
Dengan sangat terpaksa akhirnya Hans mengikut sertakan 3 pria matang dengan sejuta pesona itu ikut ke rumah sakit tepatnya Poli kandungan .
Riki dan Riko juga tidak ketinggalan ikut serta ingin melihat calon keponakannya itu. Hanya mereka tadi ingin di Caffe saja nanti tidak ingin ikut ke dalam poli kandungan.
Beruntung Hanna tidak terlalu memusingkan mereka, Hanna hanya cekikikan melihat kekesalan sang suami yang menggerutu sepanjang jalan.
Mereka pergi dengan satu mobil.
Om Jerry di depan kemudi dan Om Juna disampingnya.
Di tengah Hans, Hanna dan Om Alex .
Dibelakang Riki dan Riko.
Di sepanjang jalan mereka sibuk memprediksi jenis kelamin baby H . Sebutan Baby H disematkan oleh Om Alex .
Untuk penyebutan Baby H Hans dan Hanna tidak terlalu memusingkan, hanya saja mereka sibuk jika Baby H perempuan kalau sifatnya seperti Hans ,pasti akan menjadi gadis yang cantik tapi Cool dan maskulin.
Dan Jika Baby H Perempuan dan sifatnya seperti Hanna, pasti selain cantik ,girly banget ,juga supel dan penyabar seperti Hanna dan sudah pasti banyak dikelilingi pria-pria yang sibuk ingin menarik perhatiannya .
Om-om matang itu juga memprediksi jika Baby H laki-laki dan bersifat seperti Hans sudah pasti aura ketampanan nya siap menghipnotis kaum hawa.
Dan jika Baby H laki-laki dan bersifat seperti Hanna. Pasti menjadi pria supel, super tampan, kaya dan banyak digemari wanita karena sikapnya yang sweet membuat wanita klepek-klepek dibuatnya.
Mereka membicarakan semua itu dan berhasil membuat Hanna tertawa senang.
Sedang Hans sedang mengumpat seluruh manusia di dalam mobil itu kecuali Hanna.Ya mengumpat dalam hati , mana berani di depan Hanna dia mengumpat sedangkan Hanna saja tertawa mendengar ocehan semua temannya itu.
Dak akhirnya sampailah di rumah sakit .
Hans dan ketiga sahabatnya itu bertanya ke salah satu perawat di informasi,dokter Susan ada sudah pasien nomor berapa ?
Perawat tersebut mendadak gemetar karena dihampiri oleh empat pria meresahkan jiwa dan raga para suster jaga disana.
" Nomor 3 Mas, eh Pak " Satu suster menjawab dengan gugup.
Hanna yang tidak perlu antri karena Hans sudah mendaftar di telepon tadi, jadi hanya tinggal satu orang ibu yang sedang hamil dan sebentar lagi mungkin melahirkan Karen kandungannya sudah besar.
Setelah ibu itu barulah nanti Hanna masuk.
" Ah oke istri teman saya nomor 5 berati satu lagi setelah ibu yang sedang hamil besar itu ya" Jawab Om Juna dengan senyum manis yang membuat glukosa dalam diri suster tersebut menjadi naik.
" Iyah pak. ,Bapaknya belum punya istri ? " Ujar salah satu suster yang sedari tadi diam saja.
" Sudah tidak ada " Jawab Om Juna. Semua sister disana memekik senang.
" Kerja kerja ,jelalatan aja tuh mata " Salah satu perawat pria gemulai mengomeli para suster wanita disana yang sedang meronta-ronta minta didekati empat pria matang itu.
" Yey Sirik yess " Sahut suster wanita yang bermuka jutex.
__ADS_1
" Itu tau huh " Perawat gemulai itu kontan membuat Hans,Om Juna,om Jerry dan Om Alex bergidik ngeri dan kabur dari sana.
Sedang Hanna terpingkal-pingkal dibuatnya.
Poli Kandungan itu penuh sesak dengan 4 pria berbadan atletis dengan tinggi diatas rata-rata dan berwajah bule.
Terlihat sesak karena mereka berkumpul di satu titik dan menjadi pusat perhatian semua yang ada disana..
" Duh papah itu meni Kasep pisan euy, mamah mau minta dielus ya Pah . Biar anak kita Kasep seperti mereka " Ujar salah satu ibu yang sedang hamil tua sepertinya menatap ke arah Hanna dsn empat pria matang di sampingnya.
" Mah jangan mah, nanti kalau mereka gak mau papa yang kena jotos " ujar sang suami yang sebenarnya bukan takut tapi lebih ke cemburu.
" Ah si papah Cemen , Udah lah mamah aja . Papah disini jangan kemana-mana dengerin kalau suster panggil " Ujar sang ibu sedikit jutek ke sang suami.
Ibu hamil itu pun menghampiri Hanna , " Permisi , maap sebelumnya, apa bisa penuhin ngidam saya ? " Tanya ibu hamil itu ke Hanna.
" Ah iya Bu ada apa ? " Tanya Hanna tetap sopan walau si ibu itu main asal rangkul tangannya saja.
" Saya ngidam mau dielus sama si pria kasep-kasep ini boleh " Si ibu malu-malu tapi bar-bar.
