
" Mba mau testpack yang paling akurat " Ujar Hanna ke mbak penjaga itu , ia ditemani Riki ke apotek.
" Baik sebentar ya Kak " Ujar si pegawai disana. Kemudian ia mengambilkan beberapa macam jenis testpack.
" Ini kak " sekitar 5 testpack diserahkan ke Hanna.
" Ambil semuanya aja " Ujar Riki. Hanna pun mengangguk.
Kasir lalu membuat totalan dan menyebutkan ke Hanna dan Riki..
Setelah selesai mereka membayar dan membawa ke lima testpack ke rumah.
Di sepanjang jalan Hanna terdiam sedang Riki sang adik memberi semangat terus ke sang kakak samoai motor terparkir di depan rumah Hans dan Hanna.
" Kakak masuk dulu ya " Ujar Hanna segera bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Hanna segera masuk ke dalam kamar dan mulai menggunakan testpack yang ia beli tadi.
Ia lalu pipis dan menaruhnya di dalam wadah yang tadi sebelumnya diambil di dapur.
Hanna mulai mencelupkan ke lima alat tes kehamilan tersebut setelah itu Hanna meletakkannya di dekat wastafel dan memejamkan matanya.
Agak takut Hanna membuka mata tapi mau tidak mau ia harus mengetahui apa hasilnya . dan ...
Dua garis merah terpampang nyata di Kelima alat tes tersebut . Hanna mengerjapkan matanya berkali-kali ia menepuk pipinya dan terasa sakit
Dan kini ia menangis terharu ,Hanna harus memberitahukan kepada suami dan kedua adiknya itu.
" Mas ,Mas..hiks hiks mas ... " Hanna memangil-manggil Hans dr atas kamarnya dan menuju keluar.
Dari bawah Hans melihat Hanna menangis segera berlari menghampiri.
" Sayang, kamu kenapa " Hans bertanya panik melihat sang istri menangis.
" Hiks hiks ini Mas " Hanna memberikan kelima alat tes itu ke Hans.
" Ini ? " Hans bingung itu alat apa.
" Aku hamil mas ,aku hamil " Ujar Hanna sambil terisak.
" Hah Koq Bisa ? " pertanyaan bodoh Hans membuat Hanna ingin menjitak kepala Hans tapi tidak sampai.
" Ish.. aku juga gak tau. Udah lah kalau kamu gak suka aku hamil " Bumil mode sensi lagi.
" Eh eh gak gitu yank, aku bingung ini beneran ? aku jadi papa ? " Tanya Hans tak percaya.
Hanna mengangguk. " Oh sayang terima kasih terima kasih , pasukan cebong ku akhirnya ada yang jadi juga " Hans mencium bibir Hanna berkali-kali.
Riki yang tadi mengabari Riko kalau Hanna menangis langsung menghampiri tapi malah melihat aktivitas mesra-mesraan.
" Kakak kenapa nangis ? diapain sama Kak Hans ? " Tanya Riko.
" Dihamili " Ujar Hanna malu-malu saat menjawab pertanyaan sang adik.
" Hah serius kak ? wah harus kasih tau Vinna nih " Ujar Riki senang Dan dia kelupaan kalau belum ada yang tau hubungan nya dengan Vinna kecuali Papa Juna.
" Koq kamu gak sopan panggil Vinna ,Vinna aja " omel Hanna.
" Eh hehe itu kak " ujar Riki bingung .
" Pacaran dia sama Vinna yank " Ujar Hans dengan entengnya.
" Hah ?? " Gantian Hanna kaget. Begitu juga Riko.
__ADS_1
" Pantesan tiap hari gak sarapan bareng, taunya udah ada yang bikinin sarapan . " Cibir Riko.
" Ya ampun Om Juna tau gak ? " Tanya Hanna.
" Tau, udah direstui malah " Ujar Riki pelan
" Udah kamu tenang aja, Riki aman jadi mantunya Juna " Ujar Hans membela Riki
" Eh tapi koq Kak Hans tau sih " Riki baru teringat harusnya Kakak iparnya itu juga belum tau.
Hans tertawa terbahak.
" Kamu punya mertua lemes Ki, apa juga diceritain sama dia. ,punya pacar masih perawan aja dia lemes cerita ke kakak, Jery,sama Alex " ujar Hans sambil terus memeluk Hanna.
Riki menggaruk kepalanya. " Astaga jadi semua udah pada tau "
Semua pun tertawa dan terharu juga karena akhirnya Hanna bisa hamil. Padahal dulu bertahun-tahun dengan Prass tidak hamil-hamil.
Hans segera mengabarkan ke grup chat Mereka kalau Hanna hamil.
Vinna yang dikabarkan oleh Riki langsung menghubungi Hanna mengucapkan selamat.
" Oh Hanna ku selamat ya ,akhirnya kamu hamil yeayy punya sepupu " ujar Vinna.
" Hmmm punya keponakan keles " goda Hanna ke Vinna.
" Hah keponakan ? ngaco " Sanggah Vinna.
" Oh kirain Onty Vinna pacaran sama om Iki KLO gitu Om Iki suruh cari Onty lain deh buat jadi Onty nya dedek " Hanna sengaja mengerjai Vinna karena tidak mengaku .
