
Hans terpaku melihat Hanna yang sepertinya sedang menghindari interaksi dengannya.
Tidak lama kemudian Riki dan Riko datang.
" Pagi Kak Hans .. Kak Hanna. " Riki dan Riko datang berteriak menyapa tua rumah .
" Hey pagi , sudah sampai kalian ? sudah sarapan ? " Hans memang bukan hanya perhatian ke Hanna tapi El adiknya pun sama.
" Hay kesayangan kakak udah sampai aja " Hanna yang mendengar suara adik kembarnya itu langsung menuju keluar dai dapur .
Riki dan Riko pun memeluk kakaknya itu.
" Sarapan yuk " Ajak Hanna kepada Kedua adiknya.
" Yah kita udah sarapan bubur ayam tadi dijalan hehe " Cengir Riko.
" Hah bubur ayam? yah koq gak beliin kakak sih " Tiba-tiba Hanna murung .
" Eh " kedua adiknya pun bingung.
" Kak Hanna mau? " Tawar Riki .Hanna pun mengangguk dan berbinar kembali.
" Okeh aku beliin dulu tunggu ya Kak " Ujar Riki tapi Hanna tidak mau
" Eh eh jangan dibungkus , kakak maunya makan langsung disana " Ujar Hanna penuh harap.
Riki,Riko dan Hans saling pandang , tidak biasanya Hanna begitu.
" Ya udah yuk aku antar sayang " Ujar Hans tapi Hanna menggeleng.
" Mau sama Riko aja " Ucap Hanna sambil melepaskan celemeknya yang masih dipakai itu.
" Sayang sama aku aja, biasa sama aku " Ujar Hans bingung.
Hanna menggeleng dan tersenyum.
" Mau sama Riko aja naik motor " ujar Hanna lagi .
Hans pun menghela nafasnya dan mengalah " Oke, aku ambilkan jaket dulu biar kamu gak kedinginnan " Ucap Hans dan Hanna mengangguk.
" Traktir kakak ya dek, kakak lagi malas ambil dompet di kamar " Ujar Hanna ke Riko.
" Iya kakak ku sayang, ada apa sih tumben banget " Riko tersenyum manis ke sang kakak.
" Kamu gak mau traktir kakak ? " Hanna yang sedang sensitif itu langsung merubah raut wajahnya menjadi sedih.
" Loh nggak gitu kak, maksudnya tumben gak sama Kak Hans. Biasa nempel terus " Kekeh Riko.
" Lagi males aja Ko, ya udah kalau gak mau anterin kakak sendiri aja . tapi sini kakak pinjem uangnya dulu nanti kakak transfer " Semakin sensitif rupanya sang kakak.
" Tumben Kak Hanna ngambek " Bisik Riki ke Riko.
Riko mengangguk menyetujui ucapan saudara kembarnya.
" Kakak ku yang cantik gitu aja masa ngambek ,nanti aku pulang nih " Ledek Riko.
__ADS_1
" Ya udah pulang aja, Gak jadi aku pinjem uang nya hiks hiks " Hanna malah menangis .
" Eh Kak jangan gitu Ya udah sama aku aja yuk. " Tawar Riki . Hanna pun mengangguk dan tidak lama Hans datang dan memakaikan Cardigan ke tubuh Hanna.
Baru saja Hans ingin membuka mulut untuk bertanya, Riko segera menepuk pundak kakak iparnya itu dan membuat simbol silent . Hans pun mengangguk mengerti.
" Kak Hans ,Riki pergi dulu ya sama Kak Hanna. Ada yang mau nitip gak ? " Tanya Riki.
" Gak usah tanya-tanya dek kan bisa WA. kita langsung pergi aja kakak udah laper banget ngiler mau makan bubur ayam " ucap Hanna sambil berlalu ke depan pintu dan menunggu Riki di motor.
Riko dan Hans hanya mematung aneh melihat sikap Hanna.
" Kakak kamu kenapa ya ,tumben banget. " ujar Hans.
" Iya gak seperti biasanya " jawab Riko
Kedua laki-laki beda generasi itu pun melamun dan berpikir keras apa yang terjadi dengan Hanna.
" Hmm maaf ya kak.Kakak ada buat salah gak ke Kak Hanna ." Tanya Riko.
Hans mengingat-ingat hal apa saja dari bangun tidur tadi, tapi ia menggeleng .
" Sepertinya tidak ada " Ujar Hans.
