
Oma mengajak Hans dan Hanna duduk di ruang keluarga.
Oma melihat tangan dan kaki Hanna berbekas seperti habis terjadi pemukulan dengan benda tipis.
Oma memandang Hans seperti bertanya sesuatu kenapa.
Hans seolah mengerti pertanyaan dari Oma.
Hans menganggukkan kepalanya dan Oma menutup mulutnya yang ternganga itu.
" Han dipanggil Oma tengik ,sini duduk " Hans menepuk sofa disebelah nya.
Oma Jeny mendengus kesal mendengar panggilan Hans kepadanya itu.
Hanna lebih memilih duduk di seberangnya.
Hans hanya menghela nafasnya.
" Hanna ,namanu Hanna ? " Tanya Oma Jeny
" Iya Oma saya Hanna " jawab Hanna.
" Karena ini rumah cucu Oma, bisa ceritakan kamu ada disini ? " Tanya Oma lagi.
Hanna mengangguk lalu menceritakan kisahnya singkat kenapa sampai dirinya ada di rumah Hans.
" Baiklah kamu menikahlah dengan Hans karena sudah tinggal bersama " Ucap Oma Jeny asal.Hans sih senang-senang aja mendengar ucapan Oma Jeny.
Tapi tidak dengan Hanna
" Maaf Oma, Hanna masih berstatus istri orang dan belum bercerai jadi belum bisa menikah dengan Om Hans " ucap Hanna pelan sambil menunduk malu.
Hans dan Oma mendengar kata belum. berati ada angin segar untuk Hans.
" Ya Oma tau, Alex sedang mengurus nya kan " ucap Oma membua Hanna bingung koq Oma sudah tau .
" Jangan bingung segala hal tentang cucu-cucuku aku tau " Ucap Oma sambil memainkan tongkat nya.
" Junna yang menyukaimu saja aku tau " Ucap Oma lagi.
" hmm Apa Oma tau pekerjaan Hanna semasa SMA Oma? " Hanna penasaran bagaimana reaksi Oma Om Hans saat mengetahui nya.
" Oma Tahu, bahkan Saat itu Jerry menyukaimu pun Oma tau " Ujar Oma santai tanpa memandang jelek ke Hanna.
Entah Hanna harus mengelak dan menolak apa lagi di depan Oma Jeny.
" Jerry pernah suka Oma sama Hanna ? " Tanya Hans akhirnya ia membuka suara juga.
Oma mengangguk " Semua masih berharap dengan Hanna, jadi kau tengik jangan senang dulu karena sainganmu banyak. Jordan bahkan suka mencuri pandang ke Hanna. " Oma menunjuk Jordan dengan tongkatnya.
" Berani kau Jordan mereb... tok " belum sempat Hans melanjutkan Omongan nya kepala Hans sudah diketok sama tongkat Oma.
" Astaga Omaa.. bisa benjol seperti shincan aku " Kesal Hans sambil memegang kepalanya yang terkena tongkat Oma.
Hanna hanya tersenyum melihat tingkah Om Hans dengan Oma Jeny.
" Jodoh tidak ada yang tau, jadi berjuanglah kalian merebut Hanna hahaha " Oma tertawa puas.
Hanna melihat tawa Oma menjadi sanga hangat, ia yakin Oma Jeny adalah orang baik dengan segala ceplas ceplos nya.
" Hanna , tinggalah disini ,buat dirimu seaman dan senyaman mungkin disini. Jika si tengik ini mengganggu ,beritahu Oma. Oma dan Alex akan sebisa mungkin membantu permasalahan kamu agar kamu bisa lepas dari ikatan Pernikahan denga Prass
__ADS_1
Oma sangat membenci perceraian,tapi jika menyangkut dengan pemukulan Oma tidak terima " Ucap Oma tegas
" Kamu disini saja lah temani Oma ya " Pinta Oma dan kali ini Oma tersenyum hangat ke Hanna.
" Baiklah Oma Terima kasih ya Oma sudah memberi tumpangan . " Ucap Hanna sambil tersenyum juga.
Oma pun membelai rambut Hanna, Hanna bahagia sekali jika dilakukan hangat seperti ini.
Tiba-tiba ponsel Hanna berdering.
Tertera nama panggilan si kembar Riki di ponselnya.
#
Riki : Hallo kak Hanna
Hanna : Iya Ki, ada apa ?
Riki : Kakak sekarang dimana? semalam Mas Prass hubungi iki menanyakan kak Hanna dimana
Hanna : Kamu jawab apa dek ?
Riki : Iki bilang iki ga tau kakak dimana
Hanna : jangan kasih tau kakak masih di kota ini ya Ki, bilang aja kakak lost kontak sama kamu
Riki : Iya kak , Iki juga udah bilang Riko, jangan sampai ada yang tau kita masih suka telepon.
