Bukan Wanita Malam

Bukan Wanita Malam
Berteriak


__ADS_3

Dua Minggu lagi acara pernikahan Hanna dan Hans akan segera berlangsung.


Riko dan Riki hari ini akan mendarat di ibukota Jakarta untuk menyaksikan pernikahan kakak perempuan satu-satunya itu.


Dan mereka sama sekali belum pernah berkenalan dengan calon suami kakak nya yang baru ini.


Saat mereka sampai di sebuah rumah besar dengan mobil urusan dari calon kakak iparnya itu


" Ini rumah calon kakak ipar kita? " Riko bertanya kepada Riki sambil mulutnya ternganga.


" Jujur aku kira kak Hanna membual Ki " seru Riko asal.


PLETAK..


Kepala Riki dipukul Riko.


" kalau ngomong asal aja " Riko yang memang sangat sayang kakak nya itu membela Hanna.


Riki juga sangat menyayangi kakak perempuan satu-satunya itu tapi Riki lebih seru dan ekspresif bicaranya.


" Silahkan turun tuan " Ucap Supir yang membawa mereka.


" iya terima kasih Pak "


sahut Mereka berdua.


" Ternyata semua keluarga Nona Hanna memang sopan " Gunam si supir itu.


Saat turun dari mobil Hanna menyambut berlarian.


" Kakak " Mereka bertiga berpelukan dan menangis terharu.


Riki dan Riko diperkenalkan ke seluruh keluarga Om Hans terutama Oma Jenny.


" Oma ini adik-adik mereka kembar Riki dan Riko " Ujar Hanna.


" Wah adik kamu juga tampan-tampan ya Han, mau Oma jodohin ke cucu Oma yang lain aja rasanya. "


" Udah kayak biro jodoh deh " Hans tiba-tiba datang menyela.


" Nah ini Om Hans yang kakak ceritakan Dek " Ujar Hanna memperkenalkan Hans ke adiknya.


" Loh Pak Hans " Sahut Riki.


" Loh Kamu yang adiknya Hanna. Wah kebetulan sekali. " Hans berbinar karena meliha anak muda yang kompeten dan saat diajak masuk ke perusahaan Hans, Riki menolak karena masih terikat kontrak kerja dan masih menjalankan project bersama perusahannya.


" Ini loh Oma yang Hans ceritain waktu itu ke Bandung. Anak muda yang menarik perhatian Hans dan Juna "


" Ya udah ajak masuk ke perusahaan kamu kalau dia sudah selesai kontraknya " Bisik Oma tapi agak keras


" Niatnya begitu . Nanti aku Sama Hanna tanyain ke mereka lagi Oma " Ucap Hans sengaja dikeraskan.


" Ngomongin orang keras-keras ada orangnya lagi " Juna yang ikut gabung pun bersalaman dengan Riki dan Riko.


" Tuh Ki, diajak join di kantor Hans mau ga " Juna to the point.


" Boleh Pak, kebetulan kami kena pengurangan karyawan " ujar Riki.


" Loh serius kamu udah ga kerja dek ? " Hanna kaget.


" Hehe iya kak, kalau masih, mana bisa kita kesini " Cengir Riko.


" Ok Good setelah nikahan kakak kamu,kita bahas pekerjaan kamu ya. Trus kakak kamu maunya kalian tinggal di Jakarta loh. " Ujar Hans mengungkapkan keinginan Hanna yang tidak ingin berjauhan dengan sang adik.


" Iya kak, Kak Hana tenang aja. kami akan kos di sekitar sini " ujar Riko tersenyum.


" Loh ngapain ngekos, kaliam bisa pilih mau tinggal dirumahan atau di apartemen. Kakak ipar kalian itu kaya loh " Bisik Juna disambut tawa semuanya.


" Mau dimana Ki, Ko ? " Tanya Hans langsung ia tak ingin berbasa basi.


Riki dan Riko melihat ke arah Hanna.