" Iiihh Hanna rese.. " Rengek Vinna.
Hanna pun tertawa. " Lagian main rahasia-rahasiaan . " Cibir Hanna.
...
Dikamar Hans dan Hanna.
" Sayang ayo siang ini kita ke dokter kandungan untuk memastikan sudah berapa Minggu cebong Papa Hans ada di sawahnya mama Hanna "
" Ih cebang cebong ini anak tau " Hanna tak suka jika yang bersemayam di rahimnya di sebut cebong oleh Hans.
" Hehe iya iya , duh sayang, paa gak sabar nunggu kamu lahir deh " Hans mengusap perut Hanna .
Hanna tersenyum melihat Hans senang hingga telepon genggam Hans berbunyi .
" Tengiikkk mana Hanna hah ? " Oma berteriak membuat Hans kaget.
" Astaga nenek - nenek apa sih teriakan aja . " gerutu Hans.
Hans mengeraskan suara ponselnya agar terdengar oleh Hanna.
" Sekarang gitu ya, Hanna hamil gak kasih tau Oma. Oma tau dari Vinna heh. Dasar cucu tengik kurang ajar. " Oma terus mengomeli Hans.
" Oma jangan berisik tuh dedeknya sedih denger Oma maki-maki papanya " Hans harus menngucaokan kalimat itu agar Omanya berhenti mengoceh.
" Hah iya kah ? " Tanya Oma kaget dan langsung mereda marahnya.
" Iya, ya kan Yank " Ujar Hans ke Hanna.
" Iya Oma " ujar Hanna membela sang suami.
" Huh dasar kalian ya udah Hanna, Selamat ya sayang, kamu jangan capek-capek kalau mau olahraga malam jangan keluar di dalam bilangin suami tengik mu itu ya " Ujar Oma lagi.
__ADS_1
Hanna malu mendengar Oma berbicara bar-bar begitu. Sedang Hans tidak terima masa keluar di luar, mana enak.
" Mana bisa begitu Oma " Hans tidak terima .
" Bisa " Jawab Oma
" Tidak bisa ,tidak enak " Hans mengerucutkan bibirnya
" Kamu tanya aja dokter kandungan kalau gak percaya " Cibir Oma.
Hans hanya mendengus kesal. " Ia habis ini mau ke dokter aku mau tanya sepuasnya " Ujar Hans lagi
Oma terkekeh mendengar Hans yang terlihat kesal .
" Sayang jaga kesehatan ya, jangan capek-capek. Buat dirimu senang dan relaks. jangan banyak pikiran. kalau si bule tengik itu macam-macam Oma yang akan mencarikan Papa baru untuk cicit Oma " Ujar Oma jeni tanpa filter.
" Astaga Oma , jahatnya naudzubilahhimindzalik " Beo Hans.
" Biarin , demi keselamatan cucu mantu dan cicit Oma Tutt Tutt Tutt " Oma langsung mematikan ponselnya .
Hanna terkekekh geli melihat wajah suami tampan nya itu panik.
" Jangan tinggalin aku loh yank, ada anak aku loh disini nih " ujar Hans sambil mengelus perut Hanna .
" Iya sayang " Jawab Hanna memeluk Hans.
" YOHAAAA selamat Hanna dan Hans " Dari bawah terdengar ada tiga pria tua nan tampan sedang berteriak memberikan selamat ke pada calon orang tua baru itu.
" Astaga ... cepet banget pada sampenya " Ujar Hans lalu keluar dari kamar bersama Hanna.
" Hanna selamat sayang " Om Alex mengucaokan selamat ke pada keponakan angkatnya itu.
" Aku hamil Om " Hanna menghambur memeluk Om Alex. Sedang Hans kepalanya mulai bertanduk.
Om Jerry dan Om Juna juga ingin memeluk Hanna bahkan sudah merentangkan tangannya.
" Heh heh apa-apaan Lo pada , bini gue itu " Hanna langung didekati Hans dan dipeluk .
" Alex boleh masa kita ngga " Ujar Om Jerry.
Hans melepaskan pelukannya ke Hanna.
Om Jerry dan Om Juna sudah ingin mendekati Hanna.
" Nih gue wakilkan ,Lo mau pada peluk bini gue kan " Hans bergantian memeluk Om Jerry dan Om Juna.
Bibir kedua pria itu mendadak keriting seolah sedang mencibir Hans tapi kemudian empat pria matang itu tertawa dan berpelukan bersama.
" Congrats ya Hans Lo bakal jadi ayah " Ujar Om Jery, om Juna dan Om Alex bergantian mengucapkan selamat .
" Nih kita bawa makanan pesta yuk " Ajak Om Alex.
" Gue sama Hanna ma ke dokter kandungan .Sorean aja ya. kalian disini dulu ada mantu Lo noh Jun sama si Riko juga ada " Ujar Hans tak enak hati ke sahabatnya itu .
Ketiga pria matang yang belum terikat perkawinan lagi itu saling tatap.
" Ok kita ikut aja kawal Lo ke dokter kandungan "
" Hahhhh ? " Hans tak habis pikir dan juga sebal...ngapain sih jomblo pada ngikut bikin rame aja.
***
Jangan lupa ritualnya ya kak shay
__ADS_1