
" Keduluan nikah maksudnya Om " Eric mencoba mencairkan suasana. Tidak lama telepon genggam Hans berbunyi .
Hans ragu mengangkat karena mau tidak mau harus meninggalkan Eric dan Hanna berduaan.
Tapi akhirnya diangkat dan Hans agak menjauh.
" sayang sebentar ya,aku angkat telepon dulu di meja Bagas" Ujar Hans. Hanna mengangguk dan tersenyum manis.
Bagas adalah supir sekaligus asisten pribadi Hans.
Melihat Hans agak menjauh Eric mulai memberanikan diri bertanya ke Hanna.
" Han, kabarmu benar baik ? " Tanya Eric
" Iya kamu bisa lihat sendiri kan Ric " Jawab Hanna sambil meminum jus strawberry yang tadi ia pesan.
" Kamu aku dengar pernah nikah tapi cerai. maaf kalau boleh tahu kenapa ? " Tanya Eric penasaran , karena cerita tentang Hanna simpang siur.
" KDRT Ric karena aku belum bisa hamil. Tapi itu masa lalu " Jawab Hanna sambil tersenyum.
" Ya ampun andai aku tahu Han, " Eric sedih mendengar langsung dari Hanna.
" Om Hans Nerima aku apa adanya, saat aku dipukuli dan diusir keluar dari rumah ,Om Hans sama Om Jerry yang tolong aku. Ketemu dijalan karena aku hampir tertabrak mobil mereka " Ujar Hanna jujur
" Astaga Hanna , " Eric mengusap wajahnya kasar.
" Masa lalu Ric , sekarang aku bahagia " ujar Hanna sambil sesekali menyeruput minumannya dan memakan cemilan.
" Adik kamu apa kabarnya ? " tanya Eric.
" Baik, mereka sudah di Jakarta sekarang . Riko kerja sama suamiku, Riki sama om Juna ,papa nya Vinna . " Jawab Hanna sambil melihat Eric dan bertemu kedua matanya..
Hanna segera menundukkan pandangannya berbeda dengan Eric yang terus menatapnya.
" Kalau Om Hans permasalahan masalah hamil, aku siap terima kamu apa adanya Han " Gunam Eric yang terdengar oleh Hanna.
Tapi Hanna pura-pura tidak dengar. Tidak pantas rasanya ia menimpalinya.
" Han, kamu.. " ucapan Eric terpotong .
" Mas Udah ? " Tanya Hanna yang melihat Hans sudah selesai bertelepon dan menghampiri meja mereka kembali.
" Udah sayang, kamu udah selesai belum makannya? Aku ada urusan lagi setelah ini " Ujar Hans.
" Udah mas ,ada juga aku yang harusnya tanya sama kamu " Ujar Hanna.
" Aku udah kenyang sayang " ucap Hans sambil meraih jas nya.
" Om ini biar aja free dari aku " Ujar Eric yang tidak ingin Om Hans membayar makanannya.
" Ah tidak perlu Ric, saya sudah bayar tadi disana . Thanks ya, kami pergi dulu Salam untuk papamu " ucap suami dari Hanna itu.
__ADS_1
" Ah Om kapan lagi aku traktir Om hehe " Cengir Eric.
" Ok Kami jalan dulu ya, yuk sayang " Hans meraih pinggul Hanna dan merapatkan ke tubuh besarnya itu. Membuat Eric menghela nafasnya .
" Mas sakit kekencengan rangkulnya " ujar Hanna pelan.
" Astaga maaf sayang, mas gak mau banget kamu deket-deket laki-laki lain " Hans pun mengendurkan rangkulannya.
" Kenapa gak sama aku aja Han, kita sama-sama masih muda Huftt " Eric menggerutu.
***
Sampai di Mobil Hans mulai merengek seperti anak kecil.
" Sayang kenapa harus ketemu Eric, gak boleh ketemu lagi ya ,aku cemburu,aku insecure ,dia masih muda sedang aku udah tua "
" Yang bilang mas masih muda siapa " Kekeh Hanna.
" Sayang..kamu bilang Eric lebih muda ? " Hans memicingkan matanya
" Ya kan emang bener Mas ,Eric masih muda " Jelas Hanna lagi membuat Hans menampilkan wajah masamnya.
" Tapi mas , muda koq kalau di ranjang ,bikin aku kewalahan terus" goda Hanna.
