
" Sayang tumben ke kantor papa " Om Juna kaget karena tiba-tiba Vinna sang anak datang.
" Iya aku ada meeting sama team papa " Ujar Vinna merebahkan dirinya di sofa.
" Eh ada Riki " Vinna langsung menjaga image nya lagi.
" Hai Kak Vinna " Sahut Riki sopan.
" Tua banget deh gue dipanggil kakak " Vinna mengerucutkan bibirnya.
" Nah kalau gayanya gitu gak cocok dipanggil kakak " Kekeh Riki.
" Panggil Vinna aja Ki, anggep lah kita seumuran " Cengir Vinna.
" Hmm Ok deh Vin " Riki masih kaku.
" Om Juna, saya permisi ke ruangan saya dulu ya " Riki pamit dari ruangan Om Juna .
" Iya kembali sana nanti saya suruh Vinna keruangan kamu ya siapa tau ada yang mau kamu tanyakan.Perusahann Vinna juga kerjasama dengan Perusahaan kita " Om Juna ingin mengambil hati anaknya agar mudah membicarakan tentang Nadine.
Mendengar namanya disebut akan keruangan Riki..Vinna sumringah.
" Baik Om " Riki tersenyum .
" Pah ,Riki jadi apa ? " tanya Vinna
" Asisten Papa " Ujar Om Juna tenang , Padahal dia sedang mengatur nafasnya untuk membicarakan tentang Nadine.
" Kamu suka Riki ? papa gak larang koq " Om Juna mencoba berbicara pelan-pelan.
" Koq aku curiga ya Pa ? " Vinna menatap tajam sang papa .
Merasa ditatap anaknya, Om Juna lalu beranjak dari duduknya dan mendekati Vinna.
" Sayang hmm..misal nih " Om Juna terbata-bata.
" Hahahaha " Vinna terbahak.
Om Junna hanya mendengus kesal. Pasti Vinna sudah tau kalau dirinya ada keinginan.
" Bilang aja sih Pa gak usah basa basi " Vinna mengambil minuman yang sudah tersedia di ruangan Om Juna.
" Kalau papa nikah lagi gimana ? " Tanya Om Juna hati-hati.
" Ya bagus Pa, aku malah tenang kalau misalnya di hari tua papa, papa punya temen ngobrol,gak melulu sama Om Jerry, om Alex kalau Om Hans udah punya istri ga akan gangguin papa lagi ," Ujar Vinna memberi lampu hijau.
" Satu lagi Vin ,kalau dia muda kamu setuju gak? " Tanya Papa Vinna.
" Ya setuju lah, masa nggak . Kalau sama nenek-nenek tuh aku gak setuju " Vinna terbahak.
" Tapi...Masalahnya " Om Junna diam kembali.
" Masalahnya ? " Vinna bertanya .
" Dia lebih muda dari kamu "
__ADS_1
" Uhuk uhuk . Papa pacaran sama anak SMA ? "
Om Juna diam sebentar dan memperlihatkan wajah Nadine di ponselnya..
" Cantik, kelihatannya baik, tapi.. muda banget " Gunam Vinna yang masih terdengar oleh sang Papa.
" hmmm Ya udah , Vinna gak masalah, asal papa senang dan dia juga sayang sama papa. Tapi gak usah kenalin Ke Vinna ya Pa " Ujar Vinna lagi.
" Koq pake syarat gak usah kenalin ke kamu. " Om Juna bingung.
" Vinna mau tau aja kepribadiannya. Papa gak usah kasih lihat wajah Vinna ke Dia ,biar Vinna coba dekatin dengan cara Vinna. kalau papa curang, Vinna gak setuju, ga restuin " Vinna menatap papa nya tajam.
" Ok Deal. Papa tau kamu pasti tau yang terbaik untuk papa " Om Junna memeluk anaknya.
" Kenal dimana pa " Tanya Vinna membuat Papa Juna menelan salivanya.
" Hmm itu "
" Udah jujur aja. tar Vinna ga restuin nih "
Om Juna pun akhirnya menceritakan awal mula dia ketemu dengan Nadine dimana. Serta keinginan Nadine tidak ada yang ditutupi oleh Junna.
Dan komitmen Nadine dengan sang Papa pun diceritakan juga.
