Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
Sombong Banget


__ADS_3

Saat Hanna dan Hans saling berpelukan pintu d ketuk oleh Oma Jenny.


" Hans. .. " .Oma memanggil dari balik pintu Kamar Hans.


Oma membuka pintu karena tidak dikunci.


Oma memukul Hans memakai buku yang sedang dipakain


" Tengik kurang ajar , bukannya buka pintu malah dua-dua an dikamar heh "


Hans menangkis pukulan Oma dan bersembunyi di balik Hanna sambil memanfaatkan keadaan.


" Duuh Dipukulin gini bisa benjol - benjol ini mah mana mau siapin pernikahan lagi ". Ujar Hans memancing untuk Oma Jenny berhenti.


" Bilang apa dia Han? , " tanya Oma sambil matanya berbinar ke arah Hanna dan Hans.


Hans yang merasa Oma sudah tenang tak memukulnya lagi langsung keluar dari persembunyiannya dibalik tubuh Hanna langsung senyum Bajing .


" Siapa yang mau nikah? " Tanya Oma Jenny


" kita lah. masa Oma . ya Kan sayang ? " Sahut Hans meminta persetujuan Hanna dan memeluknya dari samping.


Hanna yang gelagapan tak siap di peluk Hans berusaha melepaskan ,


" Om aku blm jadi single kan " bisik nya


Tapi tangan Hans Malah semakin mengeratkan tangannya ke pinggang Hanna.


" Om malu sama Oma " Hanna berbicara lagi.


Sambil menggoyangkan badannya agar terlepas dari Pelukan Hans.


" Gak apa-apa Cuma di peluk ini Han wajar.. " Ujar Oma sambil tersenyum senang


" Tumben Oma kita satu server " ujar Hans sambil tetap memeluk Hanna.


" Yah tengik - tengik begini kau cucu oma lah, pasti Oma dukung juga ,apa lagi hal baik untuk mu, tentu Oma sangat-sangat mendukung " ujar Oma seraya duduk di ranjang Hans.


Oma memperhatikan kamar Hans .


" Hans jika kau ingin Hanna nyaman disini, kau rubah lah kamar mu jangan hitam-hitam begini.


Angker " Ucap Oma sambil mengetuk-ngetuk tongkat nya ke lantai kamar Hans.


" Ya nanti aku atur Oma. " Ujar Hans yang tak melepaskan pelukannya. .


" Oma ,selain peluk boleh apa? " tanya Hans pura-pura polos.


" udah peluk aja " Ucap Oma sambil tersenyum melihat tingkah cucu tengiknya yang sudah tua itu bermesraan dengan seorang wanita .


" Kalau cium Oma ? " Tanya Hanns sambil menggoda Hanna yang tetap disampingnya itu.


Hanna memukul Tangan Hans pelan.


" ish Om ga tau malu deh ah "


Oma terkekeh.


" cium? haduh Hans kau dikasih hati mintanya usus " ucap Oma sambil geleng-geleng.


" ckk Minta Jantung Oma koq usus sih peribahasa dari mana itu " kesal Hans membuat Hanna tak berhasil menahan tawanya.


Hanna tertawa senang melihat interaksi Oma Jeny dan Hans.


Ya biarpun mereka sedang adu mulut tapi mereka sangat lucu dan saling menyayangi.


" Hans , " Panggil Oma Jeny dan tawa Hanna pun berhenti seketika.


duh Oma mau bilang apa ya

__ADS_1


bathin Hanna.


" Peluk boleh ,tapi cium hmm " Oma menjeda ucapannya sebentar.


" Cium boleh asal jangan bablas hahaha " Oma tertawa sambil bangun dari ranjang dan keluar dari kamar Hans sambil tersenyum senang.


Hans yang masih memeluk Hanna langsung membawa Hanna ke hadapannya tepat di wajahnya.


" Sayang, ". Panggil Hans


" Ya om "


" Kata Oma masa boleh cium "


" Malu Om "


" Sama siapa ? "


" Sama status aku "


" Ck status terus dipermasalahkan " Hans membelakangi Hanna berharap Hanna memeluknya dari belakang.


tapi Hanna malah semakin mundur dan ingin keluar dari kamar Hans yang sangat membahayakan dan mengancam has rat nya ini.


