Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
Aku Pun Sama


__ADS_3

" Laki-laki rese siapa Vin ? " Tanya papa dari Vinna.


" Bukan siapa-siapa " jawab Vinna yang sedang tidak bagus suasana hatinya langsung menuju ke ruang keluarga tempat Hanna dan ciwi-ciwi berkumpul..


Ketiga lelaki tampan itu mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Vinna. Seperti ada yang tidak beres kelihatannya.


Entah mengapa Vinna merasakan aura tidak enak terhadap Karina pacar Om Alex itu .


" Kak Hanna ketemu Mas Hans dimana? "


Saat sedang mengobrol santai tiba-tiba Karina bertanya kepada Hanna.


" Eh , " Hanna kaget mendengar Karina memanggil sang suami dengan sebutan Mas.


" Karina maaf ya, kalau panggil Om Hans dengan sebutan Mas kedengarannya kurang enak deh. Mungkin lebih baik Om, karena lebih pantas jadi Om dibanding Mas mu " celetuk Vinna yang memang sudah punya feeling tidak enak.


" Loh kenapa kak? Kak Hanna aja panggil nya Mas. " Tanya Karina yang membuat Vinna semakin meradang .


" Hanna itu istrinya ,mau panggil mas,Abang, sayang,bebeb, itu terserah dia " Vinna mulai ngegas, bibit pelapor kudu dibasmi sedari dini. Pikir Vinna.


Awas saja kalau dia berani menganggu.


Bathin Vinna.


" Oh gitu, iya deh.Jawab dong Kak Hanna ketemu sama Om Hans dimana ? " Tanya Karina penasaran.


" Hanna itu temen gue, ketemu Om Hans di acara ulang tahun gue, dan saat itu diperebutkan Sama papa gue,om Jerry ,om Hans dan termasuk Om Alex " Saking kesalnya Vinna pun sampai berbicara begitu.


Vinna sengaja melebihkan biar si Karina gak sok kecakepan.


Padahal kenyataanya saat itu memang mereka berusaha ingin menarik perhatian Hanna.


Karina langsung shock mendengar penjelasan Vinna. Tapi ia tidak mudah percaya dan mengharapkan Hanna yang menjawabnya.


" Iya emang Kak Hanna ? " Tanya Vinna semakin kepo.


" Iya aku ketemu sama suami ku di ulang tahun Vinna dulu. dan kami bertemu kembali beberapa bulan lalu, dan akhirnya kami menikah " Ujar Hanna menjelaskan ke Karina.


Karina tertawa seperti dipaksakan membuat Vinna mual melihatnya.


" Duh Han, Lo yang hamil gue yang mual deh. Gue ambil jeruk dulu ya dibelakang " Vinna beranjak dari duduknya dan mengambil buah jeruk di dalam kulkas.


" Sayang , makanan buat kamu udah mateng nih, mau makan dimana hmm ? " Om Hans datang sambil tersenyum manis dan menunjukan kemesraan nya di depan semua orang.


" Semua juga udah mateng? kita makan bareng-bareng aja Mas " Ujar Hanna lalu ingin bangun dari duduknya dan Om Hans dengan sigap langsung membantu sang istri .

__ADS_1


Mereka semua berjalan ke taman belakang tempat acara Barbeque.


Vinna menghampiri Riki,


Nadine menghampiri Om Juna.


Karina menghampiri Om Alex dan Jessica tentu saja menghampiri Om Jerry.


Mereka duduk di samping pasangan masing-masing di meja yang panjang . Dan entah kebetulan atau apa. Posisi duduk Karina berada di samping Hans. membuat Vinna semakin punya perasaan buruk tentang Karina.


Hans menyuapi Hanna sambil menampilkan senyum terbaiknya.Ia sangat sayang Han terlebih saat ini Hanna sedang mengandung anaknya.


" Sayang kalau masih lapar bilang ya, masih ada disana aku buat lebih untuk kamu " Hans berbicara sambil menyuapi Hanna.


" Iya Mas makasih ya " Ujar Hanna senang mendapat perhatian lebih dari sang suami .


Mereka semua makan dengan tenang hingga Karina menjatuhkan ponselnya karena melamun membayangkan jika dia yang berada di posisi Hanna dan sedang diperlakukan seperti itu oleh Hans.


Ponsel Karina jatuh tepat dekat kaki Hans. Mau tak mau Hans mengambilnya kebawah meja dan Karina dengan tidak malunya yang saat itu sedang memakai rok pendek melebarkan kedua kakinya sehingga kepala Hans kena pahaa nya Karina dan sempat terlihat sedikit pakaian dalam Karina.


