
"Apa dia akan meminta haknya sekarang?.." Batin Bella dengan perasaan yang sudah tak menentu. "Ah tali piyama-ku dilepasnya..."
"Khanza...." Lirih Kaivan dengan suara berat.
Arabella membalas tatapan mata itu, keduanya saling tatap cukup lama, terdengar suara debaran jantung entah milik siapa, sepertinya mereka berdua juga tak peduli.
Tali piyama Bella kini sudah terlepas oleh Kaivan, baju itu terbuka karena tanpa penyangga, pipi Bella merona mungkin Kaivan sudah melihat tubuh polosnya, karena memang belum mengenakan apa-apa.
"Bagaimana jika aku menginginkannya sekarang?..." Bisik Kaivan lembut pada telinga sang istri, tangan kekarnya menyelundup masuk ke dalam piyama, mendekap tubuh polos yang indah itu.
Tanpa menunggu jawaban dari Bella, Kaivan mendorong tubuh istrinya hingga tepat di samping ranjang..
"Kaivan...." Lirih Bella.
"Hmmmm? sweetie..."
Arabella menggigit bibir bawahnya, saat tangan Kaivan bermain lembut diantara dua gundukan kencang miliknya, seketika hawa tubuh Bella mulai memanas.
Kaivan tersenyum menyeringai, ia menempelkan keningnya pada kening Bella.. Nafas keduanya beradu, dengan perlahan Kaivan mencium bibir sexy itu, mencium dan m*lumatnya dengan agresif.
Entah dorongan dari mana, Arabella membalas permainan panas Kaivan, saling memagut membangunkan hasrat masing-masing..
Tangan Kaivan tak diam, ia melepas piyama Bella hingga terjatuh ke lantai.. Untuk kedua kalinya Kaivan melihat tubuh indah Arabella tanpa busana..
Dada keduanya bersentuhan tanpa penutup sehelai benang pun, rasanya bagai disengat aliran listrik, ulah Kaivan menginginkan diri Bella untuk berbuat lebih..
"Ahhhh....."
Erangan lembut lolos dari bibir Bella, saat Kaivan bermain lembut di area sensitif istrinya.
"Kau harus membayar puasaku selama ini, Khanza..." Bisik Kaivan, sorot matanya sudah diselimuti akan hasrat.
__ADS_1
Tubuh keduanya sudah berbaring di atas kasur, Kaivan tak memberi celah ia mencium dan menggerayangi tubuh sexy istrinya...
Arabella menegang saat Kaivan sengaja menggesekkan miliknya di bawah sana. "K-Kaivan...."
"Sudah sejak lama dia menginginkanmu...."
Bella mengalihkan pandangan, Kaivan benar-benar membuatnya menggila ia membuat milik Bella b*sah akan ulahnya...
Tanda kepemilikan pada tubuh Bella sudah bertebaran, tubuh sexy itu tak ada yang terlewatkan oleh bibir Kaivan.
Arabella terdiam saat melihat benda pusaka Kaivan, ia menggigit bibir bawahnya. "Aku suka ukurannya, mungkin ini gila..." Batin Bella.
Kaivan kembali menindih tubuh wanita yang dicintainya, mencium lembut kening, hidung, turun ke pipi, ke dagu hingga menetap lama pada bibir...
Tangannya tak tinggal diam ******* gundukan nyembul yang indah itu... Bermain leluasa..
"Ini akan sedikit sakit, tahan ya honey..." Bisik Kaivan sambil tak henti mencium lembut leher jenjang Bella.
"S-Sakithh aahh!..."
Kaivan tersenyum.. "Sebentar lagi, aku akan memberikanmu kepuasan, Khanza...."
"Benarkah?..." Tanya balik Bella sengaja..
Kaivan menggigit bibir bawahnya karena gemas, ia kembali mengulum bibir sexy itu dengan rakus, menjadi bayi kehausan yang benar-benar menggila.
Setelah membiarkan rasa sakit di area sensitif Bella mereda, Kaivan mulai melancarkan aksi merubahnya menjadi kenikmatan dunia..
Ruangan itu dipenuhi dengan d*sahan lembut, keringat mulai membasahi tubuh polos Kaivan dan juga Bella, permainan Kaivan benar-benar membuat Bella terbang melayang akan kenikmatan..
5 menit 10 menit....
__ADS_1
"Mmmhh!... A-aaaaakkhh!......."
Tubuh keduanya menegang saat mencapai puncak, Bella dapat merasakan miliknya terasa hangat terisi sesuatu.. Kaivan tersenyum miliknya terasa berdenyut.
Nafas keduanya ngos-ngosan, manik mereka saling tatap. "Kau mengambilnya, padahal aku belum mengatakan jika aku mencintaimu...."
"Setelah ini, kau tidak mungkin tak mencintaiku honey...." Ujar Kaivan sambil bermain dengan dua gundukan favoritnya.
"Ahhh...."
Dengan dikuasai hasrat, Kaivan mendekap tubuh polos Bella merubah posisi, mereka kembali melakukan penyatuan panas, Kaivan benar-benar tak memberi ampun, keduanya saling memberikan kenikmatan..
Berbagai gaya sudah dirasakan, tubuh mereka basah akan keringat, suasana malam yang dingin berubah menjadi panas bagi sepasang suami istri itu.
Arabella terkulai lemas dengan nafas yang tersengal-sengal, Kaivan mencabut miliknya lalu memeluk erat tubuh polos Bella. Entah yang ke berapa kali, dengan gaya dan posisi tempat berbeda. "Terimakasih sweetie, aku sangat menyukainya...."
"Sepertinya besok aku akan susah berjalan...." Lirih Bella.
Kaivan tersenyum ia menatap wajah cantik itu, menghujaninya dengan ciuman. "Maaf tubuhmu membuatku gila, Khanza aku mencintaimu, dengan kejadian panas ini aku akan menganggapnya sebagai balasan cinta...."
Arabella perlahan tersenyum menyeringai. "Hmmm, mungkin lambat, tapi aku sudah mencintaimu sudah sejak lama...."
"Aaarrrgh aku jadi menginginkannya lagi...."
"Sudah berapa kali, aku lelah...." Sengaja Bella.
"Tidak sekarang, kita lakukan lain kali, tidurlah Khanza...." Timpal Kaivan seraya kembali mengecup leher jenjang istrinya.
"Oke, good night!..."
"Hmm good night honey!..."
__ADS_1