Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
Pacar Siapa ?


__ADS_3

Maaf ya kak Shay, ditolak terus bab lanjutan bab sebelum ini..


Jadi aku skip dulu ya kisah Om Alex - Karina dan Om Juna - Nadine 😂 🙏


***


Selepas mengeluarkan apa yang harus keluar Om Alex dan Om Juna kembali ke kantor.


Eh Kalau Om Juna belum berhasil membobol deh karena waktu yang tidak memungkinkan dan dia harus ketemu dengan Riki adik Hanna di kantornya.


Sedang Om Alex ada sidang penting membahas gugatan cerai oleh salah satu artis ternama.


" Ini kartu namaku, kamu bebas mau masuk ke kantor ku Nad dan ini belilah apa yang kamu butuhkan. " Om Juna memberikan kartu nama dan salah satu kartu yang bisa membeli apa saja .


" Aku buru-buru adik temanku mau masuk kerja di kantor. Kamu hubungin aku duluan ya sayang. Kamu siap-siap saja malam ini kamu mulai pindah ke apartment. Nanti aku jemput " Om Juna mencium kening Nadine dan turun ke bibir .


Tidak lam hanya sekedar melummat sebentar .


Perlakuan Om Juna ke aku seperti layaknya pacar, manis banget . Gak nyesel jadinya .


Nadine tersenyum dalam hatinya. Ya, Om Juna menang terkenal sifat penyayang ya.


" Aku pergi ya. " Pamit Om Juna dan Nadine mengantarkan sampai depan pintu dan mengecup pipinya Om Juna.


" Hati-hati ya om , nanti kabarin aku kalau udah sampai kantor " Nadine tersenyum manis.


" Iya sayang " om Juna mengusap kepala Nadine.


" Cieeeee " Goda Karina yang baru keluar dari kamarnya dengan rambut yang basah bersama Om Alex.


" Udah ehem-ehem nih " Goda Karina lagi.


" Belum, Baru pemanasan . Mas Juna sweet banget " Nadine tersenyum tipis.


" Mas ?? " Om Alex dan Karina bertanya kaget bersamaan.


" Maunya dipanggil Mas " Karina tersenyum lagi .


" Ok Dia single koq Nad, dan dia ada anak gadis seusia kalian eh diatas kalian deh " Ujar Om Alex.


Mata Nadine ke arah Om Alex. " Serius om ? " Tanya Nadine .


" Iya ,tapi dia baik koq. Kalau Juna minta dipanggil Mas sama kamu, kemungkinan dia serius dia memang sudah lama sih ditinggal istrinya sejak anaknya lahir .Dia butuh banget sosok istri " cerita Om Alex .


Nadine terdiam.


" Kenapa Nad? kamu takut dijadiin istri ? Gak masalah sih ,Om sih bebas sama hubungan teman Om. Asal kalian sama-sama untung aja " Ujar Om Alex Santai.


" Aku malah seneng om kalau dinikahin , Biar aku bener- bener lepas dari bayangan ibu tiri aku yang selalu bilang aku habisin uang ayah aku . Padahal sepeserpun aku udah ga di biayain lagi sejak keluar rumah " kenang Nadine.


" sstt udah ga boleh sedih lagi. Lo ditempat gue harus happy. Kita belanja yuk . Nih om Alex udah transfer uang buat kita kesalon sama shopping " Karina memeluk Nadine. Ya mereka memang sahabat yang saling mengisi.


" iya sana , belanja sepuas kalian . " Om Alex mencium Karina.


" Ok.Aku juga udah dapat kartu sakti mandraguna nih " Cengir Nadine.


" Wuihhh udah klepek-klepek Juna nya " Ujar Om Alex.

__ADS_1


" Ya Udah, Om mau lanjut kerja nih udah dapet amunisi dari pagi-pagi sampai siang " Om Alex mencium Karina lagi. Dan sepertinya akan lama karena om Alex sudah menyingkap dress Karina lagi .


Nadine yang mengerti langsung masuk lagi ke kamar karena tidak ingin mengganggu .


" Akh Om belum puass tadi ? " Ujar Karina yang sudah digendong dan dibawa ke Sofa.


" aku apa kamu yang belum " Ledek Om Alex.


Karina tersenyum meggoda dan langsung membuka resleting celana Om Alex dan mengeluarkan nya. kemudian melakukan aktivitas panas yang tadi mereka sudah lakukan di kamar dan kamar mandi .


Hingga lenguhan panjang terdengar menggema di ruang tamu itu.


" aaakhh Om "


" Aaakhh Kar "


Keduanya terkulai lemas dan Karina segera merapihkan dirinya yang sudah berantakan lagi itu .


" Om mandi lagi ayok lengket gitu, ga enak nanti pas meeting " Ajak Karina.


" Berdua ya " Om Alex menyeringai.


" Gak, om harus kerja balik kantor " Karina menolak tegas .


