Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
Bukan Koma


__ADS_3

Petir menggelegar dengan hebatnya dan Hanna masih berdiri di depan minimarket itu.


Ingin berjalan kaki ia takut tapi ia tak mungkin disitu nanti ada yang mengenalinya karena minimarket itu tak jauh dari rumahnya .


Tak lama setelah petir hujan pun turun dengan derasnya.. Beberapa orang juga ada yang meneduh di ruko minimarket itu.


1 jam hujan turun membuat tubuh Hanna menggigil kedinginan karena ia hanya memakai daster pendek selutut.


Hujan pun mereda, satu persatu orang yang berteduh meninggalkan ruko tersebut.


Tinggallah Hanna sendiri, Hanna masih bingung ingin kemana. Lalu tak lama datanglah beberapa pemuda yang sepertinya habis minum minuman yang bisa membuat mabuk.


Karena tubuh Hanna yang terbilang sexy , Tinggi, putih, padat berisi bagian depan dan belakangnya ,Hanna digoda oleh Mereka.


Hanna ketakutan lalu akhirnya dari pada Hanna di nodai oleh pemuda ugal-ugalan tersebut ia lebih memilih berlari ditengah gemericik hujan , Beruntung saat lomba lari 17 agustusan dulu Hanna pernah menang,jadi Hanna bisa melesat jauh meninggalkan pemuda yang berusaha mengejarnya itu.


Dengan nafas tersengal-sengal dan lelah juga ngantuk yang luar biasa Hanna berjalan sempoyongan ke jalan raya hingga tanpa sadar ada mobil yang sedang melaju cepat , Hanna menoleh ke arah mobil tersebut dan ..


BRAAAKKKK


Mobil menabrak Hanna sehingga Hanna pun jatuh seketika dan lengannya berdarah


Pengemudi mobil mewah itu pun keluar tanpa menggunakan payung dan segera melihat ke arah tubuh yang ditabrak tadi.


" HANSSSSS " Teriak pengemudi itu memanggil orang disebelahnya yang sedang keluar menggunakan payung..


Hans yang dipanggil segera bergegas keluar.


" astaga Hanna ... " Pekik Hans


" Gue gendong bawa masuk Jer,Lo bawa mobil buruan " ucap Hans lalu membawa Hanna kemobil.


Jery langsung melakukan mobilnya ke rumah sakit tempat Vinna dirawat.


Ya sebenarnya Hans Dan Jerry memang ingin melaju kerumah sakit untuk melihat Vinna anak Juna yang sedang mencoba melakukan bunuh diri karena diputuskan oleh kekasihnya.


Saa terburu-buru malah Jerry menabrak wanita yang berdiri di tengah jalan yang tak lain adalah Hanna.


Mobil melaju dengan cepat karena Hanna tidak sadarkan diri.


Hans melihat sekujur tubuh Hanna yang penuh dengan sabetan dan wajah yang merah keunguan.


Hans mengerutkan dahinya berpikir.


" Jer kalau korban tabrak lari emang penuh sabetan gini? " Tanya Hans.


" Hah mana ada " jawab Jerry yang tetap fokus pada kemudinya.


" trus muka lebam-lebam ga ? " Tanya Hans lagi.


" Harusnya si lecet atau berdarah gitu atau parahnya patah gitu " Ucap Jerry lalu mendapatkan tendangan dari jok belakang mobilnya.

__ADS_1


" Lo nyumpahin " kesal Hans.


" Ya ngga markonah,kan Lo tanya tadi .. " sahut Jerry.


" Gue koq curiga dia KDRT ya " Ucap Hans pelan


" kita lihat nanti pemeriksaan dokter apa


" sahut Jerry lagi


Sampai di Rumah Sakit X Hans langsung menggendong Zahra ke IGD


Juna yang menunggu Hans dan Jerry di loby langsung mengikuti langkah Hans yang berlari sambil menggendong Hanna itu.


" Hans bawa siapa ya itu. " tanya Juna yang berada di samping Jerry.


" Hanna, " jawab Jerry lalu melangkah cepat diikuti Juna.


Terlihat Hans berbicara dengan dokter jaga di IGD tersebut.


" Maaf Tuan Hans apa anda keluarganya nona ini ? tapi sepertinya bukan ya ,saya tau nona ini pernah beberapa kali datang ke rumah sakit ini dengan suaminya " tanya dokter


" kenapa memang ? " tanya Hans.


