda sang suami kembali.
"Ya!..."
Arabella mengalungkan tangan pada leher Kaivan, ia mungkin mulai sekarang tidak harus gengsi lagi, karena mulutnya sendiri mengakui jika mencintainya.
__ADS_1
Keduanya saling tatap seolah mengutarakan perasaan masing-masing..
"Ikut aku dan kita pindah ke Villa, rasanya tidak bebas jika di hotel ini.." Ujar Kaivan.
"Ke Villa?.."
"Ya tidak jauh, tempat aku bersinggah jika ke sini..."
Arabella terdiam sejenak. "Oke..."
Kaivan tersenyum, ia memeluk erat tubuh istrinya sebelum pergi dari sana...
Dengan hati-hati, layaknya seorang maling yang takut ketahuan.. Bella dan Kaivan berjalan menuju parkiran di lantai utama, berharap tidak ada talent pool yang mengenali..
Kaivan berhasil masuk ke mobil, saat Arabella hendak masuk juga tiba-tiba....
"Bel??..."
Deg!
Jantung Arabella terasa berhenti sejenak, saat suara yang familiar memanggilnya. Ya Nathan, dia dan pak Dito terlihat sudah belanja.
Nathan menarik tangan mantan kekasihnya itu. "Kamu mau kemana? ini sudah malam.."
Kaivan menatap tajam tangan adik tirinya yang dengan leluasa memegang lengan Bella, panas sekali hatinya namun jika keluar ada Dito, Bella pasti tidak mau jika hubungannya diketahui orang-orang perusahaan sekarang..
"Ah kebetulan di sini aku punya temen, jadi ada janji nginep di sana.. Aku akan kembali jika mulai bekerja." Bohong Bella.
"Oke have fun Bel..." Ucap pak Dito.
"Kalian juga..." Timpal Bella, ia melepas genggaman Nathan, tanpa bicara lagi wanita itu masuk ke dalam mobil...
Kaivan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, Nathan dan Dito terkejut melihat kepergian Bella. "Itu supir bosan kerja atau apa?.." Pikir Dito heran.
Sementara Nathan hanya diam.
Arabella terkejut dengan tindakan Kaivan. "Hey pelan-pelan! kenapa ngebut seperti ini? hati-hati!.."
Kaivan menggertakan rahangnya, karena rasa cemburu itu yang membuatnya seperti ini.. Kaivan kini melajukan mobil dengan kecepatan sedang, namun lelaki itu masih tak berucap.
__ADS_1
Di luar hujan turun sangat lebat, sore tergantikan dengan malam...
Akhirnya mereka sampai di Villa tempat Kaivan di LA.
Kaivan keluar duluan, Bella merasa ada yang aneh. Ia pun ikut keluar mengejar suaminya di bawah guyuran hujan deras. "Hey kenapa tiba-tiba diam seperti ini?..."
Kaivan menatap tajam Bella, tubuh mereka sudah basah kuyup karena hujan.
"Katakan jika aku punya salah, jangan malah diam itu tidak dapat menyelesaikan..." Timpal Bella yang tak enak.
Kaivan menghela nafas panjang, berusaha mengontrol emosi. Lelaki tampan itu langsung memeluk Bella di depan halaman Villa. "Aku hanya cemburu, maaf..."
Bella terdiam.
Tanpa pikir panjang Kaivan mengangkat tubuh basah kuyup Bella, mereka berdua memasuki Villa itu.. Langkah Kaivan terhenti setelah sampai di dalam. "Gara-gara diriku kau ikut basah..."
Bella hanya diam saat Kaivan menempelkan keningnya.
"Kau cemburu ya? maaf aku tak sadar..."
Kaivan menurunkan tubuh Bella, mereka saling tatap. "Kau milikku Khanza, mungkin sekarang Nathan juga adikmu, tapi entah kenapa melihat interaksi kalian aku tak.....
GREP!
Bella langsung memeluk tubuh kekar Kaivan. "Aku untukmu bukan untuknya..."
Kaivan tersenyum hatinya sangat bahagia saat Bella berucap demikian, ia mengecup bibir sexy Arabella. "Thanks you so much honey, and iam sorry.."
Bella menyunggingkan senyum manisnya.
Entah kenapa hawa tubuh keduanya mulai memanas, Arabella terdiam saat tangan kekar Kaivan membuka kemejanya dengan perlahan.
"Mari kita ulang....."Bisik lembut Kaivan.
__ADS_1
...(Ilustrasi)...