" Kamu sayang aku nggak ? " Tanya Hans serius .
" Iya dong,koq tanya nya gitu " Hanna bingung.
" Astaga suami aku yang tampan ini ga percaya . Kamu beneran insecure mas ? " Hanna tak percaya suaminya yang pede selangit, Cool selangit itu merasa insecure saat ini.
" Menurut kamu ? " Tanya Hans melemah pandangannya .
" Haha iya iya sini sini cium dulu " ujar Hanna menghibur sang suami dan melebarkan selimut tipis ke arah badannya.
Dan ya icip-iciplah mereka di mobil dengan Bagas yang langsung mode on buta dan tuli jika Boss nya sedang melangsungkan ritual nya itu.
Setelah selesai selimut dilepas dan dilipat kembali. Imun Hans langsung naik dan dirinyapun merasa segar kembali.
" Mas ada perlu apa? aku ikut ke kantor aja kalau mas sibuk biar ga buang-buang waktu " ujar Hanna.
" Terima kasih sayang pengertiannya . Kita langsung ke kantor aja Gas " Ujar Hans ke Bagas. Bagas pun langsung mengambil arah menuju kantor sang Boss.
" Sayang kamu istrahat aja ya di kamar, kalau perlu apa-apa minta sama OB ya " ujar Hans setelah sampai di kantornya.
" Iya mas aku mau bersih-bersih mau tiduran aja " Jawab Hanna sambil masuk ke kamar mandi ruangan pribadi suaminya itu.
Hanna pun ditinggal diruangan Hans, sedang Hans lanjut meeting .
***
Di ruang meeting ada seorang wanita sedang melihat ke arah Hans.
__ADS_1
Wanita masa lalu Hans dan sempat membuat Hans terpuruk karena dikhianati.
" Hans apa kabar ? " Tanya Sela setelah selesai maeeting . Hans sempat kaget tapi sesudahnya biasa saja karena sudah tidak ada rasa lagi untuknya.
" Kalian saling kenal ? " Ujar Bos dari Sela itu bernama Pak Mario.
" Dulu sempat kenal " Jawab Hans datar seperti biasa.
" Maaf, jika ada perlu apa-apa silahkan ke Bagas ya Pak Mario " ujar Hans ingin segera pergi dari ruangan itu dan menemui sang istri juga menghindari Sela.
" Saya pamit duluan ya Pak ,istri saya sedang menunggu ,semoga bisnis kita berjalan lancar dan saling menguntungkan. " Hans menjabat tangan Pak Mario .
" Gas tolong antar ya, saya mau pulang cepat " Ujar Hans formal ke Bagas.
" Siap Bos ,mari Pak Mario " Hans sopan dengan Pak Mario dan mengindahkan Sela.
" Hans " Panggil Sela .
" Sela, tolong yang sopan Pak Hans klien kita " Ujar Pak Mario memberi peringatan ke Sela.
" Ah iya Pak Hans , " Panggil Sela.
" Ada yang bisa saya bantu Bu Sela ? " Tanya Bagas mewakili Hans.
" Saya ada perlu dengan Boss kamu " Ujar Sela.
" Bisa ke saya Bu Sela ,saya yang akan menghandle setelah Pak Hans keluar dari ruangan ini " Jawaba Bagas masih sopan.
" Saya ada keperluan pribadi " Ujar Sela dengan nada angkuh
" Maaf ini ranah kerja tidak ada urusan pribadi disini " tegas Bagas.
" Kamu mau saya laporkan ke Hans hah " ujar Sela dengan menekan kata-katanya .
" Silahkan " jawab Hans lebih tegas lagi.
" Kamu tidak tau siapa saya heh " ucap Sela tidak tau malu.
" Anda asisten Pak Mario bukan ? " Tanya Bagas sambil menunjukan wajah dinginnya.
" Saya mantan bos kamu, dan bos kamu itu masih tergila-gila dengan saya sampai kapanpun katanya " Sela dengan angkuh berbicara .
" Mimpi " Ujar Bagas sambil membuka pintu ruangan meeting mereka.
" Pak Mario maaf ,jika asisten anda menggangu kami tidak segan-segan memutus kontrak sepihak. " Tegas Bagas lagi.
***
Jangan lupa ritualnya ya kak Shay
.
__ADS_1