" Hmm maaf tuan, jika Tuan Hans bilang ini karena tertabrak mobil, kalau menurut saya nona Hanna ini habis terkena tamparan dan kekerasan lainnya " Ucap dokter hati-hati tak mau sampai terkena kesalahan dan dicabut gelar dokternya.


Hans terdiam sejenak lalu menhela nafasnya. " Visum dan berikan hasilnya kepadaku " Ucap Hans dingin, lalu dianggukkan oleh dokter tersebut.


" Ah ya berikan kamar perawatan terbaik disini, biaya semua masukan atas nama diriku.


Dokter mengangguk dan menjawab tanda mengerti.


" Hey kenapa wajahmu merah " Tanya Jerry.


" gue rasa hidup Hanna kacau setelah dia menikah Jer " Jawab Hans menahan kesal mendengar apa yang tadi dokter bicarakan.


" Kekerasan "


" Luka Sabetan "


" Dipukuli "


" KURANG AJAAARR " Hans memukul bangku tunggu rumah sakit hingga berubah bentuk.


" hei Bro sadar Lo kenapa ? " tanya Juna dan Jerry


Hans masih diam lalu tak lama bersuara


" Fikiran gue bener dia mengalami kekerasan dalam rumah tangga " Ucao Hans membuat Juna dan Jerry kaget .


" Serius? "

__ADS_1


" seriusan Lo ? "


Tanya Jerry dan Junna berbarengan.


" Hmm , Oh ya gimana keadaan Vinna Jun ? Tanya Hans. Ia lupa sebenarnya saat ini harusnya menjenguk keponakan nya itu.


" Ya gitu hampir aja dia minum cairan pembersih lantai " ucap Juna frustasi


" Astaga bocah itu " Hans memijat pelipisnya. tiba-tiba terdengar bunyi dering ponsel Juna.


Setelah berbicara Juna melangkah dan mengajak Hans dan Jerry keruangan Vinna ,karena Vinna sudah sadar dari pingsannya.


***


Diruangan kamar rawat Vinna,


Vinna terlihat tak mau berbicara dengan siapapun.


" Vin, kamu masih ingat Hanan teman SMA mu itu ga? " Tanya Papa Juna ke anaknya.


Sempurna rencana Papa Juna, Vinna pun menengok.


" Hanna?? Hanna teman sekolah aku ? " Tanya Vinna .


" Dimana dia Pa? aku kehilangan kontaknya ,aku ingin curhat kepadanya aku kangen , cuma Hanna yang selalu ngerti aku " Tiba-tiba Vinna antusias mulai banyak bicara lagi setelah bbrapa jam terdiam.


" Kau boleh menemui nya setelah ia sadar nanti, dia juga dirawat disini dan untuk curhat, om sarankan sebaiknya nanti saja ya " ucap Hans yang tadinya terdiam akhirnya berbicara


" Maksudnya ? " tanya Vinna tak mengerti.


Jerry menghela nafasnya " tadi Om nabrak Hanna Vin waktu papamu telepon mengabarkan kau masuk ke rumah sakit, om jalan terburu-buru lalu tak sengaja menabrak nya dan Hanna pun tak sadar " ucap Jerry sedih


" Koq bisa sih sampai ga sadar? koma gitu? " Tanya Vinna panik


Sahabat lamanya yang ingin ditemuinya malah saat ini terbaring lemah


" bukan koma,tapi dia pingsan efek kelelahan dan kekerasan dalam rumah tangga seperti nya kalau menurut ku atau entahlah " Ujar Hans dan matanya menerawang ke atas.


" astaga Hanna hiks,aku mau ketemu Hanna, aku mau lihat sebentar Pah " ucap Vinna


" Iya,iya nanti kamu disatukan saja kamar rawatnya bersama Hanna biar kalian ada teman " ucap Papa Juna


" Bisa kan Hans? " Tanya Juna ke Hans.


" bukan ide yang buruk, aku akan hubungi dokter Ayu yang menangani nya " ucap Hans.


Jerry Terlihat berfikir. " aku saja yang mengabari Dokter ayu " ucap Jerry lalu melangkah Keluar.


***


Gak apa ya sedih-sedih dulu sebentar sebelum kita senang-senang.

__ADS_1


Jangan lupa ritualnya setelah baca ya rederssss othor tersayang 😘


__ADS_2