
" hmm baiklah untuk sementara waktu aku numpang dulu ya om " ucap Hanna sambil meringis merasakan bokongnya yang sakit kena sabetan sapu lidi dari Prass.
Hans yang melihat Hanna meringis pun sedih, karena ia tahu betul apa yang terjadi dibokong Hanna,
Hans tak sengaja melihat saat Hanna tak sadar tadi, suster yang merawat membersihkan Hanna tadi pun memberi tahu nya juga.
Jerry yang tau karena diceritakan oleh Hans pun meringis. Tak tega rasanya orang yang pernah ia sayang itu menderita begitu.
***
Hari pun berlalu, 3 hari Hanna di rawat oleh Vinna dan juga Hans yang bolak valik ke rumah sakit demi mengetahui perkembangan Hanna.
Saat ini Hanna sudah dinyatakan sehat hanya luka-luka nya saja butuh salep agar tidak meninggalkan bekas .
Siang ini Hanna dan Vinna akan keluar dari rumah sakit. Papa Juna dan Hans juga sudah datang untuk menjemput mereka.
Hanna saat ini masih memakai baju Vinna. Tapi kali ini Hans datang membawa paperbag berisi baju Untuk Hanna kenakan.
" Pakai ini saja Han, aku tadi coba mampir ke butik langganan aku ,mungkin ini cocok untu mu " Ucap Hans sambil menyerahkan paperbag ke Hanna.
" Ah iya makasih om Hans. " Jawab Hanna
" Aku koq ngga dibeliin sih Om " Vinna cemberut.
" Iya nanti pulang dari sini kalau kamu mau kita mampir ke butik tadi om belikan ya " Ucap Hans
" Hehe ngga deh Om bercanda " Ucap Vinna.
Hanna pun tertawa mendengar ucapan Vinna ke Om Hans.
Hanna segera ke kamar mandi dan mengenakan pakaian yang dibeli Om Hans.
Ternyata dress panjang yang dibeli Om Hans.
Hanna tersenyum, ternyata Om Hans sangat perhatian, ia membelikan Hanna dress panjang agar bekas luka-luka sabetan kenangan dari Pras tak terlihat.
" Aku sudah siap yuk " ajak Hanna
Hans dan Papa Juna terpana melihat Hanna.
" Ckk Papa nih, jangan dilirik begitu, cari aja yang lain. Hanna buat Om Hans aja " ujar Vinna.
" eh apa sih Vin, papa ga gitu koq " Ujar Papa Juna.
" Berati udah rela ya bro " ujar Hans tiba-tiba.
" hmm mau ga mau lah, ayo sayang kita pulang kamu sama papa biar Hanna sama Om mu yang sudah karatan itu " Cibir Papa Juna yang mendapat cekikikan dari Vinna
Ya Vinna tau papa Juna suka sama Hanna, Tapi Vinna juga tau Kalau Om nya itu juga menginginkan Hanna,dan Vinna melihat Hanna lebih merespon Hans dibanding Papa Juna. jadi lebih baik Vinna mendukung Hanna dengan Om Hans dari pada Papa Juna.
" Han kalau masih pusing, pegangan lengan ku saja " Ucap Hans.
" Hmm apa gak apa-apa om ? " Tanya Hanna.
" Tentu " Ucap Om Hans tersenyum.
" Ya ampun ternyata Om Hans ganteng banget kalau senyum " Bathin Hanna tapi buru-buru ditepisnya karena saat ini Hanna masih berstatus istri orang.
...
__ADS_1
Hanna dan Vinna berpisah di lobby rumah sakit,.
Hanna naik mobil Hans dan Vinna pulang bersama Papa Juna.
" Vin makasih ya udah mau bantuin aku, nanti kalau aku sudah sehat kembali temani aku cari kontrakan ya " Ucap Hanna yang terdengar oleh Hans.
Vinna tak menjawab Hanna tapi langsung ke papanya.
" Pah, apartemen papah yang baru dibangun itu ada yang kosong ga ? " tanya Vinna
" Ada sayang, kamu ma kasih buat Hanna satu? " ujar Papa Juna.
Vinna mengangguk.
" Boleh, nanti kamu bantu Hanna aja untuk pilih mau dimana " Ucap Papa Juna.
" Aaahh papa terbaik, aku sayang sama papa " Vinna memeluk Papanya lalu kembali menghampiri Hanna.