" Kemarin sih sempat cerita tentang mantan kakak yang orang dr grup H " Ujar Hans.
" Nah itu kali " Jawab Riko.
" Tapi fun fun aja gak ada masalah Ko " Jawab Hans.
Mereka diam kembali dan akhirnya lebih memilih menyusul Hanna dan Riki ke tempat bubur ayam.
" Nahhhh Kakak kan sensitif kak Hans soal hamil " Riko mengerem mendadak membuat Hans kaget.
" Astaga iya ya " Hans menyesal dan merutuki ucapannya .
" Yah kak Hans cari penyakit sih " Gerutu Riko Yangs sedikit kesal ke kakak iparnya itu.
" Kakak lupa Ko " Lirih Hans.
Setelah sepuluh menit, sampailah mereka di tempat bubur ayam dimana ada Hanna dan Riki sedang makan bersama.
" Sayang , " Panggil Hans ke Hanna.
Hanna menoleh dan tersenyum. " Sini sayang enak loh buburnya mau gak ? " Tanya Hanna yang tidak menunjukkan kekesalannya seperti dirumah tadi
" Pesen ya, mau gak ? " Tanya Hanna lagi. Hans yang tidak mau cari perkara mengangguk walau perutnya sudah kenyang.
" Pak setengah aku porsinya bisa ? " Tanya Hans ke Abang penjual.
" Bisa Om " Jawab Si Abang bubur dan langsung mengeksekusi pesanan bule tampan itu.
Setelah bubur pesanan Hans jadi ,Hans pun mengaduk buburnya dan mulai memakannya. Hanna yang melihat langsung mual dan menutup hidung serta mulutnya.
" Duh Mas kamu jauh-jauh deh jangan Deket aku, aku mual lihat bentukan bubur kamu " ujar Hanna memalingkan wajahnya .
__ADS_1
" Hah " Hans bingung dan segera menjauh ke sebelah kiri disamping Riko.
" Padahal kamu yang ngajarin aku makan bubur enak itu begini sayang " Lirih Hans sedih, rasanya setiap tindakannya salah semua Dimata Hanna.
" Kamu kenapa sayang, kenapa hari ini aneh. kamu juga tumben biasa makan bubur gak pakai seledri itu koq pakai . Kamu gak cinta lagi sama aku ya ? Apa aja yang aku lakuin salah. Gak mau Deket aku juga ,aku salah apa yank ,aku sedih kamu giniin "
Entah bagaimana Hans dengan pede nya membicarakan cinta-cintaan di depan gerobak bubur ayam membuat semua orang disekitar situ malah jadi fokus ke arah Hans dan Hanna.
" Mas itu istrinya apa adiknya ? " Tanya Ibu-ibu membawa anak sedang membeli bubur ayam juga.
" Istri Bu " Jawab Hans pelan.
" Kalau istri ga seperti biasanya berati hamil kali " Celetuk ibu-ibu lainnya..
Hanna yang bukannya senang malah menangis.
" Bayar Buburnya Ki ,minta Riko bungkus satu bubur lagi buat aku trus kita pulang " Ajak Hanna tanpa berbicara lagi dengan Hans.
Hanna langsung berjalan ke arah motor Riki dan menunggu nya untuk pulang .
" Sayang " Panggil Hans menghampiri Hanna.
" Kita bahas dirumah " Jawab Hanna pelan.
Riki dan Hanna pun berlalu pergi.
Sedang Hans dirundung ibu-ibu,
" Testpack aja dulu kalau belum yakin Mas "
" Lagsung cek ke dokter aja Om "
" Itu sih seperti gejala hamil sih "
Sahut ibu-ibu yang lain.
" Terima kasih ya ibu-ibu informasinya" Jawab Hans sopan menanggapi komentar para ibu-ibu disana.
...
Di perjalanan pulang, Hanna bertanya ke Riki " Ki, apa iya kakak hamil ? sedang sama Prass dlu aja bertahun-tahun kakak belum hamil-hamil " lirih Hanna.
" Hmm kakak jangan marah ya, gak ada salahnya sih kakak testpack dulu " Ujar Riki hati-hati agar tidak tersinggung.
" Ayo kita mampir ke apotik. tapi bayarin dulu ya kakak gak bawa uang " Ujar Hanna menurut apa kata Riki .
***
Jangan lupa ritualnya ya bestie 😘.
Like
komen
Fav
__ADS_1
Vote
Hadiah buat Othor yang ngantuk-ngantuk tetep nulis ðŸ¤