Ya Hanna perempuan normal apa lagi pernah bersuami.


Dengan sentuhan sedikit khawatir balas nantinya.


Apa lagi sudah lama tidak melakukan itu dengan calon mantan suaminya itu.


pasti ada rasa kangen ingin disentuh dan menyentuh.


Hans berbalik. Sayang koq mau keluar kamar sih. Hans merasa kesal.


" jujur Om aku takut " ujar Hanna bingung


" Takut bablas hehe " Hanna nyengir kuda. dan menampilkan senyum termanis nya untuk Hans.


Hans menghampiri Hanna.


" Akan aku minta Alex menyuruh cepat untuk mengurus nya " ucap Hans didepan wajah Hanna


" Setelah berpisah dengan lelaki itu, aku harap kau tak berhubungan lagi dengannya " Pinta Hans


" Tapi Om "


" Kenapa ? "


" Rumah yang ditempati Prass itu rumah yang aku beli tapi atas nama dia "


" Aku ganti nanti ,asal kau tak berhubungan dengannya lagi "


" tapi.. "


Hmmmmppp


Hans mencium bibir Hanna dan melu* mat nya sebentar. taoi Hanna tak membalas .


" Jangan bicara lagi, aku akan ganti Bahkan 100 rumah seperti itu aku bisa berikan seperti itu"


" Sombong banget , segala cium-cium lagi " Cibir Hanna


" Kau tak percaya ? " Tanya Hans sambil mendekat.


" ia percaya, udah Om jangan dekat-dekat jangan cium-cium aku malu " ujar Hanna dengan wajah yang memerah menahan malu.


Hans tersenyum lalu memberi jarak , Ia menatap Hanna


" Kau tak ingin berkegiatan apa Han saat ini " Hans bertanya sambil menggendong Hanna ke balkon di kamarnya.

__ADS_1


" Entah Om, usaha ku hancur dibuat Prass "


" Sudah jangan sebut laki-laki itu "


Hanna mengangguk.


Ia memeluk Hans.


" Om tolong sayang ke adik ku juga ya jika ingin menikah dengan ku


Jujur aku masih takut, karena awal nya di pun baik seperti Om Hans.


Ya walaupun tidak sekaya Om Hans tapi perlakuan by terhadap ku manis


Aku tidak ingin jatuh ke lubang yang sama.


Aku juga ingin hidup normal.


Aku ingin suamiku nanti sayang kepada kedua adik kembar ku bahkan aku ingin tinggal berdekatan dengannya.


Tapi jika om tidak bersedia, mungkin kita tidak berjodoh om " ucap Hanna sambil tetap memeluk Hans


" Kau belum bertanya,belum memberikan kesempatan aku untuk menjawab tapi kau sudah membuat keputusan sendiri "


Hans berkata sambil mengusap rambut Hanna.


" Om bersedia tidak? " Tanya Hanna


" Tentu, bahkan mereka bisa tinggal disini jika mau dan bisa bekerja di perusahaan ku .mereka tinggal pilih ingin di bidang apa akan aku Carikan yang sesuai "


" Om Sekaya itu " Hanna mendongakkan wajahnya menghadap ke Hans.


Hans menganggukkan kepalanya lalu mencium bibir Hanna lagi sebentar.


" Cup, apapun untukmu akan ku lakukan asal kau bahagia dan senang disisiku.


Mansion ku Disni luas mereka bisa tinggal disini, di beberapa blok juga ada kepunyaan ku. mungkin mereka ingin mandiri juga bisa.


mau di apartemen juga ada mereka tinggal pilih dimana yang sedang kosong. " ujar Hans lagi


" Om ga hanya kasih angin surga kan ke aku " tanya Hanna.


" Aku justru ingin memberikan surga dunia untuk mu " Ucap Hans .


" terima kasih Om " Kepala Hanna bersandar di samping kiri Hans


" Sama-sama keponakan huh aku seperti tua sekali " Hans menggunam kesal


Sedang Hanna terkekeh dan nyaman bersandar di tubuh Hans.



anggap saja seperti ini yaaa bersandar nya 😌


jangan yang panas dulu ya masih dingin ..


***


kita kawal sampai halal yuk.


Jangan lupa


like


Koment


favorit


hadiah Seikhlasnya 🤗

__ADS_1


__ADS_2