" Aku yang punya itu kantor Kar "


" Iya tapi tetep harus tunjukan ke bawahan om kalau om itu profesional kerjanya . Lagi juga Masih ada malam om. Malam nanti aku kasih spesial lagi deh " Janji Karina.


" Janji ya, nanti pakai yang lebih kayak tadi ya " Om Alex tersenyum senang.


" Sip Om, ayok sekarang om Mandi trus beres-beres " Ujar Karina lagi. Om Alex pun segera mandi dan membersihkan diri.


" Hem iya Om, ayo aku antar " Karina ingin bangun tapi ditahan om Alex.


" Udah kamu tidur aja,Om pergi sendiri. Ingat jangan nakal ya. Kamu punya Om "


" Iya Om Sayang ,aku nakalnya sama Om Aja " Karina tersenyum .


Om Alex membalas senyum dan langsung pamit.


Sedang Nadine di kamar sedang menonton film untuk menyeimbangi Om Juna nanti yang haus akan belaian wanita.


***


Om Juna sudah bertemu dengan Riki , Ia merekrut Riki untuk menjadi asisten nya. Riki biar masih muda tapi sangat bisa diandalkan. Mereka langsung menandatangani kontrak dengan jumlah gaji yang fantastis.


Riki yang jago bela diri juga menjadi alasan Om Juna untuk menjadikan ia asisten. Ditambah sang anaknya Vina sering melirik Riki . Walau Riki adalah adik dari Hanna. Tetapk tubuhnya lebih mirip menjadi seorang kakak untuk Hanna .


Tubuh Riki tinggi besar dan atletis. Wajahnya yang kebule-bulean mirip sang ayah nya itu membuat Vinna menjadi terpesona .


" Ki, " Panggil Om Juna setelah semua hal administrasi selesai .


" Iya Pak " Jawab Riki.


Om Juna terkekeh mendengar panggilan Riki .


" Kalau gak ada orang panggil Om aja kayak biasa ,kalau ada orang baru kamu panggil saya Pak " Ujar Om Juna.

__ADS_1


" Iya Om " Ujar Riki .


" Pantes loh Vinna tergila-gila sama kamu. Kamu itu tampan Ki " Puji Om Juna.


" Hah maksudnya Om ? " Riki Bingung .


" Gak ,gak apa-apa. ya udah kamu minta jadwal saya sama sekertaris di depan . Minta segala hal yang berhubungan dengan saya mau hal pekerjaan maupun pribadi. Kamu pelajari dan tanyakan jika ada yang kamu kurang jelas ya. " Ujar Om Juna.


" Itu kamu kesini naik apa? " Tanya Om Juna.


" Mobil Kak Hans Om " jawab Riki cepat.


" Ah ya udah tapi kamu kalau berangkat ke kantor bareng saya ya. Kan rumah kita dekat. Kamu taro mobil di rumah saya, kita berangkat bareng . Gimana ? " Tanya Om Juna.


" Okey Om siap " Riki tersenyum.


" Oh ya, untuk sore ini kita ga usah bareng saya ada urusan " ujar Om Juna.


" Iya Om. " Jawab Riki sambil mengangguk.


" Ki, kamu udah punya pacar? " Tanya Om Juna tiba-tiba ke ranah pribadi.


" Belum kepikiran Om " Ujar Riki.


" Ah ya udah. Hmm Ki saya mau jujur sama kamu "


Riki terlihat serius menanggapi. Karena wajah Om Juna juga serius.


" Saya saat ini punya pacar usianya dibawah Vinna, hmm bahkan dibawah kamu " Ujar Om Juna .


Riki masih serius mendengarkan .


" Jadi kalau kamu lihat saya sama gadis muda jangan kaget ya " Kekeh Om Juna.


" Ya ampun saya kira apa om " Cengir Riki.


" Iya , saya butuh penyaluran juga kan Ki sebagai laki-laki dewasa dan normal . Kamu udah belum ? " Tanya Om Juna.


" Hah apanya om ? " Riki Bingung. memang dia masih polos soal itu.


" Kamu belum pernah ehem-ehem ? " Tanya Om Juna.


Riki akhirnya mengerti maksud Om Juna dan ia pun menggeleng .


Om Juna tertawa ternyata masih ada laki-laki polos. Bagus lah setidaknya itu bagus untuk Vinna.


" Ya udah kamu keruangan kamu sana, mau diapakan terserah mau ganti suasana atau beli barang yang baru atau menambah barang juga terserah kamu tinggal ajukan ke bagian keuangan nanti saya ACC. Kamu buat ruang kerja kamu senyaman mungkin " Ujar Om Juna memberi kelonggaran untuk Riki.


" Baik Om terima kasih saya permisi ya om "


" Ok saya mau telepon pacar saya dulu "


Ceklek .Pintu terbuka .


" Pacar siapa?? " Tanya wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan Om Juna.


***

__ADS_1


Yuhuuu siapa ya...


__ADS_2