" Tuh Vin dengerin, kamu mau dikasih apartemen sama Papa, jadi jangan cari kontrakan ya. " Ucap Vinna Happy.
" Hmm kita lihat nanti aja ya Vin, nanti aku kabari kamu " Ucap Hanna
" Baiklah bye jangan lupa berkabar ya beb " Ucap Vinna
" Bye Vin , nanti aku hubungi ya kalau aku sudah sampai " Ucap Hanna melambaikan tangan ke Vinna.
***
Di Mobil Hans,
" Om terima kasih ya sudah mau nolong aku bawa aku kerumah sakit dan sekarang bawa aku tinggal dirumah Om " Ucap Hanna memecah kesunyian.
" Om Hans koq dingin lagi ya " Bathin Hanna.
Suasana di mobil pun hening lagi, hingga sampai di rumah besar milik Hans, Vinna terpana dibuatnya.
" Ini rumah Om ? " Tanya Hanna
" Hmm " Jawab Hans tetap dingin.
" Om tinggal sama siapa? " Tanya Hanna lagi.
" Sendiri " Jawab Hans lagi cuma satu kata.
" Adik, kakak, atau orang tua Om gitu " Tanya Hanna
" Ga ada " Jawab Hans masih dingin.
" Huft..apa dia ga suka ya sebenarnya aku tinggal disini, ya udah deh aku cukup menginap semalam saja disini ,besok aku akan cari tempat tinggal " ucap Hanna dalam hati.
Hanna pun mengikuti Hans yang jalan lebih dulu.
Hans membawa Hanna ke salah satu kamar di samping kamarnya.
" Disini kamarmu kalau ada apa-apa panggil Maid saja aku sudah bilang ke para maid kalau kamu akan tinggal disini " Hans hanya berbicara tanpa mendengar jawaban iya dari Hanna.
Hans pun berlalu keluar dari kamar yang akan ditempati Hanna.
Hanna hanya dia mematung sampai Hans keluar.
" hmm mungkin Om Hans baik ke aku di depan Vinna aja karena Vinna teman ku. tapi jika tak ada Vinna mungkin ini sifat aslinya " Gunam Hanna.
__ADS_1
Hans sebenarnya kesal karena Hanna tak menolak pemberian apartemen dari Juna.
Jadi dari pada Hans meluapkan kesalnya lebih baik Hans diam saja.
***
Sampai malam hari Hanna tak keluar dari kamarnya. Maid bernama Tuti sudah diminta Hans untuk memanggil Hanna makan malam.
Tapi Tuti tak berhasil menyuruh Hanna keluar.
Akhirnya Hans sendiri yang ke kamar Hanna.
tok tok tok
terdengar bunyi ketukan pintu diluar.
Hanna yang sedang searching kos-kosan pun kaget lalu membuka pintunya. Ternyata Hans yang ada diluar.
" Boleh masuk? " Tanya Hans saat Hanna membuka pintu.
" Ya silahkan ini rumah Om ,Om bebas masuk . " Ucap Hanna lembut.
Hans pun masuk dan melihat Hanna masih mengenakan pakaian tadi. Baju - baju yang dibelikan Hans pun masih ada di paperbag blum Hanna Buka.
Hans melirik handphone Hanna dan terlihat pencarian di Mbah Google kos-kosan kosong murah.
Hans mengernyitkan dahinya.
" Kau tidak betah disini ? " tanya Hans
" sepertinya om " Ucap Hanna pelan
" Kamu mau tinggal di apartemen ? " Tanya Hans
" Mungkin kos-kosan om yang lebih murah " jawab Hanna
" Tumben nih banyak bicara lagi " Bathin hanna
" Kan mau dikasih apartemen sama Juna " ucap Hans lagi
" Aku ga mau Om,lagi pula aku harus mengurus kesana kesini mengurus perceraian aku " ucap Hanna yang membuat Hati Hans semangat kembali mendengar perceraian Hanna.
" Kenapa ga tinggal disini aja? " Tanya Hans
" Om nya gitu jutek lagi, aku ga nyaman nanti, mungkin juga om merasa terbebani ada aku disini " Ucap Hanna mengeluarkan unek-unek nya dari tadi siang.
***
Gimana ceritanya sejauh ini rederssss kesayangan othor suka ga??
Kalau suka jangan lupa
Like
Komen
Vote
Follow
dan Favorit yah 😘
__ADS_1