Bukan Pemuasmu, Om Duda!

Bukan Pemuasmu, Om Duda!
Episode 63


__ADS_3

Rianty sontak menutup mulut syok, "Gak ada angin gak ada hujan Bel, apa maksudnya ini!????."


Semua mata kini tertuju pada Arabella.


Arabella mematung tatapannya lurus pada lantai, perasaan wanita itu tak menentu sementara orang-orang di sekitarnya mulai bisik-bisik.


"Tuan Kaivan dan Arabella!???.." Ujar mereka riuh.


Kaivan menatap lekat istrinya dari atas aula.


"DIHARAP DIAM!!.." Tegas Reiki, seketika aula itu hening.


"Karena dari mulai sekarang saya membongkar identitas Arabella, tolong hormati dan hargai istri saya. Untuk menghindari kabar miring, kita sudah menikah 2 bulan yang lalu dan saling mencintai satu sama lain!..." Jelas Kaivan dengan tegas, tatapan matanya tak lepas dari sang istri di sana.


Semua karyawan dan petinggi perusahaan itu terkejut, banyak yang memberikan selamat. Namun tidak lama seorang asisten perusahaan membawa pergi Arabella dari kerumunan.


Rianty mondar-mandir sambil menggigit ibu jari. "Kenapa lo gak ngomong sama gue Bel? kok bisa tuan Kaivan? bagaimana dengan Nathan!??.."


"Aaarrrgh ini gila!..." Pusing Rianty memikirkannya. "Akan ku tanyakan lain kali..."


Setelah mengumumkan, Kaivan berlalu pergi dari atas aula. Reiki pun membubarkan para bawahannya itu.


Setelah mengumumkan status pernikahan sang atasan, hampir semua pegawai membicarakannya. Ada yang merasa setuju karena keduanya sangat serasi, tapi tidak sedikit juga yang tak setuju karena menginginkan Kaivan, apalagi para petinggi wanita mereka merasa kecewa.


"Apa yang menarik dari Arabella sih? tuh anak gak tahu style pakaian juga tertutup! masih bagusan aku sexy, cih! bisa-bisanya tuan Kaivan suka, ya walaupun aku sadar dia memang secantik itu!..." Tak terima salah satu petinggi wanita.


Rianty yang mendengarnya tak terima, ia lewat di antara mereka dan.....


BUKHH!!...


"Awwwwhhh!..."


"Ugh sorry!.... Apa sakit? tapi by the way kalian harus sadar diri juga sih, jika mau menjadi tipe tuan Kaivan..."Sinis Rianty dengan wajah meledek.

__ADS_1


Para petinggi wanita itu menatap geram Riri.


"UPS! hahaha, jangan dianggap becanda, ini hanya gertakan!..." Setelah puas berucap Riri pun pergi.


"Kamu!!!!..." Tukasnya penuh amarah.


"Sudah-sudah, bukan hanya lo saja yang sedang patah hati, mungkin sebagian pegawai Dyandra Group..." Timpal yang satu, ia juga mengagumi Kaivan namun tidak lebih, karena sadar diri.


"Cih!!..."


Asisten perusahaan kembali keluar dari ruang CEO utama setelah Bella masuk, di sana hanya ada Kaivan dan Arabella.


"Kenapa tidak memberitahuku dulu!!??.." Ujar Bella.


"Aku berhak bukan sayang?.." Lembut Kaivan meyakinkan.


"Bagaimana dengan orang-orang nanti!?.." Bella memijit keningnya. "Lihat mereka, mereka sekarang menatapku dengan tatapan seperti itu...."


"Tidak ada, hanya saja mungkin mereka akan lebih segan terhadapku tidak bebas seperti biasa, dan itu rasanya pasti beda..." Balas Bella. "Apa mereka akan menganggap diriku telah merebut mu dari Elsa? aaaarrgh jika iya rasanya menjengkelkan!..."


Kaivan tersenyum menyeringai. "Kau khawatir akan itu?..."


Bella mengerucutkan bibir. "Sebenarnya aku malu jika bilang..."


Kaivan menarik tubuh istrinya. "Aku sekarang suamimu, jangan malu untuk berkata apapun itu. Untuk orang yang berani membicarakan hal miring terhadapmu nanti, aku yang urus kau cukup diam saja Khanza!..."


Bella tersenyum. "Padahal aku sendiri bisa mengurusnya.."


"Tidak ada bantahan!..." Kaivan mencium bibir ranum Bella lumayan lama...


Arabella memberi celah, membuka sedikit bibirnya. Mereka bertukar saliva, mencumbu satu sama lain.


Tok tok tok!!...

__ADS_1


Seketika Arabella mendorong tubuh Kaivan hingga mundur ke belakang. "Ada orang!..."


"Ck!!.."


Kaivan berdecak kesal. "Masuk!.." Suruhnya.


Pintu dibuka...


Terlihat orang yang tak asing bagi Kaivan masuk, ia memberontak cegatan dua asisten perusahaan.


"Lepas! dia sudah menyuruhku masuk bukan!!.." Tukas Roy kepada bodyguard yang menghalanginya.


Arabella hanya diam sedikit terkejut.


Kaivan memberi kode, tidak lama bodyguard perusahaan pergi.


Roy mendekati Kaivan, menatapnya dengan tajam. "Dimana putriku!?? dimana dia!..."


"Apa yang kau maksud!??..." Tegas Kaivan, pikirannya tertuju pada Shena.


"Hey kau apa-apaan!!!..." Bentak Bella.


"Diam kau!! siapa lagi ini!???." Bentak Roy pada Arabella.


PLAK!!!


Kaivan menampar pipi Roy, hingga lelaki itu terdiam. "Berani sekali kau membentak istriku hah!! bosan hidup??.."


Roy menyentuh pipinya yang panas. "Aku hanya ingin tahu dimana keberadaan putriku Shena, itu saja!..."


Arabella melotot mendengar ucapan Roy, tubuhnya terasa kaku seketika. "S-Shena putrimu???"


"Siapa lagi!?..."

__ADS_1


__ADS_2