
Hanna dan Hans sudah sampai di firma hukum Alex.
Hanna berpakaian tertutup karena masih menutupi luka Lebamnya yang masih terlihat tipis.
" Pagi Tuan Hans, Pagi Nona " sapa Felix asisten Alex.
" Pagi , Alex di dalam ada tamu ga lix " Tanya Hans.
" Tidak ada Tuan ,Tuan Alex sedang menunggu tuan Hans dsn keponakannya katanya " Sambil melirik kearah Hanna.
" Kenapa ? " Tanya Hans sinis melihat Felix melihat Hanna tak berkedip.
" Ah hm itu Tuan katanya Tuan Alex dia menunggu keponakan nya apa nona ini Keponakan nya ? " tanya Felix penasaran.
" Ya, ada yang salah ? " Tanya Hans tak suka.
" Tidak tuan hanya saja saya baru melihat keluarga tuan Alex selain orang tuanya " Ucap Felix berusaha tersenyum semanis mungkin.
Hanna yang melihat Felix seperti tak nyaman langsung menyapa dan menyalaminya dengan tersenyum.
" Hai Om saya Hanna ,saya .. "
Belum selesai Hanna berkenalan langsung ditarik tangannya oleh Hans.
Alex membuka pintu ruangannya dan langsung Tertawa
" HAHAHA "
Alex tertawa melihat tingkah posesif Hans.
" Jangan sentuh-sentuh ponakan gue Lik, tar dihajar sama yang panas hahaha "
Alex tertawa lagi dan mengajak Hans dan Hanna masuk ke ruangannya.
" Masuk yok " Ajak Alex.
" Iya Om " Sahut Hanna .
berbeda dengan Hans, dia diam saja sambil menampilkan wajah kesalnya.
" Hans kenapa Han ? " Tanya Om Alex ke Hanna
" Ga tau tuh Om , pas aku lagi salaman sama yang di depan tadi Felix ya namanya. "
" Iya "
" Om Hans malah gitu langsung tarik tangan aku " Hanna mengadu ke Alex
" Hahahaha " om Alex hanya tertawa
" Kenapa emangnya Om ,?" tanya Hanna polos
" gak apa-apa " Jawab Hans
" Biasa yang bilang gak apa-apa kan cewek om, suka ambigu gak apa-apa nya. tapi kalau cowok bilang gak apa-apa artinya apa dong ? " kekeh Hanna
" Udah, kita kesini ngebahas masalah kamu, bukan masalah aku " ujar Hans ke Hanna
" i iya om " Sahut Hanna.
__ADS_1
Mereka bertiga pun membicarakan apa yang harus dibicarakan yaitu mengenai perceraian Hanna dan Prass hingga selesai.
***
Saat ini Hans dan Hanna sedang makan siang bersama dengan Alex juga .mereka menunggu Junna dan juga Jerry disana.
Hanna memakai masker dan tak sengaja calon mantan suaminya juga disana dan berjalan bersama papa Junna.
Hanna kaget lalu bertanya ke Hans
" Om Hans kalau aku pakai masker gini terlihat seperti aku apa ngga? "
" Ngga koq, kenapa? " tanya Hans
" Ada Prass didekat om Junna" ucap Hanna
Hans membetulkan posisi masker Hanna dan berusaha menutupi.
" Jun sama siapa ? " Tanya Hans
" Oh kenalin ini Prasetyo Hans " Junna memperkenalkan Prass ke Hans dan Alex.
Junna melihat ke arah Hanna dan Hans menggeleng.
Junna fikir mungkin Hans posesif tak mau Hanna berkenalan dengan pria lain.
" Panggilan mu Prass? " tanya Hans sambil menyambut uluran tangan Prass
" Iya Tuan saya Prasetyo , panggilan saya Prass " ucap Prass sambil tersenyum.
Sejenan Junna,Hans dan Alex saling pandang.
" Mari gabung bersama kami Prass " Tawar Hans dan itu berhasil membuat Hanna kaget.
Hanna pun langsung menepuk paha Hans dan sedikit mengusap agak kencang tepat disamping cacing Hans.
Dan tepukan tangan Hanna pun berhasil juga membuat si cacing membesar menjadi piton 🤪.
Hanna kaget kembali langsung menatap Hans dan menggeleng.
Hans beralih ke Prass " Bagaimana Prass mau bergabung bersama kami ? " Tanya Hans
" Terima kasih Tuan tawarannya , tapi saya ada janji dengan kekasih saya " jawab Prass
" Ah begitu, baiklah. eh tapi bukankah kau mempunyai istri ya siapa namanya saya lupa ? " Tanya Junna ingin memastikan apakah ini Prass nya Hanna sesuai kode dari Hans.
" Saya sudah menalaknya tuan dan nanti saya akan menikah dengan kekasih saya yang berada disana " Ucap Pras malu-malu membuat Hans muak dengan ocehan dan tingkahnya.
Rasanya Hans ingin meminjam jaring laba-laba Spiderman lalu menggantung Prass di Monas.
" Ah ya sudah sana Prass susul kekasih mu itu kasian dia pasti sudah menunggu lama " ucap Junna masih santai dan melirik ke Hanna
Hanna yang dilirik asik memilih menu sambil menunduk.
" Baik terima kasih saya permisi tuan-tuan " Pamit Prass ke Semuanya.
Selepas Prass pergi Hanna merasa lega dan ia membuka maskernya.
Setelah masker dilepas terlihat muka Hanna yang tegang dan sedih menjadi satu.
__ADS_1
" Kau masih mengharapkan dia berubah ? " Tanya Hans
Hanna menggeleng.
" Yakin mau pisah Han? " tanya Om Alex.
Hanna Mengangguk.
" Baiklah besok diurus sama temen om ya dan om akan serahkan ini untuk bukti perselingkuhan Prass agar tuntutan mu mudah dikabulkan hakim " ucap Om Alex
" Terima kasih ya Om " Hanna berusaha tersenyum
Hans merasa lega mendengarnya.
Berbeda dengan Junna.
" Han, itu Prass suami kamu? " Tanya Junna memastikan.
" Iya Om " ucap Hanna Pelan.
" Aku akan beri pelajaran, apa perlu aku pecat? " Ujar Junna bertanya ke Hanna.
Junna sangat menyesal rasanya menaikan jabatan Prass .
Hanna menggeleng, " Jangan Om,biarkan saja dia bekerja, dia juga masih menghidupi orang tua dan adiknya yang masih kuliah .
" Pecat saja " saran Hans.
" Jangan ya om Junna, Kasian " ujar Hanna tak tega juga jika Prass harus kehilangan pekerjaan nya.
" Masih sayang kayaknya dia Jun " Ucap Hans sambil memanggil pelayan restoran
" Iya Han ?" Tanya Alek
Hanna menggeleng lalu melihat ke arah Hans. Tapi Hans memalingkan wajahnya.
" Om Hans kenapa sih Om. " tanya Hanna Heran
" Cemburu " Bisik Alex ke Hanna
" Sama siapa ? " Tanya Hanna
" Sama kamu lah hahaha " om Alex pun tertawa
" aku gadis bukan janda bukan,ngapain di cemburuin hehe " Kekeh Hanna
***
Mendung manja ga sih di tempat kalian.
jangan lupa ritual nya yaa
Vote yang belum terpakai boleh loh dikasih kesini
like
komen
favorit
__ADS_1
hadiah Seikhlasnya 😌