" Oh hihi boleh." Hanna menyanggupi mengingat dia mungkin nanti akan mengidam seperti ibu itu juga.
Hanna menyampaikan maksudnya ke Om Alex. Dengan senang hati Om Alex mengelus perut sang ibu bergantian dengan ,Om Juna ,Om Jery dan terakhir Hans.
Awalnya Hans senang bisa memenuhi orang yang sedang mengidam, tapi kemudian ia teringat bisa saja Hanna juga meminta pria lain mengusap perutnya .
" Sayang, kamu jangan gitu ya " Ujar Hans tiba-tiba.
" Itu seperti ibu tadi meminta laki-laki lain mengusap perutnya, padahal ada suaminya di sampingnya " Hans menatap ibu itu dari Jauh .
Ketiga sahabat somplaknya itu bukan prihatin malah tertawa terbahak melihat kelakuan Hans.
Hans mendengus kesal jadinya.
" Sahabat lucknut " umpat Hans.
" Pakmil jangan ngedumel aja ,nanti bayinya dengar gak baik " ujar salah satu ibu yang ada disamping Hans.
" Eh hehe iya maaf " Hans jadi malu sendiri .
Dan saat ini tibalah nomor antrian Hanna.
" Ibu Hanna " panggil suster yang keluar dari dalam ruangan dokter Susan.
" Iya, Iya ,iya ,iya " Yang menyahut empat pria berwajah bule itu .
" Astaga " Hanna cekikikan senang bukan main hari ini dia tertawa terus setelah drama pagi tadi.
Suster yang memanggil pun kaget dan bingung tapi terkesima melihat tiga pria tampan yang langsung menghampirinya.
__ADS_1
" Boleh kami semua masuk ? " Tanya Om Alex mewakili dengan senyum Casanova nya.
Seperti tadi, suster itu pun mengangguk seperti di hipnotis oleh Om Alex.
Hanna dan Hans geleng - geleng kepala dan tersenyum malu dan menunduk kesemua orang yang memperhatikan kelakuan tiga bule tengik itu kalau kata Oma.
" Siang dokter Susan cantik gak apa-apa ya kami masuk " Ucapan manis dari Om Jerry membuat Dokter Susan mencibir kelakuan mereka.
" Ini di grup rumah sakit heboh loh, ada 3 bule ganteng katanya nemenin istri dan sahabatnya di poli kandungan. Bikin meresahkan kaum hawa " oceh Dokter Susan.
" Maafin ya dokter " ujar Hanna meminta maaf..
" Hay Hanna apa kabar, jadi gak fokus ke kamu deh . Sorry ya " ujar Dokter Susan.
Dokter Susan dan Hanna pernah bertemu saat resepsi Hans dan Hanna. Walau Hanna tidak ingat tapi Dokter Susan mengingat Hanna.
" Wah berati dugaan dokter Risa benar dong ya Hans " Kekeh Dokter Susan.
" Gejala yang kamu alami apa saja Han ? " tany Dokter Susan.
Hanna pun menceritakan jika tadi pagi ia mual dan emosinya tidak stabil bahkan lebih cepat sedih dan selalu ingin menangis jika ingin sesuatu tapi tidak terpenuhi .
" Astaga Seorang Hans tidak bisa memenuhi kebutuhan kamu ? " Sang dokter sekaligus sahabat pria somplak itu ikutan kompor.
" Makanya gue ,Juna dan Jerry disini khawatir Hans gak bisa nanganin Hanna " celetuk Om Alex.
" Saran dari aku mending ganti suami deh Han " ujar Dokter Susan dan membuat Hanna melongo dan Hans mengeram marah.
Baru saja Hans ingin mengomel Dokter Susan langsung memicingkan matanya ke Hans , " Gak enak kan disuruh ganti pasangan, akhirnya dendam gue Terbalas juga " ujar Dokter Susan membuat Hanna bingung.
Sedang tiga bule tengik malah tertawa terpingkal-pingkal.
Mereka jadi ingat kejadian beberapa tahun lalu saat acara Dokter Susan sedang tunangan dan saat itu juga pasiennya mengalami satu hal yang hanya dokter Sudan yang bisa menanganinya .
Dan akhirnya dokter Susan pun setelah bertukar cincin langsung menuju rumah sakit dengan kebaya dan rambut yang masih disanggul rapih ,untung bukan sanggul palsu jadi tidak akan jatuh saat dibawa lari .
Dan saat dokter Susan pamit ke calon suaminya itu, dengan entengnya Hans berbicara ke Roy " Gue sih Roy kalau jadi Lo gue ganti calon istri "
Dokter Susan tidak bisa membalas perkataan Hans saat itu, karena ia sedang terburu-buru . Dan finally Dokter Susan bisa membalasnya hari ini di depan Hans langsung .
Hanna Yang diceritakan oleh Dokter Susan kejadian itu pun langsung tertawa hingga mengeluarkan air mata.
" Cukup dok, tolong periksa saya aja. Saya capek tertawa terus " Ujar Hanna yang masih cekikikan membayangkan tingkah suaminya saat itu
***
Udah dulu ya Othor pegel nih .
Yang minta cepet sabar tak, diusahakan update tiap hari. Tapi othor mengsedih nih. yang baca banyak yang like sedikit hikss. hikss
__ADS_1