Jujur Vinna sedih dengan kehidupan Nadine. Beruntung Nadine ketemu dengan sang Papa. Jika tidak mungkin nasibnya seperti Alona kakak temannya itu.
" Ya udah Pa gak apa-apa semoga Nadine tulus dengan Papa. . Vinna cuma gak mau papa dipermainka hatinya. " Vinna memeluk sang Papa yang sejak dari kecil merawatnya sendirian.
Kadang Vinna juga menutup mata atas aksi papanya yang suka menghabiskan malam dengan wanita malam. Maka dari itu lebih baik Vinna merestui Papa Junna untuk menikah walau dengan gadis yang usianya dibawah Vinna.
" iya by the way aku boleh nih keruangan Riki ? " tanya Vina cengegesan.
" Hmm anak papa suka ya sama Riki ? " selidik Om Juna..
" Iya, tapi gak tau deh Riki nya " Cengir Vinna.
" Coba nanti pa... "
" Gak ,gak mau papa yang bilang, aku gak mau Riki ngerespon aku karena papa " Vinna menolak tegas kebaikan sang papa. Bukan apa-apa karena Vinna takut Riki tidak tulus mencintai dia.
Lebih baik Vinna berusaha sendiri jika ingin meraih cinta Riki..
" Hmm ya sudah sana, bantu Riki coba mengatur ruangannya " Ujar Om Juna.
" okey deh Pa, aku kesana. Gak boleh ada yang masuk keruangan Riki loh Pa selagi ada aku " Ujar Vinna
" Iya iya udah sana " usir sang Papa sambil seraya tertawa.
***
Dirungan Riki ,
" Hai Ki " Vinna menyapa dengan senyum manisnya.
" Hai Kak, eh Vin " Riki masih kagok memanggil Vinna tanpa embel-embel didepannya.
__ADS_1
" Kaku banget sih, Vinna aja lah. Kamu tau kan aku pengen merasa muda terus " Kekeh Vinna sambil bersandar di meja depan Riki.
Vinna memakai rok pendek membuat Riki menelan salivanya.
Riki menarik nafasnya
" hmm iya Vina ,Vina " Ujar Riki yang jantungnya berdegup kencang melihat kaki jenjang Vinna.
" Gitu dong " ujar Vinna kemudian duduk di sofa.
" Mau diapain ruangannya " Ujar Vinna sambil melihat ke sekeliling ruangan Riki.
" Paling ubah posisi aja sih biar kelihatan enak " Ujar Riki sambil melihat sekeliling juga.
" Emang mau posisi yang gimana? " Tanya Vinna .
Riki terdiam dan pikirannya malah traveling kemana-mana mendengar kata posisi.
Ditambah lagi Vinna membuka satu kancing karena suhu ruangan Riki memang AC nya dikecilkan.
" Panas deh Ki " Ujar Vinna sambil mengambil sesuatu di dalam tasnya.
" Panas ya " Riki seperti terhipnotis dengan aroma tubuh Vinna. Riki pun mendekat dan menghampiri Vinna.
Vinna yang berdebar karena Riki mendekat pun menjadi salah tingkah.
Mereka semakin dekat dan pintu Riki pun diketuk.
" Tok Tok "
Vinna dan Riki kaget lalu Vinna yang menjawab.
" Masuk "
Sekertaris sang Papa yang ternyata mengetuk dan memberikan berkas untuk Riki.
" Ini berkas yang harus dikasih ke Pak Riki Mba Vinna " Ujar sang sekertaris berpakaian sexyh itu.
" kan a.." Belum selesai Vinna bicara Papa Juna muncul dibelakangnya.
" Papa yang suruh, kenapa ? ganggu ? " Kekeh Om Juna.
" Ng nggak koq Pak " Riki yang menyahut dan Om Juna tertawa.
" Papa pernah muda koq., udah lanjutkan. meeting sama kamu di tunda ya Vin. Team papa mau meeting internal dulu " Ujar Papa Vinna.
" Eh koq gitu , aku udah jauh-jauh dari meeting di PIK langsung kesini malah dicancel " gerutu Vinna.
" kamu temani Riki aja dulu , dia perlu bantuan kamu sepertinya " Kekeh sang Papa.
***
Butuh apa sih Riki ?
__ADS_1
Vote , Like ,koment yuk.