Tapi kakak baik-baik aja kan?
Hanna : Iya Ki kakak baik-baik aja. kamu kerjanya gimana? inget tetap fokus ya dan harus jujur kerjanya inget pesan kakak, kalian ga mudah mendapatkan pekerjaan itu
Riki : Iya kak, iki akan selalu inget nasehat kakak
Riki : lagi mandi kak dia kesiangan tadi. Ini Iki abis buatin sarapan
Hanna : Hmm kurangin mainnya
Riki : iya kak nanti Iki bilang. udah dulu ya kak. kakak jaga diri baik-baik ya kalau ada apa-apa hubungin Iki ya kak
Hanna : Iya Ki. salam untuk Riko ya. bye Ki
Riki : bye Kak
#
Setelah menutup teleponnya Hanna melihat ke arah Oma Jeny yang sedang menatapnya
" Itu siapa Han ? " Tanya Oma.
" Itu Riki Oma Adik Hanna, " Ucap Hanna sopan
" Kalau Riko ? " Tanya Oma
" Riko saudara kembar Riki Oma " jawab Hanna sambil tersenyum.
" Mereka tinggal dimana? " tanya Oma penasaran.
Hanna tersenyum lalu menceritakan tentang adik kembarnya ke Oma.
Oma manggut-manggut mendengar cerita dari Hanna.
__ADS_1
" Kapan-kapan kita kunjungi kota tempat mereka tinggal ya. Oma udah lama ga ke Bandung. " ucap Oma.
" Baik Oma " Jawab Hanna.
" Bocah tengik kau tak ke kantor ? " Tanya Oma ke Hans
Hans mendengus kesal mendengar panggilan sayang Oma kedirinya.
" Kerja dirumah aja hari ini aku mau temani Hanna ke kantor Alex Oma " ujar Hans malas.
" Oma ga mau ikut ,Oma mau istirahat saja dirumah badan oma pada sakit nih berjam-jam di pesawat " tutur Oma
" dih lagi siapa yang mau ngajak pede banget nenek-nenek " Cibir Hans
" Kau nih, kalau tanpa Nenek-Nenek kau ga akan lahir ke dunia heh " Oma sudah siap ingin menjitak kepala Hans .
" Bosen bilang gitu terus " ucap Hans sambil beranjak kabur karena ia tahu setelah ia membalas ucapan Oma pasti ada saja sesuatu yang dilempar Oma ke arah dirinya.
" Kurang Asem " dan benar saja Oma berusaha melempar jeruk
yang ada di meja depannya .
" Nenek-nenek ga ada akhlak main lempar jeruk aja, nangis nanti tuh jeruk hahaha " Hans tertawa karena bisa menghindari lemparan sang Oma.
Oma hanya mendengus kesal kemudian tertawa bersama Hanna.
" Tengik kan dia Han " Ucap Oma sambil terkekeh.
Hanna tersenyum lucu melihat tingkah Hans yang kekanakan jika sudah bertemu dengan Oma.
Tiba-tiba Terdengar dari atas , " Hanna bersiap-siap lah Kita akan ke kantor Alex hari ini " teriak Hans
Hanna tersenyum dan langsung pamit ke Oma. " Oma ,, Hanna siap-siap dulu ya "
" Iya Sayang ,semoga lancar ya semua harapan kamu " Oma memeluk Hanna disebelahnya .
Hanna pun terharu dan menangis.
Oma membiarkan Hanna menangis tanpa bertanya kenapa. Karena yang Oma tau Hanna lebih banyak hidup di masa sulit dari pada masa Senang nya.
Setelah puas menangis Hanna berucap " Terima kasih atas pelukannya ya Oma,Hanna merasa punya orang tua lagi . Hanna menyeka air matanya yang turun tanpa aba-aba itu.
" Anggap lah Oma orang tua mu juga ya " bisik Oma lalu terkekeh.
" Terima kasih Oma " Hanna memeluk Oma Lagi dan menyeka air matanya kembali.
Tiba-tiba Hans turun melihat interaksi Hanna dan Omanya.Ia tersey lalu punya ide jahil.
" Ckk kalau ga suka jangan dibikin nangis dong Oma, Oma gimana sih. " Akting Hans.
Oma hanya mendengus kesal.mendengar tuduhan cucu tengiknya itu.
" Jordan ,antar aku ke kamar " Titah sang Oma.
" Baik Oma " Dengan sigap Jordan menuntun Oma ke kamarnya yang biasa ia tempati jika disini.
Sedangkan tangan Hans menarik tangan Hanna untuk membawanya ke kamar bersiap-siap untuk ke firma Om Alex.
***
Maaf ya baru updated 🤗
__ADS_1
terima kasih atas dukungan Kalian semua