
" Sini Han diperiksa dulu " Dokter Susan meminta Hanna berbaring dan saat Baju atasan Hanna disingkap ke atas karena dokter Susan ingin memberi Gel di perut Hanna untuk memeriksa kandungan nya Hans berteriak .
" STOP ,kalian bisa pergi dulu gak bertiga. Bini gue mau diperiksa dulu " Jengkel Hans.
Ketiganya dengan kompak berbalik badan tanpa menjawab.
" Astaga ,gak salah Oma namai Genk kita Tengik . Kelakuan pada tengik " Gerutu Hans.
Dokter Susan dan Hanna hanya menahan senyumnya.
Hanna pun diperiksa sesuai standar pemeriksaan semestinya. Dan Kandungan Hanna saat ini berusia 2 Minggu. ya masih dini banget,muda banget dan rentan pastinya.
" San, gue tetep bisa kan olah raga malam ? kata Juna bahaya kalau masih muda gini " Tanya Hans tidak tahu malu.
" Pffftt " Ketiga sahabat Hans itu menahan tawanya saat Hans tidak tahu malu bertanya dengan bar-bar nya.
" Saat ini sih masih rentan banget ya Hans, baru dua Minggu usia kandungannya Hanna. Memang sih kelihatan kuat tapi gue sarankan jangan dulu ya .Kalau udah tiga bulan deh boleh " ujar dokter Susan .
" Ini serius kan ? gak bales dendam kan ? " Hans memicingkan matanya .
" Plak " Paha Hans dipukul Hanna dibawah meja.
" Duh sayang pukulnya jangan gitu, yang lembut dong " Kekeh Hans .
" Kelakuan Lo Hans ,Hans " Dokter Susan geleng-geleng kepalanya.
" Yang tadi belum dijawab Loh Dokter Susan " Hans meminta jawaban atas pertanyannya tadi .
" Itu serius, boleh sih tapi keluar di luar ya gak baik kalau keluar di dalam " ujar dokter Susan lagi .
" Kan siapa tau bisa cepet gemuk bayi gue San di perut Hanna. Biar cepet besar dan lahir deh " Ujar Hans yang kalau bicara sekarang tidak di filter .
" Ya ampun pinter di perusahaan doang ini suami mu Han " Ujar dokter Susan.
Team tengik di belakang sudah tidak bisa menahan tawanya.terutama Om Juna dan Om Jerry yang sudah pengalaman punya anak . Sedang Om Alex hanya mengikuti kedua temannya tertawa terbahak.
" Gak enak Susan kalau keluar di luar . Enak di dalam titik. " tanpa tebeng alang-alang dengan lancar nya Hans menolak mentah-mentah apa yang disarankan dokter Susan.
Dokter Susan menghela nafasnya.
" Nanti bisa menyebabkan kontraksi kalau keluar di dalam Hans. Ini masih muda banget, rentan banget , So, keluar di luar aja ya Bapak Hans yang terhormat "
Sudah lumayan Kesal sepertinya dokter Susan menghadapi Hans.
__ADS_1
Dokter Susan memberikan resep mual untuk Hanna dqn serangkaian Vitamin agar terpenuhi kebutuhan asupan di tubuh Hanna.
" Terima kasih atas arahan ya dokter Susan, maaf sudah membuat keributan dan menaikan darah tingginya dokter karena kelakuan bule-bule tengik ini " Kekeh Hanna.
" Iya gak apa-apa udah biasa mereka rusuh, sehat-sehat ya bumil jangan capek-capek Harus senang terus " Pesan Dokter Susan sebelum Hans dan 4 pria tampan itu keluar.
" Iya dok " Jawab Hanna.
" Kami pamit ya San, " Ujar Om Alex dan di angguki oleh Dokter Susan
Setelah keluar dari ruangan dokter Susan ,
" Nih tebus di apotek biar ada gunanya Lo " Hans memberikan selembar resep dari Dokter Susan kepada Om Junna.
" Ok, no problem ,yuk Jer " Ajak Om Junna menuju apotek.
" Makasih ya Om " Ujar Hanna.
" Sama-sama sayang eh Hanna " Goda Om Juna.
