
"Pelan-pelan... Kita lanjutkan yang tadi..."
Manik Arabella tak berkedip, ia mematung. Wanita itu peka apa yang dimaksud Kaivan. "Apa yang harus ku ucapkan!??..." Batin Bella.
"Jangan menggodaku, membicarakan hal itu sangat tidak cocok jika dibahas sekarang!..." Sengaja Arabella mengalihkan pandangan.
Kaivan tersenyum sekilas. "Kau tahu jika seorang istri tugasnya melayani suami bukan?..."
"Aku tahu!.." Potong Bella. "Namun ya jawabannya, a-aku tidak m-mencintaimu, tuan Kaivan yang terhormat!..."
Kaivan berdiri dari duduknya, mendekatkan tubuh pada sang istri, tatapan tajam lelaki itu sangat lekat seolah mencari jawaban dari manik Arabella.
"A-apa???.." Bella terkejut dengan posisi mereka saat ini.
Jari telunjuk Kaivan menyentuh bibir sexy Bella, turun menyusuri leher jenjang membuat istrinya terdiam, semakin turun hingga berada di antara belahan dadanya.
"Kaivan...."
"Aku tak yakin jika kau tak mencintaiku sama sekali.." Bisik Kaivan pada telinga Bella.
Bulu kuduk Bella seketika berdiri, sensasi lain ia rasakan.
Tidak lama Kaivan kembali duduk ke tempat semula, bisa saja ia mencumbu dan menggerayangi Bella sesukanya, namun ia tak melakukan itu, biarkan saja nanti istri bar-barnya ini yang menyerahkan diri dengan sukarela.
Tanpa bicara lagi, Kaivan kembali melajukan mobilnya membelah jalanan raya, selama di perjalanan tidak ada yang bersuara, hanya berkutat dengan pikiran masing-masing.
Saat mengingat ucapan Bella waktu di perusahaannya dengan Nathan, Kaivan tersenyum menyeringai. Dimana wanita itu berucap tak mencintai tetapi menyebutkan Kaivan orang spesialnya.. "Ck! merepotkan perasaan orang saja!..." Batinnya.
Mobil Kaivan sampai di parkiran apartemen Bella, keduanya turun.
__ADS_1
"Kenapa turun? bukankah kau mau pulang?.." Tanya Bella.
"Sepertinya aku akan menginap di sini!..." Kaivan nyelonong masuk duluan meninggalkan istrinya.
"H-hah!!??.." Tentunya Bella terkejut, ini pertama kalinya Kaivan akan menginap di sana setelah menikah. "Hey tunggu!.... Gawat!..."
Arabella mengejar Kaivan yang sudah jauh di sana, setibanya di pintu apartemen, Kaivan membuka sandi pintu dan terbukalah, ia pun masuk ke dalam.
"Ya ampun!!.." Panik Bella, ia juga langsung masuk ke dalam. Pintu apartemen kembali terkunci otomatis.
Kaivan masuk kamar Arabella, ia meletakkan tas kantornya juga membuka tiga kancing kemeja. Lelaki itu terdiam mematung saat melihat sesuatu di atas kasur.
Dimana terlihat beberapa penutup aset berharga Arabella, karena buru-buru berangkat ke perusahaan, jadinya Bella lupa tak sempat merapikan.
"Yang benar saja!!..." Bella meraih dan memindahkannya ke tempat lain.
"Hey seharusnya kau jangan main nyelonong masuk!..." Ucap Bella kesal dengan Kaivan.
Arabella mengalihkan pandangan.. "Kau mau menginap di sini? kamar sebelah masih kosong.."
Kaivan tak menjawab ia acuh saja, membuat Arabella mendengus semakin kesal. "Sifat dinginnya ini benar-benar ya!..."
"Jika mau makan malam, di meja makan sudah siap. Bukankah aku istri yang baik??..."
"Belum sepenuhnya girls!..." Timpal Kaivan, ia keluar dari kamar Bella entah kemana.
Arabella terdiam, ia memilih memasuki kamar mandi, menyiapkan air pada bathub menambah aroma terapi di sana.
Setelah siap, Bella melepas semua pakaiannya lalu berendam pada bathub. Wanita cantik itu kembali merasakan damai, pikiran dan fisiknya yang sedang lelah kembali terasa rileks..
__ADS_1
"Nathan kau benar-benar menjengkelkan, cepatlah berubah dan sadar diri!..." Gumam Bella sambil memejamkan mata, ia memilih menenangkan diri dengan berendam.
Setelah cukup lama menghubungi Reiki dan Shena, Kaivan kembali memasuki kamar Arabella, di sana ia celingak-celinguk melihat keberadaan istrinya. "Kemana dia???..."
Melihat pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, Kaivan langsung melangkah memasukinya. Terlihat Arabella berendam dengan mata terpejam, di samping bathub ada dua botol wine.
"Ck!..." Decak Kaivan ia menghampiri Bella. "Kenapa harus meminumnya? hah!..."
Wajah cantiknya tampak tenang, Arabella tertidur pulas.
"Tidak baik lama-lama di sini..."
Kaivan jongkok mendekati telinga istrinya. "Bangun, ini dingin!..."
Arabella tak bergeming sama sekali, walaupun Kaivan sudah membisikinya lima kali.
Kaivan membuang nafas panjang, ia berdiri kembali.. Dengan perlahan lelaki tampan itu mengangkat tubuh polos Arabella dari dalam air.
Pemandangan yang benar-benar membuatnya tersiksa, bahkan di bawah sana miliknya sudah tak terkontrol, ini pertama kalinya Kaivan melihat tubuh sexy Bella tanpa penutup sehelai benang pun.
"Aaarrrgh ya Tuhan!!..."
Dengan perlahan Kaivan mengeringkannya mengelap tubuh Bella dengan handuk, wanita itu tak bangun sama sekali tertidur pulas, setelah selesai mengeringkan, Kaivan mengangkat tubuh Bella.
Dada keduanya bersentuhan tanpa penutup, Kaivan sendiri tadi melepas kemejanya.
"Emmmhh...." Lirih Bella tanpa membuka mata.
Sesampainya di kamar, dengan perlahan Kaivan meletakkan Arabella di atas kasur, telinga dan wajah tampan Kaivan memerah.
__ADS_1
Tatapan beratnya menelusuri setiap inci tubuh sexy Bella, dua gundukan nyembul yang kencang, lekuk tubuh lain yang nyaris sempurna, membuat Kaivan tak berkedip. ia menggigit bibir bawahnya nafas Kaivan memburu. "Kau benar-benar merepotkan Khanza, bagaimana jika sudah seperti ini? jangan salahkan aku....."