" Maaf jadi merepotkan kamu " ujar Karina yang dengan mudahnya menyebut kata kamu seperti sudah akrab dengan Hans .


Hans berfikir mungkin Vinna benar, tidak baik berdekatan dengan Karina.


Om Alex yang tidak terlalu memusingkan kelakuan dan perkataan Karina terus asik memakan makanan yang tersedia di meja.


" Koq udahan Om makannya " tanya Karina dan membuat Hanna bertanya-tanya . kenapa yang ditanya hanya Om Hans kenapa dirinya tidak .


Hans tidak menjawab pertanyaan Karina.


" Gendong Mas " Akhirnya Hanna ingin menunjukan dirinya siapa dan Karina siapa. Sepertinya Karina adalah rumput Liar yang ingin tumbuh di antara rumput premium .


" Oke " dengan senang hati Hans menggendong sang istri di depan semua orang ala koala.


" Manja banget tumben kamu " ucap Hans ke sang istri sambil membawa nya ke arah kamarnya diatas dengan menggunakan lift.


" Biar gak diambil pelakor " ujar Hanna yang terlihat kesal karena Karina.


Hanna dan Hans pun ke kamar dan ingin berduaan . Ia hanya beralasan saja ingin menengok Baby H padahal ingin menghindari Karina.


" Mas gak pengen " Ujar Hanna yang sedang membuka baju bagian depannya karena gerah.


" GLEK " Hans menelan salivanya kasar memijat di bongkahan yang sintal dan terlihat kencang itu .


" Pengen Sayang, tapi kan masih rentan kata Susan " lirih Hans yang sebenarnya tidak tahan.

__ADS_1


" Pakai cara lain bisa kan suamiku " Ujar Hanna mengerling nakal membuat Hans makin cinta.


Hanna mendekatkan diri dan duduk di atas tubuh Hans. Dia mendekatkan wajahnya dan mulai saling sesap dengan Hans .


Hans pun tidak diam saja dan langsung memainkan bongkahan yang tadi menantangnya itu.


Tangan Hanna meraih junior Hans yang panjang dan besarnya diatas rata-rata.


Setelah itu Hanna mengganti posisinya berhadapan dengan junior Hans.


Dimainkan Junior Hans hingga keluar cairan bening yang membuat Om Hans mengerang kenikmatann.


Setelah itu Hanna bangun dari posisi nya dan segera ke kamar mandi membersihkan diri yang terkena cipratan cairan dari junior Hans.


Saat Hanna bangun Om Hans dengan sigap menggendongnya .


" Aku aja yang bantu bersihkan " ujar Hans dan membuat Hanna tersenyum mengangguk.


" Maaf ya buat kamu bekerja sendiri " Hans menciumi sang istri yang sangat pengertian itu.


Apapun akan aku lakukan, agar suamiku nyaman dan tidak berpaling. aku tidak ingin kehilangan suamiku untuk kedua kalinya.


" Sayang koq bengong ? " tanya Hans yang melihat Hanna terdiam dan seperti memikirkan sesuatu.


" Mas mau janji gak, gak akan tergoda oleh perempuan di luar sana ? " pinta Hanna.


" Koq gitu ngomongnya ? " tanya Hans.


" Mas janji ya kalau aku ada salah tolong diberitahu, jangan diam aja. Jangan bosan dan jangan jauhin aku ya mas kalau nanti tubuh aku jadi gendut dan jelek " Hanna memperlihatkan raut wajah khawatir nya .


" Aku udah nunggu kamu bertahun-tahun. Bodoh rasanya jika aku malah melepas kamu apalagi bosan. Aku nunggu bertahun-tahun tanpa bosan.


Kalau kamu nanti gendut itu bagus, ibu hamil kan sexy, semuanya besar. apa lagi kamu, pasti ininya besar juga bisa-bisa mulut aku gak muat " Hans memegang bongkhan kenyal mirip squisy itu sambil terkekeh .


" Aku gak bercanda Mas "


" Aku pun sama, udah kamu ga usah khawatir . Gak ada yang mau Sam om-om tua kayak aku " Hans berusaha menghibur Hanna.


Hanna hanya mencebikan bibirnya dan Hans malah memasukan tangannya ke persawahan Hanna lalu bermain lembut hanya diluarnya saja tidak terlalu ke dalam membuat Hanna mendessah dan mendapatkan nikmat surga dunia .


***


Bu ibu disini gimana? Just Sharing aja ya menyenangkan suami atau istri itu pahala dan membuat nyaman suami dan istri itu adalah kewajiban.


Setuju?

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya 😘


__ADS_2