
Maaf ya ada yang aku revisi 😁🙏.
***
" Kenapa ga tinggal disini aja? " Tanya Hans
" Om nya gitu jutek lagi, aku ga nyaman nanti, mungkin juga om merasa terbebani ada aku disini " Ucap Hanna mengeluarkan unek-unek nya dari tadi siang.
Hans tersenyum mendengar penuturan dari Hanna.
" Udah tinggal disini aja ya , Akunya khawatir kalau kamunya diluar, aku bisa aja kasih penjagaan ke kamu, tapi takutnya kamu ga nyaman " Ucap Hans sambil mengusap kepala Hanna
Hanna tertegun melihatnya dan merasakan hangatnya kasih sayang yang sudah lama ia tak rasakan. Entah kasih sayang seorang ayah, pria atau kakak laki-laki entahlah ,yang penting saat ini terasa hangat dan nyaman yang Hanna rasakan.
" Maaf ya kalau aku jutek seperti yang kamu bilang, hanya saja aku tak pernah beramah tamah dengan lawan jenis. " Ucap Hans lembut.
" Sama Vinna bisa om " sahut Hanna
" ya kalau Vinna kan ponakan aku Han " jawab Hans tetap lembut.
" Ya kan aku seumuran Vinna Om, " timpal Hanna lagi.
" ya kalau kamu beda, " ucap Hans lalu berusaha bangkit dari kasur yang akan menjadi tempat berbaring Hanna malam ini.
" Bedanya? " Hanna bingung.
" Karena kamu Hanna bukan Vinna hahaha " tiba-tiba Om Hans tertawa.
" eh Om ketawa gitu cakep loh " goda Hanna.
" kamu suka aku ketawa gini hmm ? " Tanya Hans.
" Heem ,Om cakep kalo ketawa " ujar Hanna jujur.
" Kalau gitu tinggal disini aja ya Han, biar aku bisa ketawa terus " kekeh Hans sambil menarik tangan Hanan untuk turun kebawah.
Hanna langsung terdiam tangannya ditarik tapi tetap mengikuti arah Hans berjalan.
" kenapa Dag Dig Dug ya kalau Deket Om Hans " Bathin Hanna yang saat ini sudah sedikit melupakan pria yang masih berstatus suami Dimata hukum.
Para Maid yang melihat tuannya menggandeng seorang wanita muda ikut senyum-senyum sendiri.
Mereka pun berbisik
" wah siapa ya gadis itu "
" Cocok ya sama Tuan Hans "
" ah akhirnya tuan kita punya kekasih senangnya "
" semoga segera menikah ,kelihatannya baik "
ya macam-macam semua maid yang berbisik.
__ADS_1
semua senang tanpa terkecuali karena memang biar Hans diam tapi Hans sangat-sangat mensejahterakan para karyawan nya termasuk para Maid nya .
Jika Hans dari luar negeri pasti semua Maid kebagian oleh-oleh. Tak segan Hans juga membeli kue dengan sengaja untuk para Maid nya.
Hans dan Hanna pun sampai di meja makan. Hans memanggil semua pekerja di rumahnya.
" Untuk kalian semua ,sekarang ini Hanna akan tinggal disini " ucap Hans
" Haloo semua nya saya Hanna " ucap Hanna tersenyum manis
" Ooo namanya Nona Hanna ah cantiknya "
" Diem aja cakep, eh senyum lebih manis "
" Sepertinya benar dugaan kita ia sopan ya walau sama kita-kita "
Gunam para maid yang memandang kagum terhadap Hanna
Sedangkan Hanna gugup dipandang semua orang .
" wah Tuan bisa aja cari yang bening dan muda " Celoteh Pak Yudi supir Hans dari kecil
Hans terkekeh mendengar celotehan Pak Yudi.
" Jika Hanna butuh sesuatu ,tolong kalian bantu ya, dan jika Hanna bosan disini tolong temani dia mengobrol tanpa melupakan tugas kalian. " titah Hans ke para pekerja.
" SIAP TUAN " semua menyahut kompak.
" dan satu lagi tolong masakan apa yang Hanna Mau ya " pinta Hans lagi.
" Siap Tuan " semua maid yang bertugas memasak menyahut lagi.
" isshh " Hanna menyenggol lengan Hans.
" kenapa hmm , aku hanya ingin kau ta merasa bosan disini " ujar Hans yang bersikap seolah menjadi pria idaman semua orang .
Maid yang usianya yang masih muda senyum-senyum sendirian. ditanya oelh maid yang lain.
" Hei Susi kenapa kamu senyum-senyum " Tanya Maid Susan
" Aku seperti melihat adegan Drakor semalam yang aku tonton hehe " Maid Susi masih tersenyum membayangkan jika itu dirinya.
" Pletak " Susan pun menjitak Susi.
" kenapa " Tanya Hans yang melihat Susan menyentuh kepala Susi.
" Ini Tuan si Susi lagi bayangin tuan dan nona Hanna seperti di Drakor yang semalam ia tonton " ujar Susan
" Oh Ya? " Tanya Hans bingung.
" Hai Susi kita satu server nanti nonton bareng yah " Ujar Hanna senang.
" ahsiap Nona " Susi pun senang tak dimarahi.
__ADS_1
" Ya Susi, tolong temani Hanna ya " pinta Hans.
" Siap gerak laksanakan hehe " ujar Susi berbinar.
" Baiklah kalau begitu silahkan kembali ketempat kalian masing-masing dan yang belum makan jangan lupa makan ya selamat malam " Hans mengakhiri pembicaraan nya lalu mengajak Hana duduk disampingnya untuk makan malam.
Karena Hanna biasanya suka mengambilkan makanan untuk Pras, Hanna Refleks saat ini mengambil makanan untuk Hans.
" mau makan pakai apa mas .. eh.. maaf om " Hanna tertunduk tak enak hati memanggil om Hans dengan ucapan Mas.
Hans menatap Hanna lekat.
Hanna yang tak enak hati langsung menaruh piring yang ia sudah beri nasi di tempat nya dan menukar piring yang kosong ke tempat Hans.
Hans masih menatap Hanna.
" Maaf om bukan aku lancang mau ambilkan om makanan, cuma itu jadi kebiasaan aku kemarin-kemarin " Ujar Hanna takut-takut.
" Kau masih ingat Pria yang sudah menyakiti hati dan fisikmu itu ? " Tanya Hans
" Bukan gitu Om, itu hanya kebiasaan aku aja, sama Riki dan Riko pun aku begtu " jawab Hanna pelan.
" trus tadi kenapa berhenti ? " tanya Hans sambil menatap lekat Hanna.
" Hmm takut Om Marah " Ujar Hanna
" lanjutkan " ucap Hans
" heh maksudnya om ? " tanya Hanna bingung.
" lanjutkan ambilkan makanan untuk ku , tak mau? " Ujar Hans.
" ah iya ,aku kira Om ga mau " Hanna pun akhirnya tersenyum.
" lakukan untuk ku setiap kali kita makan bersama ya " Pinta Hans.
" Ah iya " jawab Hanna.
" Mau pakai apa aja Om? " Tanya Hanna bingung karena sangat banyak menu makanan di meja makan itu.
" apa aja terserah kamu Han " Ucap Hans
" ini aja ya Om" ucap Hanna.
" iya makasih ya kamu makan yang banyak, biar kuat menghadapi kenyataan " kekeh Hans .
"ehh Bisa bercanda juga toh " timpal Hanna.
Mereka pun akhirnya makan dengan tenang sebelum ada tamu yang datang.
***
__ADS_1
Jangan lupa ritual nya setelah baca ya kakak sayang 😘,