
Hanna masih belum sadar dari pingsannya dan kini dia disatukan ruang rawatnya dengan Vinna.
Padahal harusnya ruang VIP hanyalah untuk satu orang, tapi karena permintaan sang empunya rumah sakit jadi bisa-bisa saja.
" Ya ampun Pah, Hanna Pah lihat kondisinya hiks hiks " Vinna sedih tak kuasa menahan air matanya meliha luka-luka sabet dan lebam di sekujur tubuh Hanna.
" ssstt jangan berisik nanti Hanna bangun " Ucap Papa Juna.
Vinna pun mengangguk patuh.
" kenapa kalau soal Hanna dia patuh sekali " ujar Papa Juna.
Hans terlihat duduk tapi pikirannya kemana-mana. Sedangkan Vinna sibuk mencari sosial media milik Hanna siapa tau ada titik terang tentang Hanna. Tapi hasilnya nihil. sosial media Hanna adalah 4 tahun lalu saat masih bersekolah.
sedangkan Jerry terlihat sesekali mengobrol serius dengan Papa Juna.
1 jam berlalu Hanna pun terbangun ,ia membuka matanya perlahan, Terlihat semua orang sedang menatapnya. Hanna Lalu menutup wajahnya dengan selimut.
" Hanna Banguuun " Pekik Vinna senang membuat ketiga pria matang disana terkaget lalu mendekat ke arah Hanna.
Hanna masih enggan membuka selimut yang menutupi wajahnya.
" hannn Ini aku Vinna " ucap Vina lembut.
Perlahan Hanna membuka selimutnya
" Vin..na " Ucap Hanna lemah
" Sudah jangan bicara dulu,kau sedang sangat lemah istirahat lah dahulu " Ujar Hans
Vina melihat sekeliling , 4 tahun berlalu tapi semua masih terlihat sama . Tiba-tiba Hanna ingin duduk.
Hans langsung sigap membantu.
" Kau mau apa? " tanya Hans
" Mau duduk aja om " ucap Hanna pelan.
Hanna pun duduk dibantu oleh Hans dan Vinna untuk duduk dan bersandar di ranjang rumah sakit.
Ya Vinna meski memang sedang dirawat tapi dia tak diinfus dan bisa berjalan kesana kesini.Kareana sejatinya ia sudah sehat hanya saja ia ingin menemani Hanna.
Hanna terlihatcelingak celinguk mencari handphone nya yang berada di dompet.
__ADS_1
" Hanna cari apa ? " Tanya Vinna.
" Tas ku tertinggal ga ya Vin ? " tanya Hanna
Hans bangkit dari duduknya ," Tunggu ya aku ambilkan, karena tertinggal d mobil. tadi aku cas karena Handphone mu lowbet .
" Terima Kasih Om Ha Hans " Ucap Hanna gugup dan diangguki oleh Hans.
" Ma af om-om hmm apa boleh Hanna bicara dengan Vinna dulu sebentar " ucap Hanna lagi.
" Ah ya silahkan bicaralah kalian apa perlu aku belikan cemilan dan minuman biar asik ngoborlnya " Goda Papa Juna yang sendu melihat kondisi Hanna tapi berusaha ditutupinya.
" boleh Pah hehe " Vinna pun tersenyum kembali akhirnya ke sang Papa.
" Baiklah Ayok Jer, Hans biarkan para wanita kita ini berbicara ,nanti kita masuk lagi setelah selesai " Ucap Papa Juna.
Setelah 3 pria tampan nan matang itu keluar, Hanna memeluk Vinna dan menumpahkan tangisannya.
" Hiks Hiks Vin,biarkan aku menangis sebentar, aku tak sanggup rasanya hiks " Hanna menangis dan dibiarkan oleh Vinna.
Setelah lama menangis, Hanna pun menghentikan nangisnya dan mulai menceritakan kisah hidupnya ke Vinna.
Vinna menggeleng tak percaya akan kejadian yang menimpa sahabat waktu disekolah nya dulu itu.
Bagaimana jika ia menjadi Hanna, mendengar nya saja rasanya tak sanggup,apa lagi menghadapinya.
Tak lama Hans,Papa Juna dan Jerry pun masuk.
Sebenarnya dari tadi 3 pria itu kepo dan menguping dibalik pintu.
Jadi saat Hanna dan Vinna sudah mencurahkan isi hati masing-masing ,Papa Juna,Hans dsn Jerry pun masuk ke dalam.
Melihat papanya masuk Vinna menagih janji papanya yang ingin membelikan cemilan.
" Mana Pah cemilannya ? " tanya Vinna.a
" Itu papa lupa kamu dan hanna kan belum sembuh, jadi nanti aja ya jangan makan cemilan dlu sekarang. setelah keluar dari rumah sakit papa janji akan belikan kalian satu troli penuh cemilan " Ucap Papa Junna
" Hmm baiklah " ucap Vinna kecewa.
Hans lalu mendekat ,dan memberikan tas milik Hanna.
" Ini tas mu Han, ada yang hilang ga? karena tadi aku letakkan saja di mobil " ucap Hans.
__ADS_1
" Nggak koq Om, oh ya Vin kamu ada charger ga? aku lupa ga bawa Charger aku ingin kabari adik ku " ucap Hanna pelan.
" Ada, sebentar yah " ucap Vinna beranjak bangun dari kasur Hanna.
" hmm maaf tadi aku lancang, itu sudah aku cas saat dimobil tadi " Ucap Hans datar.
" ah iya mkasih om " ucap Hanna ke Hans.
" Hmm " Sahut Hans.
Hanna pun menghidupkan ponselnya.
Baru saja aktif, Langsung ada bunyi telepon masuk dari " Twinss kesayangan "
Hans melirik sedikit ke layar ponsel Hanna
Hanna berbicara dengan adik kembarnya, Dan Hanna meminta jika Prass menghubungi tolong jangan diberitahukan keadaan Hanna dan keberadaan Hanna, Hanna bilang ke kedua adik kembarnya kalau Hanna menginap di rumah Vinna .
Telepon pun di tutup dan Hanna beralih ke Vinna.
" Vin maaf ya tadi aku menyebut namamu, aku hanya tak ingin kembali lagi kerumahku " ucap Hanna sendu.
" hey gak apa-apa Han, kamu tinggal di rumah ku pun boleh " Ucap Vinna yang malah senang jika Hanna dirumahnya.
" TIDAK " ucap Hans.
" Kenapa Om? " tanya Vinna Bingung,
" hmm itu biar Hanna ditempatku saja, biar dia tenang . kalau dirumah Vinna bisa saja Prass meminta adik Hanna untuk memberikan alamat Vinna " Ucap Hans datar.
" iya juga sih,atau aku nanti cari kontrakan saja Om ,Vin " Ucap Hanna lagi
" jangan-jangan ,biar kamu tinggal di rumah Om Hans dlu aja. biar aku juga bisa main ke tempat Om Hans " ucap Vinna.
" Tapi... " Hanna merasa tak enak.
" ga ada tapi-tapian aku tau tentang apa yang terjadi kepadamu Han, jadi biarkan kami menolong mu " Ucap Hans yang khawatir Hanna menolak permintaan untuk tinggal dirumahnya.
" hmm baiklah untuk sementara waktu aku numpang dulu ya om " ucap Hanna sambil meringis merasakan bokongnya yang sakit kena sabetan sapu lidi dari Prass.
***
Selamat malam Minggu maaf baru update 😌🙏
__ADS_1
Janga lupa ritualnya ya kakak sayang 🤗