__ADS_1


" Terserah Kak Hanna aja kalau kami Pak Hans " jawab Riko.


" Panggil saya jangan Pak dong, kita seumuran loh " Hans menjadi humoris sejak dekat dengan Hanna.


" Kakak juga aja ya hehe " jawab Riki


Hans mengangguk setuju.


" Gimana sayang? kamu mau adik kamu tinggal dimana? " Tanya Hans memeluk Hanna dan mendapat cibiran Dari Jerry dan Alex yang baru bergabung.


" Terserah mereka aja, mereka nyamannya dimana. atau kita ajak ke kedua tempat itu aja om biar mereka pilih " sahut Hanna.


" Boleh juga , lusa deh ya Ki, Ko " sahut Hans dan diangguki oleh si kembar.


***


Hari ini Hans resmi sudah menikah dengan Hanna. Pesta pun berlangsung meriah hingga malam hari.


Malam ini Hans dan Hanna menginap di hotel sesuai permintaan Oma. karena di rumah banyak keluarga yang pastinya akan mengganggu mereka berduaan.


Riki dan Riko ikut Oma pulang ke mansion Hans.


Dikamar pengantin ,


Hanna baru saja masuk ke kamar dengan Hans. Hanna terlihat lelah tapi tetap sumringah.


Karena pesta pernikahan nya yang kedua ini sangat meriah dan jauh dari ekspetasinya.


Hans yang lelah berdiri itu pun membaringkan tubuhnya di ranjang yang ditaburi bunga.


" Aku ganti baju dulu ya Om " Ujar Hanna .


Hanna menuju ke kamar mandi dan keluar menggunakan pakaian dinas malam nya .



Hans yang tadinya terlihat lelah langsung segar dan membulatkan matanya.


" Aku sexyh ga Om " Tanya Hanna menggoda Hans.


" Oh banget sayangku " Hans tak kuasa melihat tubuh sintal Hanna dengan Dada yang berbuah besar .


" Kamu sangat menggoda Han " Ujar Hans yang lalu meraih tubuh Hanna dan menciumnya dengan lembut, daerah intinya didekatkan ke inti Hanna.


" Liat kamu begini aja ,aku tegang Han " Tangan Hans mulai memegang dua buah yang menggantung sempurna itu.


" Ini kayaknya minta di lahap dan dipegang deh. " Hans pun laangsung meremmas bukit kembar Hanna membuat Hanna bergelinjang merasakan sentuhan enak itu lagi.


" Han, " panggil Hans dengan mata sayunya.


" Iya Om " Hanna menjawab sambil bibirnya mencium bibir Hans yang membuat Hanna tergila -gila itu karena pernah merasakan bibir Hans.


" Kamu inget di Club kan waktu Alona melayani teman bisnis ku itu " Ujar Hans.a


" Kamu ga ingin coba sensasi itu? " Tanya Hans yang mulai menyentuh inti Hanna.


" Om kepikiran Alona ya pengen digituin ? " Hanna memicingkan matanya kearah Hans.


" Astaga bukan itu, sejak kejadian itu aku membayang kamu dan aku yang melakukan itu " Hans takut salah bicara dan membuat Hanna tidak mood lagi .


Diluar perkirannya, Hanna malah membawa tubuh Hans ke ranjang , Ditidurkan nya Hans dan Hanna naik ke tubuh Hans lebih tepatnya ke wajahnya.


Hanna mendekatkan daerah intinya ke wajah Hans.kemudian ia berjongkok.


" Begini Om? " tanya Hanna dengan tersenyum malu.


Tanpa bicara Hans langsung memainkan lidahnya di lubang inti Hanna, Tangan satunya memegang bokong Hanna dan satunya lagi memijat-mijat buah kembar yang menggantung di dada yang menantang itu.


Hanna menggerakkan pinggulnya mengikuti irama lidah Hans Hingga keluar pelumas untuk Sosis ajaib Hans agar masuk dengan lancar.