Hans mulai mengeram dam memasang wajah garangnya.
" Salah sebut gue hahaha " Pada seneng banget menggoda Hans yang sedang tidak bisa berkutik.
Tapi dengan sigap om Alex langsung menawarkan diri. " Om aja yang beli ya , kamu mau apa? " Tanya Om Alex.
" Air mineral aja om " Hanna menjawab dengan tersenyum .
" Akhirnya bebas dari tiga manusia tengik " Hans menyandarkan bahunya ke Hanna.
" By the way selamat ya sayang, kamu akan menjadi ibu " Hans mengelus perut Hanna yang masih rata itu.
" Selamat juga untuk papa Hans " Hanna memeluk sang suami tampannya itu.
" Maunya dipanggil papi aja sayang, kalau papa kan udah ada Juna " Kekeh Hans
Hanna mengangguk.
" Aku gak nyangka Mas ,aku bisa hamil akhirnya " Ujar Hanna berkaca-kaca sambil terus mengusap perutnya..
" Aku malas sebenarnya mau bilang ini, cuma.. Suatu saat kamu bisa buktiin dengan bangga kalau kamu tidak seperti yang keluarga Prass bilang dan kamu sehat juga subur Buktinya ada cebong premium aku disini " Ujar Hans sambil disela dengan candaan.
" Dek, kamu di bilang cebong, nanti inget ya, sayangnya harus paling banyak sama mami, karena papi dari kamu dalam kandungan , udah bilang kamu cebong " Ujar Hanna sambil mengelus perutnya .
__ADS_1
" Astaga sayang ,anak aku masih dalam kandungan udah kamu provokasi . Kamu memang harus nurut sama mami dek, tapi sama papi juga harus sayang ya,okey "
Hans menunduk dan mulai bicara di depan perut Hanna seolah si bayi memang mendengarkan Hans berbicara.
Hanna tergelak tawanya dan ketiga bule tengik nan siaga itu pun datang dengan membawa tentengan masing-masing.
" Yok pesta yok " Hans berdiri saat semuanya sudah formasi lengkap." Siaapp " Semua menyahut senang.
" Ajak pasangan kalian jangan main belakang aja dari gue " ketus Hans sambil berjalan duluan dengan merangkul pundak Hanna.
" Eh koq dia tau sih " Ujar Om Alex.
" Gue gak kasih tau " Ujar Om Jerry.
" apa lagi gue " Sahut Om Juna.
" Ya udah bawa aja yuk sekalian kenalan biar enak kalau kumpul bareng ,siapa tau bisa main bareng kan ,siapa yang paling lama " Kekeh Om Alex.
" Gesrek lo dasar " Ujar Om Juna.
Om Alex malah tertawa mendengar umpatan Om Juna.
...
Saat Hanna dan Hans berjalan terlihat Prass dan sang ibu serta adik dan satu orang wanita lainnya sedang berkunjung juga ke rumah sakit tempat Hanna diperiksa tadi itu.
Mereka berpapasan dan berbarengan dengan Hans yang menerima telepon dari asistennya.
Hanna tidak lagi menunduk, karena Hans pernah memperingatkan Hanna agar tidak menunduk dan pandangan wajah harus lurus ke depan jika bertemu dengan orang yang pernah menginjak-injak harga dirinya di masa lalu
" Wah wah wah ada wanita mandul nih " Ujar adik Prass yang mulutnya setajam parang.
" Eh ngapain kamu disini,rumah sakit mahal loh ini . Mau periksa atau kerja disini dia Pras ?? " Tanya Sang ibu dari mantan suami Hanna itu .
Prass justru mala terpesona karena Hanna semakin cantik dan terlihat lebih anggun hingga tidak bisa mengeluarkan satu kata pun dari mulutnya.
" Sayang, ayo Juna sudah menunggu di lobby " Hans melingkarkan tangannya di pinggang Hanna membuat ke empat orang itu membulatkan matanya melihat ad bule merengkuh pinggang Hanna.
***
Yuk jempolnya mana nih buat like setiap bab othor.
Othor minta dukungannya dengan cara like aja, komen aja, vote aja, hadiah aja ðŸ¤
__ADS_1