Hans tersenyum Senang.

__ADS_1


" Hilang penasaran aku Han " ujar Hans membalikan tubuh Hanna.


" Aku hilang kendali Om kalau om begitu " Ujar Hanna dengan suara nya yang terasa sexyh di dengar Hans.


Hans menciumi tubuh Hanna dan merobek linggerie yang Hanna kenakan.


" Om Mahal kan itu " Hanna berdecak kesal melihat linggeri harga mahal dirobek Hans dengan Mudahnya .


" Itu dipakai untuk dirobek sayang " Han membenamkan jarinya kembali di sawah banjir Hanna.


" Sshh Om " Hanna berdessah .


" Terima ini hmm, wanita katanya bisa berkali-kali sedang pria butuh waktu untuk bisa keluar berkali-kali. Jadi terima ini Han, bukti sayang aku ke kamu, aku akan memuaskkan kamu dan kamu tidak akan kekurangan kebahagiaan sedikitpun dari aku "


Jari Hans yang besar terus melesak masuk.


Astaga baru jari om Hans yang besar aja udah bikin begini,apa lagi sosisnya .


Hanna menikmati sentuhan hari Om Hans dibawah dan menikmati sesapan bibir Om Hans di dadanya.


Ya ,hal ini yang ingin Hanna dapatkan dari mantan suaminya dulu tapi Pras tidak pernah mau,dia selalu ingin langsung tanpa memikirkan kepuassan Hanna.


Jari Hans terus bergerak dan keluar lagi pelumas Sosis Hans.


" Om udah capek belum? biar aku yang mimpin sekarang" Ujar Hanna yang merasakan pelepasan keduanya.


" Istri aku mau diatas rupanya? mau keluar lagi hmm ? " Hans menggoda Hanna.


Hans tidur dan mengangkat Hanna ke pangkuannya.


Hanna hanya tersenyum, ia benar-benar dimanjakan oleh Hans dalam hal apapun. Ya ,pria matang memang lebih mengerti .


Hanna pun menyodorkan pabrik susunya ke Hans.


" Haus lagi gak Om " Ujarnya dengan nada Sexyh dsn menggoda .


" Of course " Jawab Hans melahap nya kembali dan mengulumnya.


Hanna bergidik melihat sosis ajaib Hans. Agak ngeri memasukan ke sawahnya ,tapi karena sudah dilanda keinginan penyatuaan, Hanna memasukan perlahan sosis Han hingga tertanam sempurna di sawah yang banjir itu.


Hans menyesap seperti bayi yang seharian tidak bertemu empengnya. Hanna menikmati sesapan Hans.


Hanna terus bergerak membuat Sosis ajaib Hans makin menegang. Hanna yang merasakan nikmat tiada Tara karena sesapan di dadanya sambil menikmati sosis itu pun mengerang dan mendapatkan pelepasan ketiganya .


Tubuhnya Ambruk di dada Hans.


" Hey Hanna aku belum, " Hans mengukung Hanna menciumi nya dengan lembut.


" aku masuk ya " Hanna lagi-lagi terhenyak dan Jleb.


Sosis itu kembali masuk dan bermain dengan swaha Hanna.


Hans terus memompa tubuh Hanna tanpa lelah sambil mencium kadang meremmas gundukan Hanna.


Hingga Hans pun ingin mengeluarkan laharnya.


" Om aku mau.. "


" Akhh Hanna aku mau juga ayo bersama "


dan


" Akkkkhhhhhhh " keduanya berteriak merasakan surga dunia yang sangat indah .


" Terima kasih sayang " Hans mengecup pipi Hanna.


" Terima kasih Om " Hanna memeluk Hans tanpa mengenakan satu helai pun benang menempel di tubuhnya.


***


Hai hai baru update lagi nih ..

__ADS_1


Mohon dukungannya ya. kalau banyak komentar dan like aku akan lanjut terus ceritanya.


__ADS_2